Canggih, Begini Cara Kerja Aplikasi Anti Begal Rancangan Mahasiswa ITB

Rabu, 5 Oktober 2022 13:13 Reporter : Nurul Diva Kautsar
Canggih, Begini Cara Kerja Aplikasi Anti Begal Rancangan Mahasiswa ITB Gambaran aplikasi anti begal buatan mahasiswa ITB. ©2022 Laman resmi ITB/Merdeka.com

Merdeka.com - Kasus kejahatan begal di jalanan masih terbilang tinggi di Indonesia. Biasanya tindak kekerasan oleh pelaku diiringi perampasan kendaraan milik korbannya. Berkaca dari fenomena itu, Mahasiswa Fakultas Teknik Industri Institut Teknologi Bandung (FTI-ITB) berinisiatif merancang prototype aplikasi untuk mencegah kasus begal.

Disampaikan perwakilan kelompok mahasiswa dari program Idea Lab di ITB Kampus Cirebon, Laura Cindy Hartono, pihaknya merasa resah akan maraknya angka kriminal di jalanan. Bahkan menurut data polisi di wilayah Cirebon, kasus kejahatan dengan korban pemilik kendaraan bermotor mencapai 30 persen dibanding kasus kriminal lainnya.

“Kita ambil data dari kuesioner dan wawancara bersama polisi dan warga yang pernah menjadi korban pembegalan, dan ternyata kondisinya memang serawan itu. Polisi sering sekali menerima laporan kasus pembegalan. Ada yang kehilangan motornya, terluka, sampai ada yang tidak selamat. Dari masalah itu kita melihat perlu adanya sesuatu untuk menangani masalah ini.” kata Cindy, mengutip laman resmi ITB, Rabu (5/10).

2 dari 4 halaman

Aplikasi Anti Begal Bernama Rogue Signal

gambaran aplikasi anti begal buatan mahasiswa itb

Gambaran aplikasi anti begal buatan mahasiswa ITB ©2022 Laman resmi ITB/Merdeka.com

Terkait aplikasi tersebut, Cindy bersama timnya memberi nama Rogue Signal. Prototype tersebut bekerja menggunakan sistem voice recognition yang dikombinasikan dengan shortcut khusus dengan memberi sinyal bahaya ketika korban mengucapkan kata “danger”.

Kemudian aplikasi dengan cepat langsung mengirimkan dua jenis sinyal tanda bahaya kepada polisi, setelah korban menekan shortcut di aplikasi tersebut. Petugas yang mendapat tanda bahaya, bisa segera menindak di lokasi kejadian, sedangkan sinyal kepada pengguna lain dimaksudkan untuk memberi peringatan daerah rawan begal.

“Ketika ada alarm bahaya, fitur denah akan memunculkan titik lokasi agar polisi terdekat bisa langsung menuju lokasi tersebut. Kemudian untuk riwayat kasus pembegalan akan di-update setiap hari agar pengguna tahu daerah yang lebih rawan dari lainnya.” tambahnya.

3 dari 4 halaman

Fitur di Aplikasi Rogue Signal

Digambarkan Cindy, di aplikasi tersebut akan tersedia sejumlah fitur pendukung pengoperasian. Di menu utama, aplikasi akan menampilkan denah, riwayat, rumah sakit, RoSi, dan polisi.

Seluruh sistem dalam aplikasi tersebut dibangun menggunakan bahasa pemrograman Python dengan memanfaatkan beberapa library yang tersedia luas di internet.

“Terkait fitur rumah sakit, saat diklik akan memunculkan kontak rumah sakit yang ada di wilayah Cirebon, sedangkan fitur RoSi berguna sebagai layanan konsumen. Pengguna juga dapat memanfaatkan fitur polisi yang berisi kontak aparat untuk keadaan darurat.” lanjutnya.

4 dari 4 halaman

Aplikasi Sebagai Upaya Pencegahan

Untuk meminimalisir ketidaksengajaan pengguna mengucapkan kata “Danger” dirinya juga sudah mendesain khusus di aplikasi tersebut, sehingga bisa bekerja sesuai fungsinya.

Adapun aplikasi Rogue Signal tidak difungsikan untuk menghilangkan begal, melainkan untuk meminimalisir tindak kejahatan jalanan alias preventif.

Walau masih berupa prototipe (rancangan desain), Rogue Sinyal bisa berpotensi besar untuk menurunkan tingkat kriminalitas khususnya kejahatan begal di wilayah Cirebon, Jawa Barat. Melalui desain ini, diharapkan mendapat umpan balik dari para pemangku kebijakan untuk memberikan perhatian lebih terhadap masalah pembegalan di Cirebon sehingga tercipta rasa aman.

 

[nrd]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini