Banyak Rumah Mewah, Ini Sekelumit Kisah dari Kampung Para Juragan Warteg di Tegal

Kamis, 24 Juni 2021 11:33 Reporter : Shani Rasyid
Banyak Rumah Mewah, Ini Sekelumit Kisah dari Kampung Para Juragan Warteg di Tegal Kampung Warteg Tegal. ©2021 Liputan6.com

Merdeka.com - Di Indonesia, Warung Tegal (Warteg) telah berdiri di mana-mana. Keberadaannya seakan sudah familiar. Dengan harga terjangkau, orang-orang yang makan di Warteg sudah bisa merasakan kenyang.

Walaupun bentuk warteg yang terkesan sederhana, namun keberadaannya telah menjadi sumber pendapatan yang tak sedikit bagi para pemilik warung itu. Di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, ada perkampungan yang sebagian besar rumahnya merupakan rumah mewah berlantai dua yang bangunannya menjulang tinggi ke langit.

Usut punya usut, rumah-rumah megah itu ternyata sebagian besar dimiliki oleh para pengusaha warteg. Berangkat dari itulah, pada tahun 2016 lalu tim Liputan6.com melakukan penelusuran di perkampungan yang terletak di Desa Sidokaton dan Desa Sidapurna itu.

Berikut kisah selengkapnya:

2 dari 4 halaman

Kampung Warteg

kampung warteg tegal
©2021 Liputan6.com

Saat tim Liputan6.com mengunjungi kampung itu pada 2016, ada seorang warga yang bercerita tentang dua desa yang selama ini dikenal sebagai Kampung Warteg. Warga itu menjelaskan, walaupun banyak rumah megah, namun kebanyakan rumah itu suasananya sepi seakan tak ada penghuninya. Namun sebenarnya di dalam rumah itu ada orang yang menunggui.

“Sebagian besar warga di sini punya usaha warteg di Jakarta. Mereka meninggalkan rumah untuk mencari rizki di sana. Tapi walaupun rumah itu tidak mereka huni, setidaknya ada orang yang menungguinya. Kalau bukan berasal dari keluarga sendiri, ada orang kepercayaan pemilik rumah itu,” kata salah seorang warga.

3 dari 4 halaman

Tak Ingin Ditonjol-Tonjolkan

kampung warteg tegal

©2021 Liputan6.com

Walaupun banyak tetangga atau kerabatnya yang sukses karena usaha warteg, namun para warga di Kampung Warteg tak ingin menonjol-nonjolkan diri, apalagi sampai membangga-banggakannya. Merekapun enggan membicarakan tentang kesuksesan para kerabatnya di perantauan pada orang-orang.

“Pokoknya kalau mereka sukses di perantauan lebih baik jangan sampai terlihat terlalu mencolok, apalagi yang punya usaha warteg. Karena nanti katanya bisa mempengaruhi harga sewa warung di sana menjadi mahal,” kata seorang warga itu kepada Liputan6.com.

4 dari 4 halaman

Hampir Semuanya Pengusaha Warteg

kampung warteg tegal
©2021 Liputan6.com

Ditemui terpisah, Ketua Ikatan Pengusaha Warteg Tegal, Asmawi, mengatakan kalau hampir semua warga di Desa Sidokaton dan Sidapurna berprofesi sebagai pengusaha warteg. Bahkan dia mencatat dari 1.000 warga yang menghuni kedua desa itu, 90 persennya punya usaha warteg yang tersebar di wilayah Jabodetabek. Namun tak hanya di kedua desa itu, para pengusaha warteg juga bermukim di Kecamatan Tegal Selatan yang berada di pusat Kota Tegal.

“Warga Kota Tegal juga banyak yang merantau dan buka usaha warteg di sana. Khususnya warga di Tegal Selatan, hampir 30-40 persen warganya menekuni usaha warteg,” kata Asmawi dikutip Merdeka.com dari Liputan6.com pada Kamis (24/6).

[shr]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini