Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Cara Unik Petani Pangandaran Usir Hama di Sawah, Gunakan Topeng Hewan Buas

Cara Unik Petani Pangandaran Usir Hama di Sawah, Gunakan Topeng Hewan Buas

Ketukan angklung dan kendang bambu tradisional jadi pengiring Badud. Di daerah asalanya Kabupaten Pangandaran, kesenian Sunda ini menggambarkan cara petani untuk mengusir hama di sawah. Uniknya, para pelakon menggunakan topeng hewan buas sembari menari mengikuti irama musik.

Pertunjukan Badud

Mengutip laman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Kamis (19/10), Badud merupakan kesenian teater rakyat tradisional.

Ini karena adanya unsur musikal, memakai kostum hewan-hewan buas dan menirukan gerakannya saat berada di ladang.

Kesenian Badud berhasil dilestarikan oleh warga di Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran.

Menggunakan kostum hewan buas untuk usir hama

Penggunaan kostum hewan buas dalam pertunjukan Badud dilakukan untuk melakukan pengusiran terhadap hama.

Kostum hewan yang digunakan menggambarkan peran hewan-hewan yang biasa berinteraksi dengan tumbuhan yang ditanam petani.

Beberapa hewan tadi di antaranya harimau yang berfungsi sebagai pelindung dan raja hutan. Celeng dan monyet, pemakan buah dan sayur petani. Serta hewan-hewan lainnya.

Harimau mengusir celeng dan monyet

Harimau mengusir celeng dan monyet

Menurut salah satu pelaku seni Badud, Haji Adwid di Pangandaran. Hewan-hewan yang ditampilkan di kesenian tersebut merupakan hewan yang biasanya menjadi perusak pertanian.

Sedangkan harimau, justru menjadi penolong, karena ketika harimau muncul, kawanan monyet dan celeng atau babi hutan tak berani menyentuh padi.

“Dulunya banyak sekali hama di sawah, ada celeng, ada monyet dan perusak lainnya. Sedangkan adanya macan yang biasa disebut raja hutan. Setelah dibantu leluhur, macan itu akan mengusir hama-hama tadi,” katanya, mengutip YouTube Andi Sukmayandi.

Hiburan para petani

Seni Badud sebelumnya muncul atas inisiatif dari para petani di Pangandaran yakni Aki Ardasim dan keturunannya Aki Ajot di tahun 1800-an.

Mereka memainkan ini untuk mengusir lelah, lantaran menunggu sawah di hutan agar tak diserang hama.

Lama kelamaan, kesenian ini terus dikembangkan melalui penambahan angklung agar lebih harmonis.

Seni Badud di era sekarang

Seni Badud di era sekarang

Untuk saat ini seni Badud masih dipertahankan oleh para pegiat seni di Pangandaran, khususnya Desa Margacinta.

Fungsinya kini bertambah sebagai media hiburan di musim panen oleh para petani setempat.

Pementasan biasanya digelar sembari mengiringi pemilik sawah mengantarkan padi ke Leuit atau rumah penyimpanan tani tradisional.

Sepanjang pengangkutan berlangsung, kesenian ini tidak berhenti ditabuh. Bahkan, pemain yang memakai kostum hewan tak jarang kesurupan. Untuk itu di sana turut dilibatkan tokoh agama.

Upaya pelestarian

Sayangnya kesenian Badud sempat hampir punah di paruh tahun 2013, karena warga mulai menggesernya dengan kesenian modern.

Agar bisa tetap lestari, warga Margacinta mulai berinisiatif menghidupkannya lagi dengan mendirikan padepokan bernama Padepokan Seni Badud Rukun Sawargi. Penamaan ini terkait dari asal-usul nama Badud yakni Budaya Asli Urang Deukeut Jeung Dulur.

Kesenian Badud juga sudah mulai dijadikan sebagai ekstrakurikuler dari sekolah-sekolah yang ada di Margacinta.

Pertemuan Mendag dengan Petani Tembakau di Kudus

Pertemuan Mendag dengan Petani Tembakau di Kudus

Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan melakukan pertemuan dengan petani tembakau di Kudus

Baca Selengkapnya
Petani Minta Kemenkes Kaji Ulang Aturan Tembakau di RPP Kesehatan, Kenapa?

Petani Minta Kemenkes Kaji Ulang Aturan Tembakau di RPP Kesehatan, Kenapa?

Hal ini karena aturan produk tembakau di RPP Kesehatan dinilai tak sejalan dengan UU yang menaungi bidang pertanian.

Baca Selengkapnya
Jumlah Petani Terus Berkurang, Pemkab Banyuwangi Janji Modal Usaha Pertanian ke Anak Muda

Jumlah Petani Terus Berkurang, Pemkab Banyuwangi Janji Modal Usaha Pertanian ke Anak Muda

Miris, jumlah petani di Banyuwangi terus berkurang. Pemkab Banyuwangi janji beri modal bisnis pertanian anak muda.

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Panglima TNI Minta Prajuritnya Dampingi Petani Wujudkan Swasembada

Panglima TNI Minta Prajuritnya Dampingi Petani Wujudkan Swasembada

Panglima mengatakan TNI Angkatan Darat selama ini memiliki lahan rawa yang cukup besar dan tersebar di seluruh Indonesia.

Baca Selengkapnya
6 Juta Buruh Hingga Petani Tembakau Terancam Kehilangan Mata Pencaharian, Kenapa?

6 Juta Buruh Hingga Petani Tembakau Terancam Kehilangan Mata Pencaharian, Kenapa?

Pemerintah diingatkan untuk berhati-hati terhadap rancangan PP tersebut dan memperhatikan banyaknya sektor yang terlibat di dalamnya.

Baca Selengkapnya
2 Petugas Damkar OKU Tertimpa Atap Rumah saat Padamkan Kebakaran, 1 Orang Gugur

2 Petugas Damkar OKU Tertimpa Atap Rumah saat Padamkan Kebakaran, 1 Orang Gugur

Petugas pemadam kebakaran Kabupaten OKU, Dio Suharyadi (35) gugur saat bertugas. Sementara rekannya, ER (25) masih dalam perawatan.

Baca Selengkapnya
Pesan Menyentuh Ganjar saat Pamitan ke Warga Jateng: Anda Selamanya di Hati Saya

Pesan Menyentuh Ganjar saat Pamitan ke Warga Jateng: Anda Selamanya di Hati Saya

Ganjar Pranowo menyampaikan terima kasih dan maaf kepada masyarakat Jawa Tengah

Baca Selengkapnya
Dapat Kenang-Kenangan dari Petani hingga Seniman, Ini Momen Haru Perpisahan Ganjar Pranowo Sebagai Gubernur Jateng

Dapat Kenang-Kenangan dari Petani hingga Seniman, Ini Momen Haru Perpisahan Ganjar Pranowo Sebagai Gubernur Jateng

Berbagai elemen masyarakat memberikan kenang-kenangan perpisahan pada Gubernur Jateng

Baca Selengkapnya
Polri Soal Panji Gumilang Belum Tersangka: Penyidikan Harus Hati-Hati karena Menentukan Nasib Orang

Polri Soal Panji Gumilang Belum Tersangka: Penyidikan Harus Hati-Hati karena Menentukan Nasib Orang

Kasus dugaan penistaan agama dilakukan pimpinan Pondok Pesantren Al-Zaytun, Panji Gumilang telah masuk tahap penyidikan.

Baca Selengkapnya