Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pujian Harmoko untuk Soeharto: Beliau Tidak Pernah Siapkan Putra Mahkota

Pujian Harmoko untuk Soeharto: Beliau Tidak Pernah Siapkan Putra Mahkota Harmoko. Autobiografi H. Harmoko Bersama Rakyat ke Gerbang Reformasi©2023 Merdeka.com

Merdeka.com - Sebulan sebelum munas V Golkar digelar, bursa nama bakal calon ketua umum ramai diperbincangkan. Salah satu nama kuat saat itu adalah Harmoko.

Mendekati hari pelaksanaan Munas, semakin banyak orang yang menyorot sosok Harmoko. Beredar isu, Harmoko telah mengantongi restu dari sang Dewan Pembina, Presiden Soeharto. Padahal Harmoko sendiri tidak mengetahui soal itu.

"Terus terang saya tidak tahu. Pak Harto tidak pernah berbicara kepada saya atau memberikan sinyal yang membuat saya percaya bahwa saya memang direstui untuk duduk di kursi Ketua Umum Golkar," ungkap Harmoko yang tertulis dalam Bersama Rakyat ke Gerbang Reformasi.

Di tengah isu itu, Harmoko memilih diam. Dia menyadari, golongan militer yang berkuasa di jajaran Golkar. Ini bukan rahasia besar. Alasan kedua, banyak yang menganggap apabila Harmoko naik akan mengguncang Golkar dari dalam. Harmoko sendiri tidak yakin golongan militer bisa menerima.

Harmoko selalu menjawab pertanyaan wartawan terkait desas-desus dirinya yang akan dicalonkan menjadi Ketum Golkar.

"Karena saya tahu, Pak Harto adalah seorang demokrat. Beliau tidak pernah mempersiapkan putra mahkota di Gokar," katanya.

harmoko

Kenapa Soeharto Pilih Harmoko

Pada kenyataannya, saat Munas V Golkar berlangsung diwarnai dengan kritikan terbuka dari Ketua Dewan Pembina kepada DPP atas kinerjanya. Momen paling dramatis dari berlangsungnya munas V Golkar ini adalah dicalonkannya Harmoko secara langsung oleh Dewan Pembina, Soeharto.

"Pencalonan Harmoko sebagai ketua umum Golkar tak mulus di antara tiga jalur. Bahkan, Dewan Pembina sampai harus mencalonkan langsung nama Harmoko dalam pemandangan umum," tulis Fachry Ali dan Kholid Novianto dalam buku Dari Rakyat ke Panggung Politik.

Sejak awal pencalonan Harmoko hingga terpilih menjadi ketua, mengusik banyak tanya. Kebingungan itu akhirnya sirna karena Dewan Pembina memiliki alasan menjadikan Harmoko sebagai calon ketua umum Golkar periode 1993-1998. Soeharto berpijak pada kinerja DPP Golkar periode sebelumnya.

Bukan hanya itu. Ada alasan lain yang mendorong Dewan Pembina mencalonkan Harmoko sebagai Ketua Umum.

"Karena Harmoko telah aktif di Sekber Golkar sejak tahun 1964 sehingga kadar internalisasi nilai kegolkaran dianggap cukup tinggi. Harmoko juga merupakan wartawan yang telah secara gigih turut menumpas G30S/PKI. Profil Harmoko yang dekat dengan masyarakat tercermin dalam program-programnya seperti kelompencapir, safari ramadhan, dan sebagainya. Yang terakhir karena Harmoko sudah lulus kursus reguler Lemhanas (KRA angkatan VIII tahun 1975)," Dikemukakan oleh Munawir Sadzali mewakili Dewan Pembinaan dimuat dalam Kompas, 23 Oktober 1993.

Reporter Magang: Ita Rosyanti

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP