Tidak Harus Tinggal di Desa, Ini 10 Cara Menerapkan Slow Living di Rumah

Temukan rahasia bahagia dengan panduan tidak harus tinggal di desa, ini 10 cara menerapkan slow living di rumah yang mudah dipraktikkan siapa saja.

Ibrahim Hasan
Oleh Ibrahim Hasan - Reporter
Tidak Harus Tinggal di Desa, Ini 10 Cara Menerapkan Slow Living di Rumah
tips sederhana./copyright. pexels/

Banyak orang mengira hidup tenang hanya bisa didapat jika tinggal di desa, pegunungan, atau tempat yang jauh dari keramaian kota. Padahal, ketenangan tidak selalu bergantung pada tempat tinggal. Yang lebih penting adalah bagaimana kita menjalani aktivitas sehari-hari.

Saat ini, banyak orang menghabiskan waktu berjam-jam menggunakan media sosial. Kebiasaan tersebut membuat pikiran terus dipenuhi informasi dan sering kali memicu rasa terburu-buru. Dalam buku The Psychology of Slow Living (2024), Elliot Cohen menjelaskan bahwa slow living bukan berarti hidup bermalas-malasan, melainkan lebih sadar dalam menjalani setiap aktivitas.

Menariknya, data Survei Pengukuran Tingkat Kebahagiaan (SPTK) yang dirilis oleh BPS pada tahun 2017 dan 2021, menunjukkan bahwa tingkat kebahagiaan masyarakat di beberapa kota bisa lebih tinggi dibandingkan wilayah pedesaan. Artinya, kebahagiaan dan ketenangan tidak ditentukan oleh lokasi tempat tinggal, tetapi oleh cara seseorang mengelola pikiran, waktu, dan rutinitasnya.

Lalu, bagaimana cara menerapkan slow living di rumah? Berikut beberapa langkah sederhana yang bisa dicoba.

1. Jauhkan Ponsel Saat Waktu Makan

Cara Menerapkan Slow Living di Rumah
Jauhkan Ponsel Saat Waktu Makan (AI Generated)

Biasakan tidak membawa ponsel ke meja makan. Dengan begitu, Anda bisa menikmati makanan tanpa terganggu notifikasi atau keinginan membuka media sosial.

Gunakan waktu makan untuk benar-benar merasakan rasa makanan dan mengobrol bersama keluarga. Kebiasaan sederhana ini dapat membantu pikiran lebih rileks dan mengurangi stres akibat terlalu sering melihat layar.

2. Luangkan Waktu Memasak Sendiri

Sesekali kurangi kebiasaan memesan makanan secara online. Cobalah memasak makanan sendiri meski hanya menu sederhana.

Proses menyiapkan bahan, memotong sayuran, hingga memasak dapat menjadi aktivitas yang menenangkan. Selain lebih hemat, Anda juga bisa mengatur kualitas bahan makanan sekaligus mengurangi sampah kemasan.

3. Jangan Langsung Membuka Ponsel Setelah Bangun Tidur

Hindari kebiasaan mengecek pesan atau media sosial sesaat setelah membuka mata.

Sebagai gantinya, gunakan beberapa menit pertama untuk berdoa, menyeduh kopi atau teh, membaca buku, atau menikmati udara pagi. Awal hari yang tenang akan membantu menjaga suasana hati sepanjang hari.

4. Menanam Tanaman di Rumah

Tanaman Pangan untuk Gaya Hidup Slow Living
Menanam Tanaman di Rumah (AI Generated)

Anda tidak perlu memiliki halaman luas untuk berkebun. Beberapa pot tanaman seperti cabai, pandan, lidah buaya, atau tanaman hias sudah cukup.

Merawat tanaman mengajarkan kesabaran karena pertumbuhannya membutuhkan waktu. Melihat tanaman tumbuh juga dapat memberikan rasa puas sekaligus membantu mengurangi stres.

5. Fokus pada Satu Pekerjaan

Biasakan mengerjakan satu aktivitas dalam satu waktu. Saat bekerja, fokuslah pada pekerjaan. Saat makan, nikmati makanan tanpa membuka laptop atau ponsel.

Cara ini membantu pekerjaan selesai dengan lebih baik dan membuat pikiran tidak cepat lelah karena harus berpindah-pindah fokus.

6. Berjalan Kaki di Sekitar Rumah

Cara Menerapkan Slow Living di Rumah
Berjalan Kaki di Sekitar Rumah (AI Generated)

Sesekali berjalan kaki ke warung, minimarket, atau taman di sekitar rumah.Saat berjalan, cobalah memperhatikan lingkungan sekitar, seperti pepohonan, rumah tetangga, atau suasana jalan.

Aktivitas sederhana ini dapat membuat pikiran lebih tenang sekaligus membantu menjaga kesehatan tubuh.

7. Rapikan Barang yang Sudah Tidak Digunakan

Rumah yang terlalu penuh dengan barang sering membuat pikiran terasa sesak.

Luangkan waktu untuk memilah barang yang sudah tidak dipakai. Jika masih layak, Anda bisa menyumbangkannya kepada orang lain. Rumah yang lebih rapi biasanya juga membuat suasana hati terasa lebih nyaman.

8. Belanja Sesuai Kebutuhan

Cara Menerapkan Slow Living di Rumah
Belanja Sesuai Kebutuhan (AI Generated)

Sebelum membeli sesuatu, tanyakan pada diri sendiri apakah barang tersebut memang benar-benar diperlukan.

Slow living mengajarkan untuk lebih mengutamakan kualitas daripada jumlah barang. Jika memungkinkan, pilih produk lokal agar sekaligus mendukung usaha kecil di sekitar kita.

9. Ambil Waktu Istirahat Sejenak

Di tengah kesibukan, sempatkan waktu sekitar lima hingga sepuluh menit untuk berhenti sejenak.

Duduk dengan tenang, tarik napas perlahan, dan biarkan tubuh beristirahat tanpa membuka media sosial. Jeda singkat seperti ini dapat membantu mengembalikan fokus dan mengurangi rasa lelah.

10. Perbanyak Interaksi Langsung dengan Orang Terdekat

Luangkan waktu untuk berbicara dengan keluarga atau teman tanpa gangguan televisi maupun ponsel.

Dengarkan cerita mereka dengan penuh perhatian. Hubungan yang hangat dan berkualitas menjadi salah satu faktor penting yang mendukung kebahagiaan dan kesehatan mental.

Pertanyaan Seputar Slow LivingApa itu slow living?

Apa sebenarnya definisi inti dari slow living yang sering salah dipahami?

Slow living adalah gaya hidup yang mengajak seseorang menjalani aktivitas dengan lebih sadar dan tidak terburu-buru. Tujuannya bukan menjadi lambat atau malas, melainkan lebih menikmati setiap proses dan menentukan prioritas yang benar-benar penting.

Apakah slow living membutuhkan biaya besar?

Tidak. Bahkan, gaya hidup ini sering membantu menghemat pengeluaran karena mengurangi belanja impulsif, lebih sering memasak di rumah, serta menikmati aktivitas sederhana yang tidak memerlukan banyak biaya.

Apakah pekerja kantoran bisa menerapkan slow living?

Tentu bisa. Caranya antara lain tidak membuka email di luar jam kerja, menikmati makan siang tanpa membahas pekerjaan, atau memanfaatkan waktu perjalanan untuk membaca buku maupun beristirahat daripada terus membuka media sosial. Kebiasaan kecil tersebut dapat membantu menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.

Rekomendasi