Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Fungsi Tulang Pengumpil pada Tubuh Manusia, Waspadai Cedera yang Sering Terjadi

Fungsi Tulang Pengumpil pada Tubuh Manusia, Waspadai Cedera yang Sering Terjadi Ilustrasi tulang. ©2012 Shutterstock/Thorsten Schmitt

Merdeka.com - Fungsi tulang bagi tubuh manusia sangatlah penting terutama untuk pergerakan. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa sebenarnya tulang merupakan organ yang sangat dinamis. Artinya tulang secara tetap melakukan remodeling dan mengubah bentuk sebagai bentuk beradaptasi pada kekuatan-kekuatan sehari-hari yang menekannya. Ada banyak tulang dalam tubuh manusia bahkan jumlahnya kurang lebih mencapai 206 tulang yang memiliki fungsi masing-masing.

Salah satu tulang yang memiliki peran sangat penting bagi tubuh manusia adalah tulang pengumpil, yang tak lain tak bukan bisa dikatakan saudara dari tulang hasta. Mengapa demikian? Tentu saja karena keduanya sama-sama membentuk lengan bawah dan posisi tulang pengumpil tak jauh dari tulang hasta alias bersebelahan. Hanya saja tulang pengumpil lebih tebal dan lebih pendek dibanding tulang hasta.

Lebih detailnya, berikut fungsi tulang pengumpil pada tubuh manusia yang penting untuk diketahui yang telah dirangkum merdeka.com dari sehatq.com dan saintif.com pada Jumat, (19/6/2020).

Fakta Mengenai Tulang Pengumpil

Tulang pengumpil merupakan tulang panjang (tulang pipa) yang menyusun lengan bawah memanjang dari sisi lateral (menjauhi garis tengah) siku hingga ke arah ibu jari pergelangan tangan.

Tulang pengumpil atau tulang radius memiliki dua ujung dengan ukuran lebih pendek dari pada tulang ulna (hasta) yang terletak di sisi lengan bawah. Tulang pengumpil disambungkan dengan jaringan berserat tebal yang disebut sebagai interosseous ligament.

Bentuk tulang pengumpil selain kuat juga padat dengan bagian depan tulang atau diafisis memiliki rongga yang menjadi tempat sumsum tulang berada. Sementara bagian ujung satunya atau epifisis terbentuk dari jaringan tulang spons yang mengeras seiring bertambahnya usia. Umumnya, tulang pengumpil memiliki panjang 20,32- 26,67 centimeter.

Akan tetapi, tidak semua tulang pengumpil memiliki bentuk yang sempurna. Beberapa orang memiliki tulang pengumpil yang lebih pendek atau tidak berbentuk dengan semestinya. Hal ini bisa dikarenakan suatu kecacatan sejak lahir ataupun karena mengalami cidera tertentu.

Fungsi Tulang Pengumpil

Ada beberapa fungsi penting mengenai tulang pengumpil dalam tubuh manusia, yaitu sebagai berikut:

  • Fungsi utama dan paling penting dari tulang pengumpil adalah menjadi penyusun kerangka lengan bawah sebagai bagian dari kerangka alat gerak atas manusia (ekstremitas atas manusia).
  • Sebagai tempat melekatnya otot otot lengan
  • Menyusun lengan bagian bawah bersama tulang hasta 
  • Memungkinkan adanya gerakan memutar (rotasi) akibat adanya sendi putar.
  • Memungkinkan terjadi gerakan membengkokkan lengan akibat adanya sendi engsel
  • Dengan bantuan otot, mengendalikan pergerakan siku dan lengan.
  • Ikut berperan dalam gerakan pergelangan tangan (sendi dan otot pada pergelangan tangan)
  • Ikut berperan dalam produksi sel darah akibat adanya sumsum tulang yang banyak (tulang pipa)
  • Bersama dengan tulang hasta dan tulang pergelangan tangan, membentuk sendi peluru pada pergelangan tangan.
  • Tempat melekatnya otot bisep (biceps) yang memanjang dari ujung lengan atas.
  • Memungkinkan terjadinya gerakan fleksi dan ekstensi (meluruskan dan membengkokkan) karena adanya otot bisep.
  • Tangan mampu mengangkat benda keatas, karena adanya tulang pengumpil dan otot bisep.
  • Memungkinkan terjadinya gerakan abduksi pada lengan tangan (alat gerak atas manusia). Abduksi (menjauhi tubuh).
  • Tulang pengumpil dengan tulang hasta (ulna) berjalan bersama dalam menjalankan fungsinya. Tulang pengumpil dan tulang hasta menyambung dengan tulang lengan bagian atas melalui sendi engsel pada bagian siku.
  • Cedera pada Tulang Pengumpil

    Tulang pengumpil merupakan salah satu tulang yang rawan mengalami cedera bahkan jika dibandingkan tulang hata, tulang pengumpil lebih mungkin mengalami keretakan. Hal ini tak lain karena pada saat seseorang terjatuh mereka akan lebih cenderung menahan berat badannya dengan tangan bagian bawah yang membuat tulang pengumpil mendapatkan tekanan yang lebih besar daripada tulang hasta.

    Saat mengalami cedera tulang pengumpil, seseorang akan mengeluhkan rasa nyeri pada bagian lengan bawah, sikut, pergelangan tangan dengan ditandai memar, kebas, bengkak, adanya tulang menonjol, suara gemeretak, dan rasa lunak pada bagian lengan bawah.

    Selain itu, jatuh dengan lengan yang terlentang juga dapat meningkatkan risiko mengalami retak di ujung tulang pengumpil yang dekat dengan sikut. Keretakan jenis ini sangat sering terjadi pada kaum lansia yang terjatuh.

    Berbeda dengan kaum lansia, anak-anak lebih condong untuk mengalami keretakan, dan bukan patah, atau kondisi saat patah tulang tidak membuat tulang terbelah menjadi dua bagian. Hal ini tak lain karena anak-anak masih memiliki tulang pengumpil yang belum berkembang secara sempurna sehingga masih lebih lentur.

    (mdk/nof)
    Geser ke atas Berita Selanjutnya

    Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
    lihat isinya

    Buka FYP