Kolonel TNI Ajudan Presiden Tolak Dijadikan Jenderal, Ternyata ini Alasannya

Presiden sudah akan menaikkan pangkatnya bulan Agustus. Tapi dia menolak kesempatan langka menjadi jenderal.

Ramadhian Fadilah
Oleh Ramadhian Fadilah - Reporter
Kolonel TNI Ajudan Presiden Tolak Dijadikan Jenderal, Ternyata ini Alasannya
Marinir (© 2023 merdeka.com)

Presiden bahkan sudah akan memberi kenaikan pangkat luar biasa. Tapi kenapa ditolak?

Dok. Istimewa
© 2023 merdeka.com

Menjadi seorang jenderal adalah impian setiap perwira TNI.

Tapi seorang kolonel senior, yang juga ajudan presiden RI pernah menolak saat akan dijadikan jenderal oleh presiden. Ini kisahnya.

Bambang Widjanarko adalah Seorang Perwira KKO, kini Marinir TNI AL
© 2023 merdeka.com

Dia menjadi ajudan presiden Sukarno tahun 1960-1967.

Suatu hari, dia mengajukan izin untuk mengikuti Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut.

Sekolah itu Merupakan Salah Satu Syarat bagi Perwira Menengah Untuk Melanjutkan Karir ke Jenjang Lebih Tinggi

Bambang mendaftar masuk Sesko tahun 1963. Dia sudah dinyatakan diterima.

Namun saat melapor untuk meninggalkan tugas sebagai ajudan, Presiden Sukarno ternyata menolaknya.

Bung Karno masih ingin Bambang menjadi ajudan.

Dok. Istimewa
© 2023 merdeka.com

Tak cuma itu, saat Presiden Sukarno bertemu Kepala Staf TNI AL, dia meminta agar pendaftaran Bambang ke Sesko dibatalkan.

Tentu saja Kasal menurut. Masa jabatan Bambang sebagai ajudan pun diperpanjang satu tahun.

Begitu juga dengan tahun 1965, kali ini Presiden Sukarno agak kesal.

Dia sampai memanggil Kasal Laksamana Martadinata dan Komandan KKO AL Mayjen Hartono ke Istana. 

Pada mereka berdua, Presiden memerintahkan agar Bambang tetap sebagai ajudan dan jangan masuk Sesko.


Dok. Istimewa
© 2023 merdeka.com

Setelah keduanya pulang. Bung Karno bertanya pada Bambang, kenapa dia bersikeras ingin masuk Sesko?

Bambang menjawab dengan jujur dan sopan. Sebagai prajurit, dirinya memikirkan karirnya di masa depan. Dia ingin menjadi jenderal atau perwira tinggi.

Bambang terkejut mendengar ucapan Bung Karno.

Dia langsung berdiri dengan sikap sempurna. Meminta presiden membatalkan rencana pengangkatannya sebagai jenderal bintang satu.

"Pak, saya mohon dengan sangat. Sudilah Bapak membatalkan niat itu. Saya keberatan menjadi jenderal," kata Bambang.

Dok. Istimewa
© 2023 merdeka.com

Bung Karno terkejut  "Kenapa kamu menolak jadi jenderal?"

Bambang menjelaskan dia ingin menjadi jenderal sesuai dengan prosedur yang berlaku Dimulai dengan menjalani pendidikan di Sesko, lalu diusulkan oleh atasannya di Angkatan Laut.

Bambang menolak menerima begitu saja pangkat jenderal dari presiden, tanpa prosedur yang berlaku. Itu justru akan membuatnya dicemooh oleh sesama perwira dan merusak sistem yang berlaku.

Bung Karno luluh juga, Namun dia tetap meminta Bambang mendampinginya sebagai ajudan.

Dia mendampingi Sukarno di senjakala Orde Lama. Saat itulah tawaran masuk Sesko datang.

Kali ini Bambang yang menolaknya. Dia ingin mendampingi Sukarno di saat-saat terakhirnya.

Bambang tak menyesal karirnya tertinggal dan tak pernah menjadi seorang jenderal.

Rekomendasi