Ovulasi Bikin Perempuan Moody? Ternyata Ini Penjelasannya

Saat masa ovulasi, suasana hati perempuan bisa menjadi sangat labil. Perasaan yang semula baik-baik saja bisa berubah menjadi sangat buruk dalam sekejap.

Titah Mranani
Oleh Titah Mranani - Reporter
Ovulasi Bikin Perempuan Moody? Ternyata Ini Penjelasannya
Ovulasi Bikin Perempuan Moody? Ternyata Ini Penjelasannya (Merdeka.com)

Perempuan sering kali mengalami perubahan suasana hati yang konstan karena pengaruh hormon. Baik itu saat Pre-Menstrual Syndrome (PMS), haid, atau ovulasi, mood bisa mengalami fluktuasi.

Ada pendapat yang menyatakan bahwa mood perempuan cenderung lebih fluktuatif saat masa ovulasi (masa subur).

Pada masa ini, suasana hati perempuan bisa menjadi sangat labil. Perasaan yang semula baik-baik saja bisa berubah menjadi sangat buruk dalam sekejap.

Lantas, apa hubungan antara ovulasi dan perubahan mood? Berikut ini penjelasannya.

Perubahan Hormon Selama Ovulasi

Perubahan Hormon Selama Ovulasi
Dok. Istimewa

Perubahan hormon yang terjadi selama ovulasi menjadi salah satu penyebab utama fluktuasi suasana hati pada perempuan. Menurut Healthline, mood perempuan berubah-ubah seiring dengan siklus menstruasi yang dialaminya, termasuk pada masa ovulasi.

Selama ovulasi, hormon estrogen dan testosteron meningkat secara tajam.

Perubahan ini tidak hanya mempengaruhi mood, tetapi juga meningkatkan atau menurunkan hasrat seksual.

Selain itu, perubahan fisik juga bisa terjadi, seperti payudara yang terasa lebih kencang, munculnya jerawat, dan kulit yang menjadi lebih sensitif.

Pengaruh Hormon Terhadap Mood

Pengaruh Hormon Terhadap Mood
Dok. Istimewa

Hormon estrogen dikenal memiliki efek langsung terhadap neurotransmitter di otak yang mengatur suasana hati. Kadar estrogen yang tinggi selama ovulasi bisa membuat perempuan merasa lebih energik dan bersemangat.

Namun, perubahan mendadak dalam kadar hormon ini juga dapat menyebabkan mood swing atau perubahan suasana hati yang drastis.

Sebaliknya, penurunan kadar hormon setelah ovulasi dapat membuat perempuan merasa lebih lelah dan murung. Hal ini bisa menjelaskan mengapa perasaan bisa berubah dengan cepat selama masa subur.

Masa Ovulasi dan Peluang Kehamilan

Masa Ovulasi dan Peluang Kehamilan
Dok. Istimewa

Pada masa ovulasi, perempuan memiliki peluang kehamilan yang tinggi. Biasanya, masa ini berlangsung hanya beberapa hari dalam satu siklus menstruasi. Bagi pasangan yang berencana memiliki anak, masa ovulasi adalah waktu yang tepat untuk berhubungan seksual secara rutin.

Namun, ini juga harus didukung dengan pola makan sehat, olahraga teratur, dan istirahat yang cukup.

Masa ovulasi biasanya dimulai sekitar hari ke-14 dari siklus menstruasi yang normal, yaitu 28 hari.

Selama masa ini, peningkatan kadar estrogen dan testosteron membuat perempuan merasa lebih berenergi dan hasrat seksualnya lebih tinggi. Ini cukup masuk akal mengingat tubuh sedang mempersiapkan diri untuk proses reproduksi.

Mengelola Mood Selama Ovulasi

Mengelola Mood Selama Ovulasi
Dok. Istimewa

Memahami bahwa perubahan mood selama ovulasi adalah sesuatu yang alami dapat membantu perempuan mengelola perasaan mereka dengan lebih baik. Berikut beberapa tips untuk mengelola mood selama masa ovulasi:

1. Mencatat Siklus Menstruasi: Mengetahui kapan masa ovulasi akan tiba bisa membantu mempersiapkan diri secara mental.

2. Pola Makan Sehat: Makanan yang seimbang dapat membantu menjaga stabilitas hormon.

3. Istirahat Cukup: Tidur yang cukup sangat penting untuk keseimbangan emosional.

4. Olahraga Teratur: Aktivitas fisik dapat membantu melepaskan endorfin yang bisa meningkatkan suasana hati.

5. Berbicara dengan Orang Terdekat: Membicarakan perasaan dengan teman atau pasangan bisa membantu mengurangi stres.

Perubahan suasana hati yang dialami perempuan selama ovulasi sangat dipengaruhi oleh fluktuasi hormon dalam tubuh. 

Meski perubahan ini bisa membuat perasaan menjadi tidak stabil, memahami dan mengelola perubahan tersebut dapat membantu perempuan menjalani hari-harinya dengan lebih baik.

Dengan mengetahui informasi ini, diharapkan perempuan dapat lebih memahami tubuh mereka sendiri dan dapat mengelola mood mereka dengan lebih baik selama masa ovulasi. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda.

Dengan mengetahui informasi ini, diharapkan perempuan dapat lebih memahami tubuh mereka sendiri dan dapat mengelola mood mereka dengan lebih baik selama masa ovulasi. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda.
Dok. Istimewa
Rekomendasi