Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Disebut Terima Bayaran Mahal saat Ceramah, Gus Miftah Buka Suara

Disebut Terima Bayaran Mahal saat Ceramah, Gus Miftah Buka Suara Gus Miftah. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Miftah Maulana Habiburrahman atau yang lebih akrab disapa Gus Miftah merupakan salah satu pendakwah yang cukup kondang di Indonesia. Selain dikenal sebagai ustaz yang dekat dengan para seleb, cara penyampaian materi dakwah Gus Miftah juga turut curi perhatian. Tak heran jika Gus Miftah memiliki jemaah yang cukup banyak hingga tersebar di seluruh pelosok negeri.

Nama Gus Miftah belum lama ini pun sempat mencuri perhatian publik. Lantaran Ia disebut menerima bayaran mahal saat mengisi ceramah. Hal itu tentu membuat Gus Miftah memberikan klarifikasi terkait kabar yang beredar. Berikut selengkapnya.

Bayaran Mahal

gus miftah

©2021 Merdeka.com/youtube

Melansir dari kanal youtube KH INFOTAINMENT, pria kelahiran Lampung, 5 Agustus 1981 ini menjawab pertanyaan terkait isu bayaran ceramah yang mencapai miliaran dalam sekali mengisi acara dakwah.

"Saya sebenarnya gini ya, kalo kamu diundang lembaga dan perusahaan, diundang orang kaya kamu jual saya murah kamu salah, yang mengundang saya orang kaya, pejabat mereka butuh mengumpulkan orang banyak puluhan ribu di lapangan dengan menghadirkan saya, bahkan dengan kepentingan politik, kamu jual saya murah kamu salah" jawab Gus Miftah.

Tidak Dibayar saat Ceramah di Kampung-kampung

kelab malam ala gus miftah

Gus Miftah ©REUTERS/Nyimas Laula

Meski mendapatkan bayaran yang cukup mahal saat diundang pejabat atau politisi, namun pembina pondok pesantren Ora Aji yang berlokasi di Yogyakarta ini menjelaskan jika dirinya kerap tidak dibayar saat mengisi ceramah di kampung-kampung.

"Tapi kalo kita diundang di desa, di pegunungan, di daerah pantai, di pedalaman, kamu minta bayar kamu juga salah" ucap Gus Miftah.

Subsidi Silang

gus miftah

©2021 Merdeka.com/youtube

Lebih lanjut dalam video yang diunggah pada Jumat (8/10/2021) kemarin, Gus Miftah menceritakan alasan mengapa dirinya dibayar mahal saat diundang pejabat dan tak mau menerima bayaran saat ceramah di kampung-kampung. Hal itu karena adanya biaya yang saling menutupi untuk kepentingan dakwah atau subsidi silang.

"Maka di situlah berlaku subsidi silang, kita bijak saja dong. Anda bisa cek saya selalu bawa uang cash banyak ketika saya ngaji di lapangan, tujuan saya adalah untuk subsidi kepada masyarakat yang ada di pedesaan" jelas Gus Miftah.

(mdk/mif)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP