Menata kulkas yang penuh dengan makanan sisa Lebaran sering kali menjadi tantangan tersendiri setelah momen silaturahmi dan makan besar bersama keluarga. Makanan seperti opor ayam, rendang, sambal goreng ati, serta aneka kue kering biasanya menumpuk di dapur dan sebagian besar berakhir di dalam kulkas. Tanpa penataan yang tepat, makanan sisa Lebaran berisiko cepat basi, berbau tidak sedap, bahkan terkontaminasi bakteri.
Banyak orang beranggapan bahwa menyimpan makanan di dalam kulkas sudah cukup aman, padahal suhu, posisi penyimpanan, dan cara pengemasan sangat berpengaruh terhadap daya tahan makanan.
Agar makanan tidak terbuang sia-sia dan tetap aman untuk dikonsumsi, penting untuk memahami teknik penyimpanan yang benar. Ini harus dilakukan berdasarkan panduan keamanan pangan dari sumber terpercaya seperti University of Georgia Extension, Good Housekeeping, dan Serious Eats.
Menata kulkas tidak hanya sekadar memasukkan semua makanan ke dalamnya, melainkan juga memperhatikan prinsip keamanan pangan agar bakteri tidak berkembang dan kualitas makanan tetap terjaga. Berikut adalah ulasannya sebagaimana dilansir dari Liputan6.com, Sabtu (28/2) yang akan membantu Anda dalam menata kulkas dengan lebih efektif.
Advertisement
Menurut seorang ahli keamanan pangan dari University of Georgia Extension, makanan yang mudah rusak sebaiknya disimpan dalam kulkas atau freezer dalam waktu maksimal dua jam setelah dimasak atau disajikan. Jika makanan dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang, ada risiko tinggi untuk ditumbuhi bakteri berbahaya. Oleh karena itu, meskipun suasana Lebaran membuat Anda sibuk menerima tamu, penting untuk tetap mengutamakan penyimpanan sisa makanan dengan tepat waktu. Jangan menunggu hingga malam hari jika makanan sudah terlalu lama terhidang di meja.
2. Dinginkan dengan Cepat Menggunakan Wadah Dangkal
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan adalah menyimpan makanan seperti opor atau rendang dalam satu wadah besar. Makanan dalam porsi besar memerlukan waktu lebih lama untuk mendingin. Untuk mempercepat proses pendinginan, sebaiknya bagi makanan ke dalam wadah kecil dan dangkal agar suhu cepat turun hingga 40F (sekitar 4C) atau lebih rendah. Teknik ini sangat efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri. Selain itu, memotong daging menjadi ukuran lebih kecil sebelum disimpan juga membantu, karena akan lebih cepat dingin dan memudahkan saat ingin dipanaskan kembali.
3. Atur Suhu Kulkas dengan Tepat
Berdasarkan panduan keamanan pangan, suhu ideal untuk kulkas adalah 38--40F (3--4C), sementara freezer sebaiknya berada di 0F (-18C). Jika perlu, gunakan termometer kulkas untuk memastikan suhu tetap stabil. Kulkas yang terlalu penuh dengan makanan hangat dapat meningkatkan suhu internal, sehingga tidak ideal untuk penyimpanan. Oleh karena itu, sebaiknya jangan langsung menumpuk semua wadah panas sekaligus. Susun wadah-wadah tersebut dengan jarak agar udara dingin dapat bersirkulasi dengan baik.
Advertisement
Jika Anda memiliki bahan mentah seperti daging atau ayam yang belum diolah, simpanlah di rak paling bawah. Rak ini biasanya adalah bagian terdingin dari kulkas dan dapat mencegah cairan dari bahan mentah menetes ke makanan yang sudah matang. Makanan yang sudah siap saji seperti opor, sambal goreng, dan lauk matang sebaiknya diletakkan di rak atas. Hal ini penting untuk mencegah terjadinya kontaminasi silang antara makanan matang dan mentah. Menurut Good Housekeeping dan Serious Eats, makanan yang sudah dimasak harus selalu diletakkan lebih tinggi daripada bahan mentah.
5. Gunakan Wadah Kedap Udara dan Beri Label
Penting untuk menggunakan wadah yang tertutup rapat untuk menjaga kualitas makanan dan mencegah bau bercampur. Untuk penyimpanan di freezer, gunakan plastik khusus freezer atau wadah yang tahan terhadap suhu beku agar tidak mengalami freezer burn. Jangan lupa untuk memberi label pada wadah tersebut dengan informasi yang jelas seperti:
- Nama makanan
- Tanggal penyimpanan
Dengan cara ini, Anda akan lebih mudah mengetahui makanan mana yang harus dikonsumsi lebih dulu. Teknik pelabelan ini sangat membantu dalam menerapkan cara menata kulkas yang penuh makanan sisa lebaran agar lebih teratur dan terorganisir.
6. Manfaatkan Setiap Zona Kulkas dengan Benar
Setiap bagian kulkas memiliki suhu yang berbeda-beda. Berikut adalah pembagian ideal untuk menata kulkas: Rak Atas: Untuk menyimpan makanan siap saji dan sisa masakan. Rak Tengah: Cocok untuk produk susu seperti santan kemasan yang sudah dibuka, keju, atau yoghurt. Rak Bawah: Digunakan untuk menyimpan bahan mentah yang dibungkus rapat. Laci Sayur (Crisper Drawer): Ideal untuk menyimpan lalapan, daun bawang, cabai, dan sayuran segar. Pastikan menyimpannya dalam plastik berlubang atau wadah yang breathable agar tidak lembap berlebihan. Pintu Kulkas: Bagian ini adalah yang terhangat, sehingga cocok untuk menyimpan saus, sambal botolan, sirup, dan minuman. Dengan memahami pembagian ini, kulkas Anda akan menjadi lebih rapi dan sirkulasi udara tetap optimal.
Advertisement
Meskipun makanan hanya perlu disimpan maksimal dua jam, penting untuk mendinginkannya sejenak di suhu ruang sebelum dimasukkan ke dalam kulkas. Memasukkan makanan yang masih panas dapat meningkatkan suhu di dalam kulkas dan berdampak pada makanan lainnya. Oleh karena itu, biarkan uap panasnya hilang terlebih dahulu, tetapi jangan sampai lebih dari dua jam.
8. Bekukan Jika Tidak Akan Dikonsumsi 3--4 Hari
Apabila jumlah makanan sisa Lebaran terlalu banyak dan tidak mungkin dihabiskan dalam waktu 3 hingga 4 hari, segera pindahkan makanan tersebut ke dalam freezer. Bekukan dalam porsi kecil agar lebih mudah dicairkan sesuai kebutuhan. Ketika ingin mengonsumsinya, pastikan untuk mencairkan makanan di dalam kulkas, bukan di suhu ruang. Metode ini lebih aman dan dapat mencegah pertumbuhan bakteri.
9. Panaskan Hingga Suhu Aman
Saat akan menyantap kembali makanan sisa, penting untuk memanaskannya hingga suhu internal mencapai 165F (74C). Untuk jenis kuah seperti opor dan gulai, pastikan kuah tersebut mendidih sempurna. Jika tersedia, gunakan termometer makanan untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat.
10. Bersihkan Kulkas Secara Berkala
Setelah perayaan Lebaran, kulkas biasanya bekerja lebih keras dari biasanya. Oleh karena itu, luangkan waktu untuk melakukan beberapa hal berikut:
- Mengelap rak dengan air sabun hangat
- Membersihkan tumpahan kuah
- Mengecek makanan kedaluwarsa
Kulkas yang bersih sangat membantu dalam menjaga keamanan makanan dan memperpanjang masa simpan.