Advertisement
Hewan ini memiliki kemampuan terbang seperti burung.
Ketika membahas hewan yang bisa terbang, burung pasti yang pertama kali terlintas di pikiran. Burung memang terkenal dengan kemampuan terbangnya. Namun, tahukah Anda bahwa ada beberapa hewan lain yang juga dapat terbang seperti burung?
Meskipun tidak memiliki sayap seperti burung, hewan-hewan ini ternyata mampu terbang. Bahkan, ada yang hidup di air! Berikut adalah beberapa hewan yang diyakini dapat terbang di udara seperti burung, dirangkum dari berbagai sumber pada Senin (01/07/2024).
Advertisement
Ular terbang, yang termasuk dalam genus Chrysopelea, dapat ditemui di India Barat dan kepulauan Indonesia. Dengan panjang mencapai 4 kaki, mereka tidak hanya meluncur seperti hewan lain tetapi juga lebih gesit daripada tupai terbang dan colugo.
Saat berada di atas pohon, ular terbang melompat dari dahan untuk menghindari predator atau mengejar mangsa.
Selama penerbangan, mereka menggunakan tubuh cekung untuk menangkap udara, memungkinkan mereka untuk bertahan di udara lebih lama dengan gerakan tubuh yang bergelombang.
Advertisement
Ikan pari terbang, atau yang dikenal sebagai pari Mobula atau pari setan, merupakan bagian dari genus Mobula dan memiliki hubungan dekat dengan pari manta. Dengan lebar mencapai 17 kaki, mereka bisa melompat hingga 6 kaki ke udara.
Meskipun tidak mampu terbang secara berkelanjutan, mereka mampu melintasi jarak yang jauh dengan menyentak kuat kembali ke air.
Advertisement
Colugos, yang sering disebut sebagai lemur terbang, sebenarnya tidak memiliki hubungan dengan lemur. Mereka memiliki jaring yang menghubungkan anggota tubuh dan ekor mereka, mirip dengan kelelawar.
Colugos dapat meluncur lebih dari 230 kaki tanpa kehilangan ketinggian yang signifikan.
Mereka aktif pada malam hari dan sebagian besar memakan makanan vegetarian.
Advertisement
Katak Terbang Wallace
Katak terbang Wallace, yang terbesar dan paling terkenal di antara katak terbang lainnya, berasal dari hutan tropis Malaysia dan Kalimantan.
Mereka sering ditemukan di pepohonan dan menggunakan jaring di antara kakinya untuk meluncur sejauh 50 kaki setelah melompat dari dahan, baik untuk menghindari ancaman atau mencari makanan.
Advertisement
Cumi-cumi terbang Jepang memiliki sirip dada yang mirip sayap di bagian atas tubuh mereka. Meskipun bukan untuk penggerak, sirip ini membantu mereka dalam meluncur. Mereka tersebar di Samudera Pasifik Utara dekat Jepang, Rusia, Cina, dan Alaska.
Advertisement
Tupai terbang, yang termasuk dalam suku Pteromyini dengan lebih dari 50 spesies, mampu meluncur di antara pohon dengan jarak yang signifikan.
Meskipun tidak bisa terbang seperti burung atau kelelawar, adaptasi kulit kendur dan otot di antara kedua kakinya memungkinkan beberapa spesies untuk meluncur hingga 1.500 kaki.
Mereka aktif pada malam hari, melompat dari puncak pohon dan tebing untuk memulai penerbangan mereka.
Advertisement
Rubah terbang, juga dikenal sebagai kelelawar buah dunia lama, adalah sekelompok kelelawar yang mendiami pulau-pulau tropis dan daratan Asia. Berbeda dengan kelelawar lainnya, mereka bernavigasi menggunakan penglihatan dan mengonsumsi buah-buahan.
Spesies terkecil, seperti kelelawar nektar berlidah panjang, memiliki panjang hanya 2-3 inci dengan rentang sayap 10 inci.
Sebaliknya, spesies terbesar, seperti rubah terbang mahkota emas, memiliki rentang sayap hingga enam kaki dan sering diburu oleh manusia.
Advertisement
Ikan ini memiliki sirip dada khusus yang memungkinkannya melompat dari air dan meluncur dengan kecepatan hingga 37 mph.
Dengan kuat, ikan terbang menuju permukaan, lalu menggunakan siripnya untuk meluncur sejauh lebih dari 600 kaki dan mencapai ketinggian hingga 4 kaki.
Advertisement
Kelelawar, satu-satunya mamalia yang bisa terbang dalam ordo Chiroptera, memiliki ukuran yang bervariasi mulai dari kelelawar lebah kecil seberat 0,07 ons hingga rubah terbang mahkota emas yang bisa mencapai berat 3 pon.