17 Korban Gempa Cianjur Mengungsi ke Majalengka, Dibantu Warga hingga Perangkat Desa
Merdeka.com - Sebanyak 17 korban gempa Cianjur memilih mengungsi ke Desa Sukasari Kidul, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Terpantau pada Senin (28/11), belasan orang itu kini menempati sebuah rumah kosong di sana.
Sejak dua hari pasca gempa, mereka tinggal di rumah tersebut dengan kondisi kesehatan yang cukup baik. Pemantauan kesehatan juga dilakukan oleh pihak puskesmas setempat secara berkala.
“Kebetulan para terdampak bencana gempa bumi ini menempati salah satu rumah warga yang kosong di desa kami. Warga Sukasari pun sangat antusias menyambut dan membantu mereka di sini,” kata Kepala Desa Sukasari Kidul, Oji Sarjiah, mengutip ANTARA, Selasa (29/11).
Kebutuhan Korban Dibantu Warga Setempat

Efek gempa Cianjur yang merusak permukiman warga ©2022 Merdeka.com
Menurut Oji, warga di wilayahnya sangat menyambut baik dan merangkul para korban bencana gempa bumi itu. Menurut dia, sejumlah kebutuhan seperti selimut hingga bahan pokok selama ini dipasok oleh warga yang tinggal di Sukasari.
“Di sini warga bergotong royong membantu dan mendonasikan hartanya untuk meringankan belasan korban terdampak gempa bumi Cianjur,” katanya lagi.
Hingga saat ini, mereka sudah kurang lebih enam hari menempati rumah tersebut atau mulai berpindah sejak dua hari gempa bumi 5,6 SR yang melanda Cianjur.
Pemantauan Kesehatan oleh Puskesmas
Para korban merupakan warga Kampung Warungbatu, Desa Mekarsari, Kecamatan Cianjur Kota. Dari data yang diperoleh pihak Puskesmas Argapura, dari 17 korban ini 5 di antaranya anak balita, dan satu orang ibu hamil.
Pihak puskesmas menyebut jika pemantauan kesehatan terus dilakukan, termasuk pemberian obat kepada kalangan rentan (balita dan ibu hamil).
“Kami sebagai petugas kesehatan, sesuai instruksi kepala dinas kesehatan akan terus melakukan pemantauan terhadap para korban gempa Cianjur di Majalengka ini,” kata Kepala Puskesmas Argapura, Dede R Munawaroh.
Bantuan juga Datang dari Desa
Terkait bantuan lainnya, pihak desa juga memastikan jika telah dilakukan koordinasi dengan dinas terkait, seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Muspika Argapura Polsek dan Koramil setempat.
Sementara bantuan berupa selimut, karpet hingga 15 paket makanan pokok sudah diberikan ke korban tersebut. Bantuan kesehatan dari pihak Puskesmas Argapura juga tidak dipungut biaya, alias gratis.
“Pemantauan kesehatan dari Puskesmas Argapura ke korban gempa ini tidak ada pungutan biaya apapun,” lanjut dede.
(mdk/nrd)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya