Diet Ketofastosis adalah Gabungan Ketogenik dan Fastosis, Ketahui Manfaatnya
Merdeka.com - Memiliki badan yang ideal merupakan impian bagi banyak orang. Untuk mewujudkan impian tersebut, banyak dari mereka berusaha dengan melakukan diet. Salah satu diet yang dipercaya ampuh untuk mengurangi lemak sendiri yaitu diet ketogenik, atau diet keto.
Namun, selain diet ketogenik, ada juga diet lain yang disebut sebagai diet ketofastosis. Meski terdengar sama, diet ketogenik dan diet ketofastosis adalah dua hal yang berbeda,
Mengutip dari ketofastosis.com, diet ketofastosis merupakan gabungan dari ketogenik dan fastosis. Ketogenik merupakan diet yang memiliki pola makan rendah karbohidrat, tinggi lemak dan protein sedang.
Sedangkan fastosis adalah fasting on ketosis, yang artinya puasa dalam kondisi ketosis. Fastosis bukan sebuah pola makan, melainkan sebuah gaya hidup yang diaplikasikan seumur hidup.
Kondisi ketosis adalah kondisi di mana liver manusia memproduksi “ketone” yang akan digunakan sebagai bahan bakar atau energi bagi seluruh tubuh terutama otak. Ketosis dapat terjadi ketika tubuh tidak lagi mendapatkan asupan karbohidrat (glukosa) sebagai sumber makanan untuk diproses menjadi energi.
Dalam artikel kali ini, akan kami bahas lebih lanjut tentang fase dari diet ketofastosis beserta manfaatnya.
Perbedaan Diet Ketofastosis dan Ketogenik
Diet Ketogenik
Mengutip dari med-mash.ru, diet ketogenik adalah istilah yang digunakan untuk diet dengan karbohidrat yang sangat rendah tetapi tinggi lemak. Jika pola makan umumnya menghindari lemak, maka pola makan yang tinggi justru menekankan pada kandungan lemak, protein, dan rendah karbohidrat. Sehingga harapannya, kalori harian tercapai, yaitu sekitar 70% -75% dari lemak, 20% dari protein, dan 5% dari karbohidrat.
Dalam proses ini, tubuh akan memasuki fase yang disebut ketosis, yaitu saat seseorang tidak makan atau makan sangat sedikit karbohidrat karbo. Nah dalam kondisi kekurangan karbohidrat, tubuh akan mulai membakar lemak untuk dijadikan sebagai sumber energi.
Diet Ketofastosis
Diet ketofastosis merupakan diet kombinasi antara ketogonik dan fastosis. Jika ketogenik adalah diet rendah karbohidrat, tinggi lemak, dan berprotein, maka fastosis adalah 'puasa' pada ketosis yang artinya puasa dalam keadaan ketosis. Durasi puasa ini berkisar antara 6 sampai 12 jam, bahkan lebih, tergantung kondisi tubuh pada masing-masing individu.
Sebenarnya fastosis merupakan upaya untuk menghidupkan kembali pola hidup manusia yang berdasarkan pada pola makan yang dibutuhkan untuk menjaga kondisi metabolisme lemak yang optimal.
Fase Diet Ketofastosis

©Istock
Terdapat tiga fase yang akan Anda lewati ketika menjalani diet ketofastosis. Melansir dari laman halodoc.com, fase-fase tersebut adalah:
1. Fase Induksi
Fase ini memiliki tujuan agar tubuh beradaptasi dengan asupan lemak yang nantinya akan dijadikan sebagai sumber energi. Anda perlu mengurangi konsumsi makanan berkabohidrat hingga hanya 10 gram per hari, dan menggantinya dengan asupan lemak yang lebih banyak.
Menu makan yang dianjurkan dalam fase ini hanya berasal dari sumber hewani, seperti seafood, ayam, telur, dan daging. Anda juga disarankan untuk melakukan puasa selama 16 hingga 18 jam, namun tetap diperbolehkan untuk minum air dan minuman bebas kalori. Fase ini berlangsung sekitar 2 – 3 hari. Anda juga perlu berolahraga minimal 30 – 45 menit per hari.
2. Fase Konsolidasi
Selanjutnya, memasuki fase konsolidasi, Anda boleh memasukkan unsur nabati dan sayur di dalam menu makanan Anda sehari-hari. Namun, belum disarankan untuk mengonsumsi buah-buahan terlebih dahulu. Dalam fase ini, tubuh Anda sudah terbiasa menggunakan lemak sebagai bahan bakar. Namun, jika ketika Anda mengonsumsi sayur-sayuran justru membuat kadar gula darah meningkat, maka Anda harus kembali ke fase induksi. Anda bisa menjalani fase ini sekitar 1 minggu hingga 1 bulan lamanya.
3. Fase Maintenance
Fase berikutnya adalah fase maintenance, di mana tubuh biasanya sudah terbiasa menjadikan lemak sebagai sumber bahan bakar metabolisme. Anda juga sudah bisa memasukkan buah-buahan ke dalam menu makan Anda. Penting juga untuk memeriksa kadar gula darah agar tidak melebihi 90 miligram/desiliter dan menjaga total karbohidrat di bawah 20 gram per hari.
Manfaat Diet Ketofastosis

©2015 Merdeka.com/shutterstock
Dari situs doktersehat.com, berikut beberapa manfaat yang bisa Anda dapat dari diet ketofastosis:
- Mengurangi Lemak TubuhDiet ini dapat membantu Anda menurunkan berat badan dengan cara mengurangi kadar lemak pada tubuh. Alih-alih karbohidrat, pola makan dalam diet ini akan membuat tubuh menggunakan lemak sebagai ‘bahan bakar’. Ditambah dengan puasa yang harus dilakukan ketika sudah mencapai tahap ketosis. Jadi tidak heran jika proses pembakaran lemak menjadi lebih optimal.
- Memperkuat OtotDiet ketofastosis dapat membantu memperkuat otot Anda karena menurunnya kadar lemak pada tubuh. Kondisi ini akan membantu meningkatkan kadar HGH. HGH inilah yang nantinya akan berperan dalam memperkuat otot-otot tubuh Anda.
- Mengendalikan Gula DarahKhususnya untuk para penderita diabetes mellitus, diet ini akan sangat membantu mengendalikan gula darah. Karena dalam penerapannya, ketofastosis mengharuskan Anda mengonsumsi sedikit karbohidrat, sehingga jumlah karbohidrat yang masuk ke dalam tubuh ikut menurun, dan secara otomatis kadar glukosa menjadi berkurang.
- Menurunkan Risiko Penyakit JantungAsupan karbohidrat yang rendah akan membuat kadar insulin ikut mengalami penurunan. Menurunnya kadar insulin ini dapat membuat produksi kolesterol “jahat” turut mengalami penurunan. Dan kita tahu bahwa kolesterol merupakan salah satu pemicu utama dari penyakit jantung dan penyakit kardiovaskular lainnya, seperti stroke.
- Meredakan Gejala EpilepsiPenelitian menunjukkan jika penerapan diet ketofastosis dapat membantu seseorang untuk meredakan gejala epilepsi yakni kejang, sebanyak 50 persen, khususnya pada anak-anak. Ini karena ketika pada tahap ketosis, tubuh akan memproduksi keton, yang dapat berperan untuk membantu meminimalisir gejala epilepsi tersebut.
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya