Bahas Sombong dalam Islam, Ini Penjelasan Ustaz Subki Al-Bughury di Tasbih Indosiar
Merdeka.com - Stasiun televisi Indosiar hingga saat ini masih eksis dan banyak disukai masyarakat lantaran menyuguhkan tayangan-tayangan menarik. Mulai dari sinetron, FTV, acara gelar wicara, hingga acara religi, semuanya dinanti-nantikan penonton.
Berbicara soal acara religi, Indosiar memiliki program yang sukses menuai respons positif yakni Tasbih Indosiar. Hal ini tak lain lantaran Tasbih Indosiar dikemas secara santai dan disampaikan menggunakan bahasa yang mudah dipahami.
Selain itu, tema-tema yang dibahas oleh ustaz Subki Al-Bughury ringan dan banyak dibutuhkan pemirsa. Kehadiran beberapa host seperti Lesti Kejora, Putri DA, Rizky Billar, hingga Hari LIDA juga mampu memberikan warna tersendiri.
Salah satu tema yang pernah di bahas dalam acara Tasbih Indosiar yakni tentang sombong. Lantas, seperti apa penjelasan dari ustaz Subli Al-Bughury? Berikut selengkapnya.
Sombong dalam Islam
Ustaz Subki menjelaskan bahwa sombong dalam islam yakni menolak kebenaran. Juga merasa diri lebih baik dan lebih mulia dari pada orang lain.
"Asal yang penting itu definisi sombong artinya menolak kebenaran dan melecehkan orang lain, lihat suara saya bagus, kita lecehkan orang lain," jelas ustaz Subki.
"Yang gak boleh tuh, kita merasa lebih baik, kemudian merasa kita lebih mulia, itu namanya sombong," tambahnya.

YouTube/Indosiar ©2021 Merdeka.com
Agar Terhindar dari Sombong saat Bersedekah
Menjelaskan soal agar terhindar dari sombong saat bersedekah, ustaz Subki menyarankan untuk menyembunyikan kebaikan.
"Tapi semisal seandainya harus, masjid, pesantren atau lembaga apa kan mengumumkan hasil sumbangan, itu bukan mengumbar, tapi melaporkan keuangan, kan harus disebut tuh beberapa nama, tapi harus dijaga keikhlasan kita saat menyumbang jangan merasa sombong," paparnya.

YouTube/Indosiar ©2021 Merdeka.com
Mengajak Orang Melakukan Kebaikan
Selain itu, ustaz Subki juga menjelaskan bahwa mengajak orang untuk melakukan kebaikan dengan niat yang ikhlas karena Allah akan mendapatkan pahala.
"Memang di Qur'an di sebut maka berlomba-lombalah kita dalam kebaikan, untuk diri kita sendiri dan juga merangsang orang untuk ikutan melakukan kebaikan, mengajak orang untuk menyumbang itu bagus, kalau orang mengikuti kebaikan kita, asal semua kembali pada niat kita, kalo niatnya kita niatnya ikhlas karena Allah, kita akan mendapat pahala disisi Allah," tambahnya.

YouTube/Indosiar ©2021 Merdeka.com
(mdk/anf)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya