Mencicipi Nikmatnya Mi Saroja, Kuliner Legendaris Bogor yang Resepnya Berasal dari Tiongkok

Mi Saroja jadi salah satu kuliner legendaris di Bogor, dengan resep dan alat masak yang masih asli sejak 1970 silam.

Nurul Diva Kautsar
Oleh Nurul Diva Kautsar - Reporter
Mencicipi Nikmatnya Mi Saroja, Kuliner Legendaris Bogor yang Resepnya Berasal dari Tiongkok
Mencicipi Nikmatnya Mi Saroja, Kuliner Legendaris Bogor yang Resepnya Berasal dari Tiongkok (Merdeka.com)

Terdapat lapak kuliner yang nyaris tak pernah sepi di bilangan Cimanggu Barata, Kedung Jaya, Kecamatan Tanah Sereal, Kota Bogor. Mi Saroja namanya. Sajian mi yang khas ini benar-benar jadi buruan warga setempat.

Setiap hari, warung gerobakan pinggir jalan itu tidak pernah sepi. Menunya berupa nasi goreng, kwetiaw, mi rebus serta mi Saroja yang jadi andalan. Keistimewaannya terletak di resep yang kabarnya dari Tiongkok langsung.

Usaha ini dijalankan turun temurun, sejak tahun 1970, dengan tetap menjaga rasa, bahan serta kualitas penyajian.

Jangan menunda untuk mencicipi kelezatannya, karena terlambat sedikit, pelapak sudah kembali pulang karena seluruh dagangan ludes dalam waktu tiga sampai empat jam.

Mi Saroja jadi spot kuliner yang tak boleh dilewatkan, saat berkunjung ke kota hujan. Berikut informasinya.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Penampakan seporsi mi Saroja yang bisa untuk dua hingga tiga orang.

Gambar: Youtube Langsung Laper

Lapaknya Selalu Ramai
Dok. Istimewa

Sejak pertama buka, pukul 16:00 WIB, lapak yang saat ini dikelola oleh Tia Kustiah sudah mulai diserbu para pembeli.

Sebagian besar mereka ingin memesan mi Saroja yang sudah ada sejak 50 tahun silam.

Dengan cekatan, tangan Tia langsung mengambil mi menggunakan sumpit bambu untuk kemudian memasaknya. Paduan bumbu khas Saroja menciptakan aroma yang menggugah selera.

Tia, selaku generasi penerus usaha tersebut mengatakan bahwa warungnya ini dahulu dirintis oleh sang ayah dengan resep khusus.

“Ini mi Saroja resepnya dari bapak, tahun 1970-an, tahun jadul,” kata Tia, di kanal Youtube Langsung Laper, dikutip Rabu (5/6).

Dalam sehari, warung ini mampu menghabiskan sekitar 20 sampai 25 kilogram mi basah sebagai bahan utama.

Menurut Tia, menu mi Saroja memang selalu habis dalam waktu singkat. Walau demikian, mi rebus, kwetiaw dan nasi gorengnya juga wajib dicicipi. Namun, Tia saat ini jarang menjual nasi goreng karena kewalahan menangani pesanan mi Saroja.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

“Yang dijual itu ada kwetiaw, nasi sama mi Saroja, tapi nasi itu lagi libur, dan best sellernya itu mi Seroja, kaya mi rebus, kwetiaw sama nasi goreng itu cuma pendamping aja,” kata Tia,

Mi Dibuat Manual Pakai Bambu Andong
Dok. Istimewa

Daya tarik dari mi Saroja adalah proses pembuatan mi-nya yang masih dipertahankan secara tradisional.

Sejak zaman orang tuanya, pembuatan mi memang masih manual tanpa menggunakan mesin.

Adonan mi diuleni menggunakan bambu andong selama beberapa jam sampai adonan sempurna. Setelahnya, adonan direbus dan menghasilkan mi berbentuk pipih dan berukuran lebih besar dari mi pada umumnya.

“Ini mah masih manual bikinnya, pakai bambu andong. Digenjot-genjot sampai rata, jadi cukup capek,” kata Tia

Rahasia terpenting dari mi Saroja dari Tia adalah terletak di bumbu buatannya yang dipertahankan sejak puluhan tahun silam.

Kabarnya, bumbu ini dipelajari sang ayah saat bekerja di bidang kuliner di Tiongkok sebelum tahun 1970 silam. Kemudian, resep ini dibawa ke Indonesia dan diturunkan kepada sang anak.

“Resepnya dulu dari si bapak, bapak dari China dulu langsung, kan di lautan, terus pulang dibikin di sini,” katanya.
 

Tia lantas melanjutkan usaha bapaknya itu sejak tahun 2000, termasuk dengan alat masak yang masih digunakan sejak zaman dulu.

“Dulu pertama jualan tahun 2000 itu harganya Rp12 ribu, sekarang udah Rp23 ribu per porsinya,” kata Tia.

Ciri Khas Mi Saroja
Dok. Istimewa

Tia membeberkan perbedaan mi Saroja dengan mi lainnya. Mi Saroja sendiri memiliki ciri khas di isiannya.

Dalam satu porsi mi Saroja terdapat telur, irisan bakso dan yang paling unik dan tidak ditemukan di tempat lain adalah krecek.

Krecek merupakan potongan kulit sapi yang sudah digoreng sebelumnya, lalu dibasahi. Teksturnya kenyal, namun pecah di mulut. Lalu mi Saroja diberi siraman kuah kaldu yang segar. Kemudian, mi diberi kecap Zebra yang sudah ada sejak tahun 1970-an.

Walau memakai kecap, namun rasanya dominan gurih. Rasanya cukup pekat yang berasal dari rempah-rempah bumbunya. 

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Mi Saroja cocok dinikmati oleh pencinta kuliner, terutama yang menyukai olahan aneka mi dengan bumbu yang melimpah.

Rekomendasi