9 Tebak-Tebakan Lucu Islami, Inspiratif dan Menghibur

Selasa, 30 November 2021 13:31 Reporter : Novi Fuji Astuti
9 Tebak-Tebakan Lucu Islami, Inspiratif dan Menghibur al quran. shutterstock

Merdeka.com - Waktu kumpul bersama keluarga merupakan momen yang sangat membahagiakan terlebih bagi mereka yang sehari-harinya kerap disibukkan dengan berbagai macam aktivitas di luar rumah. Tak heran bila kemudian, akhir pekan menjadi waktu yang sangat cocok untuk menghabiskan seharian bersama keluarga mulai dari memasak bersama, nonton film hingga saling bercerita satu sama lain.

Agar cerita yang akan kamu sampaikan pada keluarga jadi lebih menarik dan menghidupkan suasana, tak ada salahnya untuk menyisipkan tebak-tebakan lucu yang bikin ngakak. Tebak-tebakan lucu tak hanya bisa bikin ketawa tapi juga bisa bikin kamu saling belajar mengenai agama dalam hal ini Islam bersama keluarga.

Kamu bisa melontarkan satu tebakan di tengah acara kumpul keluarga, setelah suasana sudah terbangun kamu bisa melontarkan tebak-tebakan berikut dan seterusnya yang lebih menarik lagi. Berikut ini informasi lengkap mengenai 40 tebak-tebakan lucu Islami, inspiratif dan menghibur telah dirangkum merdeka.com melalui brilio.

2 dari 4 halaman

Tebak-Tebakan Lucu Islami Inspiratif

1. Buah apa yang terkenal tapi enggak ada di dunia?

Jawaban: Buah khuldi

2. Seseorang muslim, baligh, dan berakal sehat melakukan shalat tetapi temannya tidak boleh menjawab salamnya, padahal keduanya muslim, berakal dan baligh. Mengapa demikian?

Jawaban: karena temannya adalah jenazah

3. Ada seseorang menemukan bangkai di jalan. Kemudian, ia makan bangkai itu hingga abis dan kenyang. Padahal, dia tidak gila, kelaparan, dan juga terpaksa. Mengapa bisa begitu?

Jawaban: karena yang dimakan adalah bangkai belalang dan ikan

4. Minuman apa yang bisa nikah sirih?

Jawaban: Nutrisari

5. Ada sesuatu yang halal dimakan, tapi haram diperjualbelikan?

Jawaban: daging kurban

3 dari 4 halaman

Tebak-Tebakan Lucu Islami Menghibur

6. Bagaimana jika ada dalam satu kampung 40 orang mukim, mereka semua baligh dan berakal (mukallaf), tapi tidad diwajibkan bagi mereka melaksanakan shalat Jumat. Bahkan jika shalat Jumat dilaksanakan, shalatnya menjadi tidak sah

Jawaban: 40 orang itu semuanya bisu, tidak bisa berbicara. Syarat sah shalat Jumat itu khutbah Jumat. Kalau tidak ada Khutbah, tidak sah. Kalau semuanya bisu, tidak ada kewajiban shalat Jumat

7. Bagaimana jika ada seseorang mukallaf yang meninggalkan salah satu shalat fardhu, tapi dia tidak diwajibkan mengqadha kewajiban yang ditinggalkan itu. Shalat apakah itu?

Jawaban: dia meninggalkan shalat Jumat. Jika shalat Jumat ditinggalkan tidak perlu diqadha', yang harus dilakukan ialah melakukan shalat zuhur, sebagai penggantinya

8. Ada sahabat nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam, bapaknya adalah sahabat Nabi, kakeknya juga sahabat Nabi, dan ayah dari kakeknya juga sahabat Nabi. Siapakah beliau?

Jawaban: Sayidduna Muhammad Bin Abdurrahman Bin Abu Bakr as-Shiddiq Bin Abi Quhafah Radhiyallahu anhum

9. Ada orang mengerjakan Shalat maghrib menghadap barat, shalat isya menghadap timur, shalat subuh menghadap utara, shalat zuhur menghadap selatan dan sholat ashar menghadap barat. Dalam Kondisi seperti apa hal tersebut terjadi?

Jawaban: shalat di pelataran ka’bah masjidil haram

4 dari 4 halaman

Manfaat Tebak-Tebakan Islami

Tebak-tebakan islami atau sering juga disebut alghaz hadir sebagai sebuah solusi yang menyegarkan bagi para pelajar dan pengajar. Kejenuhan dan kemalasan dalam mengkaji fikih diharapkan dapat berkurang dengan diaplikasikannya metode pembelajaran dengan bermain tebak-tebakan ini.

Mengkaji fikih dengan metode tebak-tebakan islami mulai dikenal secara luas sejak perkembangan empat poros besar mazhab fikih. Meski pada saat itu alghaz masih merupakan selingan-selingan ringan dalam pembelajaran. Baru ketika Abi Hafsh Al-Hamuwi mengawali kerja intelektualisme di bidang ini, takhassus atau pendalaman metode alghaz mulai dikembangkan dan dikukuhkan dalam kitab berjudul Al-Alghaz.

Tidak lama setelah itu, Muhibbuddin At-Thabari (w.694 H), seorang ulama Mekah menyusul menerbitkan kitab serupa dengan judul yang sama. Pasca era Muhib At-thabari, kajian fikih dengan metode tebak-tebakan islami atau alghaz menjadi sangat populer dan diadaptasi secara luas sebagai solusi atau alternatif pembelajaran agar tidak cepat bosan.

[nof]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini