Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Fakta Tentang Gapura 'Selamat Datang di Sumedang Kota Tahu' yang Viral

Fakta Tentang Gapura 'Selamat Datang di Sumedang Kota Tahu' yang Viral Gapura Kabupaten Sumedang. Pikiran Rakyat

Merdeka.com - Beberapa hari yang lalu jagat Media Sosial di Kota Sumedang diramaikan oleh pemberitaan tentang bentuk Gapura atau Gerbang Selamat Datang di Kota tersebut yang dianggap tidak menarik. Pasalnya Gapura yang di Gadang-gadangkan sebagai icon dari kota tersebut menuai hujatan oleh para netizen disana. Bahkan ada Netizen yang menganggap bahwa Gapura tersebut merupakan kerajinan anak SD.

Gapura yang baru dibangun di Jalan Raya Bandung-Cirebon, yang berada di Desa Ciherang, Kec. Sumedang Selatan tersebut dianggap berbentuk aneh dan tidak lazim. Di lansir dari akun Instagram @inimahsumedang, netizen setempat mengatakan bahwa Gapura itu seperti dua tabung besar menyerupai drum raksasa yang disimpan di kiri-kanan jalan.

Rata-rata komentar netizen menganggap bahwa keberadaan Gapura tersebutmencoreng citra dari Sumedang yang dikukuhkan oleh pemda sebagai daerah Pariwisata. Salah seorang Netizen juga menganggap bahwa gapura tersebut adalah Gapura 17 Agustusan, ada juga yang berkomentar, “Seperti tidak diberi modal oleh pemerintahnya saja."

Entah mungkin terburu-buru bikinnya, atau memang desainnya asal jadi saja. Atau mungkin kapepet. Memang nilai seninya agak kurang, bahkan kubus-kubus itu tidak mirip tahu. Berikut fakta-fakta gapura kontroversial tersebut:

Susunan Huruf di Gapura Tersebut Terlalu Bertumpuk

gapura kabupaten sumedang

Pikiran Rakyat

Desain dari Gapura tersebut terlihat kurang enak dipandang, bahkan salah seorang warga setempat bernama Supriyadi (49) juga mengomentari soal tata letak tulisan Selamat Datang Di Sumedang Kota Tahu yang terletak secara vertikal dan bertumpuk sehingga tidak enak dibaca.

Memakan Anggaran Sebesar Rp 193 Juta

gapura kabupaten sumedang

Pikiran Rakyat

Maraknya pemberitaan yang menyebutkan bahwa Gapura tersebut memakan anggaransebesar Rp. 600 Juta ternyata tidak benar. Menurut H Gungun Ahmad Nugraha selaku Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Kabupaten Sumedang, menjelaskan kepada Tinewss bahwa anggaran yang dipakai sebesar Rp. 193 Juta.

Dana tersebut digunakan dari anggaran perubahan APBD tahun 2019.

Merupakan Gapura Sementara

Gugun pun menambahkan bahwa pembangunan Gapura tersebut merupakan pembangunan Sementara.Artinya, harusnya ada perbaikan pembangunan setelahnya sampai bisa menjadi bangunan yang permanen.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa pembangunan tersebut adalah upaya untuk menghilangkan kesan kumuh kota Sumedang.

Pernah Tertabrak Truk Tronton

Sebelumnya Gapura Selamat Datang Di Kota Sumedang pernah ambruk karena tertabrak truk besar pada bulan 13 Oktober 2014 yang lalu. Pembangunan tersebut awalnya untuk mengganti Gapura bagian atasnya yang hancur.

Namun komentar yang diberikan oleh Netizen pun tidak selalu menghujat, banyak darimereka justru merespons dengan sisi yang membangun, seperti yang dilansir Notif.id salah seorang warga setempat bernama Yayan NK (41) Warga Parakan Muncang, Kecamatan Cimanggung Kabupaten Sumedang ikut mengomentari desain dari Gapura tersebut.

Sebuah Tugu Selamat Datang seharusnya mengedepankan identitas Sumedang sehingga bisa turut mempromosikan Kabupaten Sumedang melalui tampilan Sumedang yang sekarang. Sebab, saat ini sudah ada peraturan daerah mengenai Sumedang Puseur (pusat) Budaya Sunda (SPBS).

Ia juga menambahkan jika seharusnya Pemerintah setempat mengedepankan keterbukaan informasi terhadap seluruh masyarakat Sumedang, perihal Desain, Anggaran hingga Proses Penggarapan harus diketahui oleh Masyarakat Sumedang sehingga Masyarakat bisa memiliki rasa kepemilikan atas Gapura tersebut dan menambah rasa cinta terhadap daerahnya.

(mdk/paw)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP