Teknik Hair Bronzing Menjadi Prediksi Tren Rambut 2025, Gaya Baru Yang Akan Mendominasi Tahun Ini
Buat diri semakin bersinar dengan nuansa hangat natural melalui teknik hair bronzing.
Setiap tahun, tren warna rambut selalu mengalami perubahan, mengikuti perkembangan mode dan preferensi masyarakat. Setelah warna ash grey yang sempat menjadi favorit, kini tren kecantikan beralih ke nuansa yang lebih hangat dan natural.
Warna rambut kecoklatan dengan teknik hair bronzing diprediksi akan menjadi pilihan utama di tahun 2025. Teknik ini dikembangkan untuk memberikan tampilan rambut yang lebih berdimensi dengan kilau alami, sekaligus menciptakan efek wajah yang lebih cerah dan terdefinisi.
L’Oréal Professionnel menjadi salah satu pelopor tren ini dengan memperkenalkan Timeless Brown Collection, yang menghadirkan tiga layanan pewarnaan rambut inovatif: Insta-Glaze, Baby Bronzing, dan Sculpting Balayage. Koleksi ini memungkinkan setiap individu menemukan nuansa warna cokelat terbaik yang sesuai dengan karakter dan warna kulit mereka.
Freddie Banks, Professional Product Division General Manager, L’Oréal Professionnel, mengungkapkan dalam acara media gathering pada 6 Maret 2025, “Banyak inovasi revolusioner yang telah kami perkenalkan, termasuk menjadi yang pertama memperkenalkan produk pewarna rambut dan cat rambut bebas amonia pertama di dunia. Pada 2025, kami mempersembahkan Timeless Brown Collection yang merupakan extension dari koleksi yang kami luncurkan tahun lalu.” Pernyataan ini semakin memperkuat posisi hair bronzing sebagai tren pewarnaan rambut yang akan mendominasi industri kecantikan dalam waktu dekat.
Teknik Hair Bronzing dan Keunggulannya
Layaknya teknik face bronzing dalam dunia makeup, hair bronzing dirancang untuk memberikan efek warna yang bercahaya dan alami pada rambut. Teknik ini bukan hanya sekadar mewarnai rambut, tetapi juga menciptakan efek dimensi yang lebih dalam, sehingga rambut tampak lebih hidup dan berkilau.
Peluncuran Timeless Brown Collection bertepatan dengan pengumuman rona Mocha Mousse (17-1230) sebagai Pantone Color of the Year 2025. Warna ini semakin mengukuhkan dominasi nuansa cokelat dalam berbagai aspek industri, termasuk kecantikan dan mode. Di Indonesia, kecenderungan ini semakin diperkuat dengan fakta bahwa 65 persen konsumen memilih warna cokelat sebagai warna dasar untuk pewarnaan rambut.
Indra Tanudarma, Director of Education L’Oréal Professionnel, menambahkan, “Karenanya, L’Oréal Professionnel menyempurnakan teknik hair bronzing dalam Timeless Brown Collection demi transformasi rambut yang radiant dan timeless; mulai dari tampilan natural hingga efek dramatis berkarakter.”
Untuk menyesuaikan dengan preferensi pelanggan, L’Oréal Professionnel memperkenalkan tiga jenis layanan pewarnaan rambut yang disesuaikan dengan kebutuhan individu:
1. Insta-Glaze
Teknik ini memberikan sentuhan warna cokelat yang lembut untuk tampilan lebih segar dan bercahaya. Cocok bagi mereka yang baru pertama kali mencoba pewarnaan rambut dan menginginkan perawatan yang minim (low-maintenance).
2. Baby Bronzing
Menghadirkan efek highlight halus untuk menciptakan dimensi yang lebih natural.
3. Sculpting Balayage
Menawarkan kontras warna yang lebih tajam, menghasilkan tampilan rambut yang kaya dan dramatis.
Tren Rambut Resesi: Antitesis dari Hair Bronzing?
Di tengah maraknya teknik pewarnaan baru seperti hair bronzing, tren lain yang disebut ‘recession hair’ atau ‘rambut resesi’ juga mulai berkembang. Tren ini mencerminkan realitas ekonomi yang tidak menentu, yang membuat banyak orang mengurangi pengeluaran untuk perawatan rambut di salon. Fenomena ini semakin menguat karena banyak orang memilih mempertahankan warna alami rambut mereka, dibandingkan harus melakukan pewarnaan dan perawatan berulang yang lebih mahal.
New York Post melaporkan bahwa tren ini semakin populer di kalangan wanita yang sebelumnya memilih warna pirang terang, namun kini membiarkan akar rambut asli mereka tumbuh. Mereka yang tetap ingin mewarnai rambut juga lebih memilih warna yang lebih gelap dan natural agar lebih tahan lama dan tidak membutuhkan perawatan intensif.
Reece Wentworth, stylist dan manajer salon Blue Tit London, mengungkapkan kepada The Mirror, “Warna pirang natural yang lebih lembut dan tidak terlalu mencolok kini lebih populer. Ini bisa membuat tampilan yang tetap elegan dan lebih mudah dirawat.” Dengan kata lain, tren rambut resesi berfokus pada keindahan alami dengan perawatan yang lebih minim, berbanding terbalik dengan konsep hair bronzing yang menawarkan tampilan yang lebih dinamis dan bercahaya.
Dampak Tren Warna Rambut Terhadap Industri Kecantikan
Dengan berkembangnya dua tren yang bertolak belakang ini, industri kecantikan menghadapi perubahan besar dalam strategi mereka. Di satu sisi, warna rambut kecoklatan dengan teknik hair bronzing memberikan solusi bagi mereka yang ingin tampil lebih glamor dengan kilau alami. Di sisi lain, tren recession hair menunjukkan bahwa ada segmen konsumen yang lebih memilih pendekatan praktis dan ekonomis dalam perawatan rambut mereka.
Selain dari sisi pewarnaan, perubahan tren ini juga berdampak pada dunia tata rambut. Beberapa selebriti seperti Ariana Grande dan Taylor Swift diketahui mulai mengurangi intensitas pewarnaan rambut mereka dan beralih ke warna yang lebih lembut dan alami. Ini menunjukkan bahwa tren kecantikan saat ini semakin menekankan kesederhanaan dan keindahan alami.
Untuk pria, tren warna rambut cenderung tidak mengalami perubahan besar setiap tahunnya. Namun, pilihan potongan rambut semakin berkembang dengan variasi yang lebih beragam. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun tren warna rambut lebih dinamis di kalangan wanita, pria pun tetap mengikuti perkembangan mode dalam gaya rambut mereka.