Ubah bangkai kucing jadi tas, perempuan ini dikecam netizen

Rabu, 21 September 2016 16:03 Reporter : Tantri Setyorini
Ubah bangkai kucing jadi tas, perempuan ini dikecam netizen Tas dari bangkai kucing buatan Clare Hobbs. © TradeMe/Clare Hobbs

Merdeka.com - Clare Hobbs adalah seorang seniman asal Christchurch, Selandia Baru yang mengkhususkan diri pada taxidermy. Taxidermy adalah sebuah cabang kesenian di mana hewan-hewan yang sudah mati diawetkan untuk dijadikan pajangan. Publik sudah terbiasa dengan patung-patung binatang yang dia kreasikan dari bangkai binatang. Tetapi ketika Clare menawarkan sebuah tas tangan yang dia buat dari bangkai kucing, netizen bereaksi keras.

Dilansir Oddity Central, Clare membuat aksesoris tangan khusus wanita yang sebenarnya cukup kreatif. Sekilas pandang, tas tersebut tampak seperti aksesoris dari bulu imitasi. Hanya saja, Clare menggunakan bulu, kulit, dan kepala kucing sungguhan. Dia memanfaatkan bangkai kucing yang mati karena tertabrak mobil.

Tas dari bangkai kucing buatan Clare Hobbs © TradeMe/Clare Hobbs

Clare memasarkan tas tangan bikinannya itu di situs jual beli TradeMe. Tas tersebut dia tawarkan dengan harga permulaan $ 1.400. Dalam waktu singkat, barang dagangannya langsung viral di dunia maya. Beberapa pengguna internet memuji kreativitas Clare. Namun tak sedikit pula yang mencela, bahkan menuduh Clare tidak menghargai hakikat hidup binatang.

Tas dari bangkai kucing buatan Clare Hobbs © TradeMe/Clare Hobbs

Para aktivis pecinta hewan juga berkomentar negatif. Meskipun pada dasarnya Clare tidak melakukan penganiayaan terhadap binatang yang masih hidup, mereka sepakat kalau mengubah bangkai hewan menjadi benda lain bukan inti dari taxidermy. Dalam taxidermy, biasanya hewan yang sudah mati dikeluarkan daging dan organnya, kemudian kulitnya diawetkan dan diisi dengan kapas agar terlihat seperti bentuk aslinya saat masih hidup. [tsr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini