Merdeka.com - Attention-deficit/hyperactivity disorder, atau biasa disingkat ADHD, adalah salah satu gangguan perkembangan saraf yang umum terjadi pada masa kanak-kanak. Gangguan ini biasanya pertama kali didiagnosis pada masa kanak-kanak, dan sering berlanjut hingga dewasa.
Anak-anak yang mengalami ADHD dapat mengalami kesulitan memperhatikan sesuatu, sulit mengendalikan perilaku impulsif (bertindak tanpa memikirkan akibatnya), atau perilaku yang terlalu aktif.
Anak-anak ADHD kemungkinan juga memiliki hubungan yang bermasalah dengan orang lain, dan memiliki kinerja buruk di sekolah. Gejala gangguan ini terkadang akan berkurang seiring bertambahnya usia. Beberapa orang tidak bisa sepenuhnya menghilangkan gejala ADHD mereka, tapi mereka bisa belajar mengatasi gejalanya.
Tidak ada pengobatan yang dapat menyembuhkan ADHD, namun penanganan dapat membantu gejala yang muncul. Mengenal ciri-ciri anak ADHD akan membantu orang tua untuk segera mendapatkan penanganan, atau paling tidak pengetahuan untuk menghadapinya.
Melansir dari laman healthline.com, berikut kami sampaikan ciri-ciri anak ADHD yang perlu diketahui oleh setiap orang tua.
Ciri-ciri Anak ADHD

1.racgp.org.au
Mengganggu orang lain. Anak ADHD biasanya memiliki perilaku yang berfokus pada diri sendiri, sehingga anak ADHD dapat mengganggu orang lain saat mereka sedang berbicara atau terlibat dalam percakapan atau bermain yang bukan bagian dari mereka.
Kesulitan menunggu. Anak ADHD mungkin mengalami kesulitan menunggu giliran dalam kegiatan kelas atau saat bermain game dengan anak-anak lain.
Gejolak emosi. Anak ADHD mengalami kesulitan dalam mengendalikan emosinya. Mereka bisa saja memiliki ledakan kemarahan pada waktu yang tidak tepat.
Gelisah. Anak-anak dengan ADHD umumnya tidak bisa duduk diam. Mereka akan mencoba bangun dan berlari-lari, terlihat gelisah, atau bermain-main di kursi ketika dipaksa untuk duduk.
Sulit bermain dengan tenang. Kegelisahan dapat mempersulit anak-anak yang mengalami ADHD untuk bermain dengan tenang atau menjaga ketenangan dalam kegiatan rekreasi.
Sulit menyelesaikan tugas. Anak ADHD mungkin menunjukkan minat pada banyak hal yang berbeda, tetapi sayangnya mereka juga memiliki masalah dalam menyelesaikannya. Misalnya, mereka mungkin bersemangat untuk mulai mengerjakan tugas, atau pekerjaan rumah, tetapi kemudian beralih ke hal berikutnya yang lebih menarik minat mereka sebelum menyelesaikan tugas sebelumnya.
Sulit untuk fokus. Seorang anak dengan ADHD mungkin mengalami kesulitan ketika diminta untuk memperhatikan, bahkan ketika seseorang berbicara langsung kepada mereka. Mereka akan mengatakan bahwa mereka mendengar Anda, tetapi mereka tidak akan dapat mengulangi apa yang baru saja Anda katakan.
Menghindari tugas yang membutuhkan waktu lama. Kurangnya fokus pada anak ADHD dapat menyebabkan mereka menghindari kegiatan yang membutuhkan waktu lama, seperti memperhatikan kelas atau mengerjakan pekerjaan rumah.
Sering melakukan kesalahan. Anak-anak dengan ADHD terkadang juga mengalami kesulitan mengikuti instruksi. Hal ini menyebabkan munculnya kesalahan yang ceroboh. Tetapi hal itu tidak menunjukkan kemalasan atau kurangnya kecerdasan dari si anak.
