Tidak Perlu Alat Presto, Ini Trik Masak Ayam Kampung Biar Matang dan Anti Alot dalam 20 Menit

Ayam kampung dijamin empuk meskipun tanpa pakai alat presto. Berikut caranya.

Nurrohman Sidiq
Oleh Nurrohman Sidiq - Reporter
Tidak Perlu Alat Presto, Ini Trik Masak Ayam Kampung Biar Matang dan Anti Alot dalam 20 Menit
Tidak Perlu Alat Presto, Ini Trik Masak Ayam Kampung Biar Matang dan Anti Alot dalam 20 Menit (Merdeka.com)

Walaupun terkenal cukup keras, daging ayam kampung sebenarnya lebih lezat untuk beberapa hidangan seperti soto atau gulai.

Salah satu metode paling efektif untuk membuat daging ayam kampung menjadi empuk adalah dengan menggunakan panci presto selama lima menit.

Namun, jika tidak memiliki panci presto, tidak perlu khawatir. Seorang pengguna TikTok, @mardatillahika, memiliki cara lain agar ayam kampung bisa menjadi empuk hanya dengan merebusnya selama 20 menit.

Dia sendiri tidak menggunakan panci presto, dan metodenya akan dijelaskan secara lengkap pada hari Jumat, 31 Mei 2024.

Panaskan Panci Penggorengan
Dok. Istimewa

Langkah awal, ambillah daging ayam kampung yang sudah dipotong. Pada saat yang sama, siapkan wajan di atas kompor. Panaskan wajan tersebut dengan api sedang tanpa menggunakan minyak.

Ketika wajan sudah panas, masukkan potongan daging ayam kampung ke dalamnya sampai terdengar suara mendesis dan mulai keluar asap.

Tambahkan Air
Dok. Istimewa

Setelah semua potongan ayam ditempatkan di dalam panci, tambahkan air ke dalamnya.

Namun, jumlah air yang ditambahkan tidak boleh terlalu banyak.

Cukup isi air hingga mencapai sekitar seperempat tinggi ayam.

Tunggu Selama 20 Menit.
Dok. Istimewa

Setelah menambahkan air, tutuplah panci dengan rapat dan biarkan selama 20 menit.

Pada periode ini, daging ayam kampung akan menjadi lebih empuk. Gunakan api sedang pada kompor.

Daging Ayam Kampung Jadi Sangat Empuk
Dok. Istimewa

Setelah dua puluh menit berlalu, angkat penutup panci dan aduk isinya.

Jika daging ayam kampung sudah cukup empuk, segera matikan kompor.

Ayam kampung yang sudah lembut ini siap untuk diproses lebih lanjut.

Ayam kampung biasanya dipelihara dengan cara alami tanpa menggunakan hormon pertumbuhan atau antibiotik.

Hal ini mengakibatkan dagingnya memiliki kandungan protein, vitamin, dan mineral yang tinggi seperti zat besi, seng, dan fosfor lebih banyak.

Dalam perawatannya, ayam kampung diberi perhatian standar.

Setelah mencapai usia enam bulan, mereka siap untuk dipanen.

 Di sisi lain, ayam ras diasuh oleh peternak di kandang atau ruangan yang lapang.

Dari berbagai sumber dan riset, dapat ditarik kesimpulan bahwa ayam kampung memiliki potensi kesehatan yang lebih unggul dibandingkan dengan ayam broiler.

Selain perbedaan jenis ayam, penting untuk dicatat bahwa kandungan nutrisi dalam daging ayam bervariasi tergantung pada bagian tubuh yang dikonsumsi.

Meskipun begitu, ayam kampung juga memiliki beberapa kelemahan. Salah satunya adalah sulitnya mendapatkan bibit berkualitas dan tingkat produksi telur yang cenderung lebih rendah dibandingkan dengan ayam ras. Pertumbuhan ayam kampung juga cenderung lambat, sehingga membutuhkan waktu pemeliharaan yang lebih lama. Hal ini terutama disebabkan oleh rendahnya tingkat produksi dari bibit yang tersedia.

Kandungan kolesterol dalam darah bervariasi tergantung pada jenis ayam yang dikonsumsi.

Menurut penelitian, persentase tertinggi terdapat pada P4 (ayam jantan) dengan rata-rata 298,33 mg/dl, sedangkan persentase terendah terdapat pada P3 (ayam kampung) dengan rata-rata 183,00 mg/dl.

Rekomendasi