Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Cerita di Balik Toko Jamu Cap Nyonya So di Cirebon yang Legendaris, Sudah Ada sejak 1815

Cerita di Balik Toko Jamu Cap Nyonya So di Cirebon yang Legendaris, Sudah Ada sejak 1815

Cerita di Balik Toko Jamu Cap Nyonya So di Cirebon yang Legendaris, Sudah Ada sejak 1815

Jamu ini menawarkan resep asli Tiongkok warisan zaman dulu.

Masyarakat keturunan Tionghoa sudah ada di Cirebon, Jawa Barat,sejak abad ke-17. Mereka mulanya bekerja sebagai pedagang rempah, lalu turut memperkenalkan budaya leluhur mereka ke masyarakat setempat, termasuk pengobatan. Salah satu jejak peranakan tersebut bisa dilihat dari sebuah bangunan bernama Toko Jamu Cap Nyonya So.

Lokasinya berada persis di Jalan Pandesan, Kelurahan Pekalangan, Kecamatan Pekalipan. Kabarnya, toko jamu ini dianggap tertua di Cirebon lantaran sudah ada sejak 1815. Usaha itu terus berlanjut hingga sekarang dan diteruskan oleh generasi keenam.

Jika memasuki toko jamu tersebut seakan membawa kenangan zaman Hindia Belanda. Dari mulai desain bangunan sampai perabot rumah tangga semuanya menggambarkan warisan era tersebut.

Toko Jamu Cap Nyonya So jadi salah satu spot sejarah, sekaligus penyedia obat herbal yang bisa dikunjungi saat penasaran dengan Cirebon di masa silam.

Berjualan di Bangunan Peninggalan Belanda

Berjualan di Bangunan Peninggalan Belanda

Mengutip Instagram Cirebon History, nuansa zaman Belanda masih sangat terasa di Toko Jamu Cap Nyonya So. Desain pintu utama memakai kayu, dengan bentuk yang menjulang tinggi dan terlihat klasik.

Bagian jendela, ventilasi, perabotan sampai tangga juga masih asli sejak dulu. Ini merupakan upaya merawat warisan bangunan lawas yang tersisa zaman modern.

Lantainya juga khas masa itu, terbuat dari ubin tanah liat yang dibakar dan berwarna kuning. Dari bentuknya, bangunan menggambarkan sebuah rumah mewah di zaman penjajahan.

Foto Perempuan di Depan Toko Merupakan Perintis Awal

Foto Perempuan di Depan Toko Merupakan Perintis Awal

Di depan pintu, terdapat pelat bergambar seorang perempuan yang tengah duduk, dengan tulisan Jamu Cap Nyonya So.

Gambar: Cirebon History

Menurut karyawan di toko jamu itu, gambar perempuan tersebut merupakan perintis awal dari usaha jamu ini bernama Nyonya Tan So.

Ia sudah membuat jamu sejak tahun 1800-an awal, di mana kini resepnya diturunkan kepada generasi-generasinya.

Usaha jamu terus dipertahankan walau saat ini tidak seramai zaman dulu. Walau begitu, pembeli tetap ada yang datang untuk membeli racikan jamu untuk pengobatan tertentu.

Kenalkan Resep Asli Tiongkok

Untuk resepnya, diketahui merupakan peninggalan leluhur dari Nyonya Tan So. Racikannya asli khas negara Tiongkok, sehingga kualitasnya terjamin.
Bahan-bahan yang digunakan juga herbal, khas negeri tirai bambu.

Jamu diproses dengan cara direbus yang dilakukan langsung di toko, bahan-bahannya didapatkan dari pemilik yang saat ini tinggal di Jakarta.

Beberapa jamu yang dijual adalah jamu untuk kesehatan keluarga hingga jamu untuk perempuan yang sudah melahirkan.

Jika ingin merasakan suasana otentik khas peranakan Tionghoa era kolonial Belanda, mampirlah ke Toko Jamu Cap Nyonya So, dengan jam operasional mulai pukul 08:00 hingga pukul 16:00.

Suasana di dalam bangunan Toko Jamu Cap Nyonya So Cirebon.

Cerita di Balik Toko Jamu Cap Nyonya So di Cirebon yang Legendaris, Sudah Ada sejak 1815
Mencicipi Uniknya Rujak Jaran yang Legendaris di Cirebon, Isinya Sayur bukan Buah
Mencicipi Uniknya Rujak Jaran yang Legendaris di Cirebon, Isinya Sayur bukan Buah

Rujak jaran ini tidak memakai buah sama sekali, tapi justru memakai sayur dan gorengan. Unik dan legendaris di Cirebon

Baca Selengkapnya
Legendarisnya Jamu Bang Adut Tangerang yang Berkhasiat, Hadirkan 21 Racikan Turun Temurun
Legendarisnya Jamu Bang Adut Tangerang yang Berkhasiat, Hadirkan 21 Racikan Turun Temurun

Jamu di kedai Bang Adut hanya disajikan dadakan. Dari asam lambung sampai program hamil tersedia resepnya.

Baca Selengkapnya
Mengenal Jamu Seruni Putih, Resep Turun Temurun yang Menolak Punah
Mengenal Jamu Seruni Putih, Resep Turun Temurun yang Menolak Punah

Resep jamu Kiringan sudah bertahan selama 74 tahun. Kini jadi aset budaya Khas Bantul

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Mencicipi Lontong Tuyuhan, Kuliner Khas Rembang Simpan Makna Filosofis
Mencicipi Lontong Tuyuhan, Kuliner Khas Rembang Simpan Makna Filosofis

Kuliner legendaris Rembang ini ternyata juga digemari Ganjar Pranowo

Baca Selengkapnya
Merasakan Segarnya Es Puter Cong Lik, Kuliner Legendaris Semarang Peninggalan Resep Rahasia Orang Belanda
Merasakan Segarnya Es Puter Cong Lik, Kuliner Legendaris Semarang Peninggalan Resep Rahasia Orang Belanda

Proses pembuatan kuliner ini masih dilakukan secara tradisional, namun cita rasanya tak kalah dengan es krim modern.

Baca Selengkapnya
Mencicipi Burayot, Kudapan Tradisional Khas Garut yang Terbuat dari Tepung Beras
Mencicipi Burayot, Kudapan Tradisional Khas Garut yang Terbuat dari Tepung Beras

Makanan ringan khas Jawa Barat ini sudah hadir sejak zaman dahulu yang ditemukan dengan tidak sengaja oleh orang Sunda.

Baca Selengkapnya
Merasakan Segarnya Es Sagwan, Kuliner Legendaris Tegal yang Diwariskan Turun-Temurun
Merasakan Segarnya Es Sagwan, Kuliner Legendaris Tegal yang Diwariskan Turun-Temurun

Kuliner legendaris ini konon sudah ada sejak era Presiden Soekarno

Baca Selengkapnya
Uniknya Cara Warga Cirebon Sambut Malam Takbiran, Arak Patung Raksasa Berhiaskan Lampu dan Bendera
Uniknya Cara Warga Cirebon Sambut Malam Takbiran, Arak Patung Raksasa Berhiaskan Lampu dan Bendera

Tradisi ini menarik, karena karakter yang diarak merupakan hewan raksasa dan diiringi lampion serta obor bersama gema takbir

Baca Selengkapnya
Mencicipi Kuliner Lontong Kari Kebon Karet yang Legendaris di Bandung, Jadi Langganan Para Pejabat
Mencicipi Kuliner Lontong Kari Kebon Karet yang Legendaris di Bandung, Jadi Langganan Para Pejabat

Lontong kari Kebon Karet selalu jadi incaran masyarakat umum sampai para pejabat. Resepnya otentik sejak 1966

Baca Selengkapnya