Sulit menjaga rutinitas. Seorang anak dengan ADHD juga dapat mengalami kesulitan dalam mengikuti jadwal rutinitas. Hal ini dapat menyebabkan masalah di sekolah, karena mereka akan kesulitan untuk memprioritaskan pekerjaan rumah, tugas sekolah, dan tugas lainnya.
Mudah lupa. Anak-anak dengan ADHD bisa menjadi pelupa dalam kegiatan sehari-hari. Mereka mungkin lupa mengerjakan tugas atau pekerjaan rumah. Anak ADHD mungkin juga sering kehilangan barang, seperti mainan.
Cara Menangani Anak ADHD
Berbagai pendekatan dapat membantu seseorang mengelola ADHD. Dokter harus bekerja dengan orang yang mengalami gangguan untuk mengembangkan rencana perawatan yang paling cocok untuk mereka.
Rencana tersebut dapat mencakup:
Terapi perilaku dan konseling
Seorang terapis atau konselor dapat membantu seseorang mengembangkan atau meningkatkan berbagai keterampilan, seperti;
membangun dan memelihara hubungan
menetapkan dan mengikuti aturan
merencanakan dan menyelesaikan tugas
mengembangkan dan mengikuti jadwal
memantau gejala ADHD
Terapis juga dapat membantu orang tua mengembangkan cara konstruktif untuk menanggapi perilaku yang dapat diakibatkan oleh ADHD.
Seseorang anak dengan ADHD secara khusus dapat mengambil manfaat dari;
manajemen stres
teknik manajemen perilaku kelas
terapi perilaku kognitif
terapi keluarga
Terapi perilaku kognitif, biasa disebut CBT, bertujuan untuk membantu seseorang menemukan cara baru untuk mendekati dan bereaksi terhadap situasi sehari-hari.
Obat-obatan
Obat-obatan, seperti stimulan, dapat membantu meningkatkan perhatian dan fokus. Berikut beberapa contohnya;
amfetamin/dekstroamfetamin (Adderall)
lisdexamfetamine (Vyvanse)
metilfenidat (Ritalin)
deksamfetamin (Deksedrin)
Namun, obat-obat tersebut dapat memiliki efek samping, seperti;
sakit perut
sakit kepala
peningkatan tekanan darah dan detak jantung
peningkatan kecemasan dan iritabilitas
masalah tidur
nafsu makan berkurang
perubahan kepribadian
Untuk menghindari efek samping, beri tahu dokter tentang obat dan masalah kesehatan yang sedang berlangsung.
Jika stimulan tidak efektif atau tidak cocok, dokter mungkin meresepkan obat nonstimulan, seperti;
guanfacine (Intuniv)
atomoxetine (Strattera)
klonidin (Catapres)
Tips untuk Mendukung Anak ADHD

Shutterstock/Dragon Images
Orang tua, guru, dan pengasuh lainnya dapat membantu anak-anak mengatasi tantangan ADHD. Sekolah mungkin memiliki rencana pendidikan untuk anak-anak dengan ADHD, termasuk pendekatan pengajaran khusus, akomodasi kelas, dan konseling berbasis sekolah.
Di rumah dan di sekolah, strategi berikut dapat membantu;
membuat jadwal tertulis dari semua tugas
memecah tugas yang lebih besar menjadi tugas yang lebih kecil dan lebih mudah dikelola
menjaga barang-barang sekolah dan mainan tetap teratur
menetapkan aturan yang jelas dan konsisten
menghargai atau memuji anak ketika mereka menyelesaikan tugas
menggunakan perencana yang diperiksa oleh guru dan orang tua secara teratur
Kemudian, dorong anak-anak untuk terlibat dalam kegiatan yang mereka sukai dan lakukan dengan baik untuk meningkatkan harga diri mereka. Olahraga dan bentuk-bentuk latihan lainnya dapat menjadi wadah untuk tingkat energi mereka yang tinggi dan meningkatkan kesejahteraan anak secara keseluruhan.
(mdk/ank)