7 Petunjuk Rumah Disusupi Ular, Waspada dari Sekarang

Mengetahui ciri-ciri keberadaan ular bersarang di rumah sangatlah penting, karena hal ini dapat mengurangi rasa khawatir dan ketidaknyamanan yang ditimbulkan.

Tantiya Nimas Nuraini
Oleh Tantiya Nimas Nuraini - Reporter
7 Petunjuk Rumah Disusupi Ular, Waspada dari Sekarang
African House Snake (pixabay/birgittasilen)

Mengetahui ciri-ciri keberadaan ular bersarang di rumah sangatlah penting, karena hal ini dapat mengurangi rasa khawatir dan ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Ular biasanya memasuki lingkungan pemukiman untuk mencari tempat berlindung, makanan, atau kehangatan, terutama pada musim hujan atau saat cuaca ekstrem. Oleh karena itu, mengenali tanda-tanda awal kehadiran ular menjadi langkah pencegahan yang krusial.

Ada beberapa ciri yang harus Anda perhatikan, mulai dari jejak fisik hingga perubahan perilaku hewan pengerat di sekitar hunian. Dengan mengenali indikator-indikator ini sejak awal, Anda dapat mengambil tindakan pencegahan sebelum ular benar-benar bersarang atau menimbulkan ancaman. Melansir dari berbagai sumber, Jumat (7/11), berikut adalah penjelasan lengkapnya.

1. Kulit Ular yang Terkelupas

6 Cara Membedakan Sarang Ular Berbisa dan Tidak Berbisa di Rumah, Penting untuk Keamanan Keluarga
Ilustrasi lubang ular. [Foto: Gemini] © 2025 Liputan6.com

Menemukan kulit ular yang terlepas adalah salah satu indikasi paling jelas dan tepat mengenai keberadaan ular di dalam atau sekitar rumah. Proses yang dikenal sebagai ecdysis ini dilakukan oleh ular secara rutin untuk mendukung pertumbuhan tubuhnya serta menghilangkan parasit yang mungkin menempel pada kulit lamanya.

Ular biasanya mengalami pergantian kulit sekitar empat kali dalam setahun, meskipun beberapa spesies dapat melepaskan kulitnya hingga 10-12 kali dalam setahun. Kulit yang ditinggalkan sering kali berbentuk tabung berongga dan dapat ditemukan dalam keadaan utuh atau sebagai potongan besar. Seringkali, kulit ular ini ditemukan di tempat-tempat tersembunyi yang lembap dan jarang terjamah, seperti di bawah pot, di balik papan, atau di sela-sela tembok dapur.

Penemuan kulit ini menunjukkan bahwa ular tersebut mungkin sedang atau pernah berada di area tersebut, dan kemungkinan besar telah menjadikan lokasi itu sebagai sarangnya. Oleh karena itu, sangat penting untuk menangani kulit ular dengan hati-hati, menggunakan sarung tangan atau kantong plastik. Hal ini dikarenakan kulit ular sering kali mengandung bakteri salmonella, yang dapat menular melalui kontak langsung.

2. Jejak Ular

7 Ciri-Ciri Jalur Ular di Halaman Rumah Setelah Hujan, Begini Cara Menemukannya
Ular Cincin Emas di Halaman Rumah (created by AI) © 2025 Liputan6.com

Ular bergerak dengan cara merayap menggunakan kontraksi otot tubuhnya, sehingga dapat meninggalkan jejak khas di permukaan yang berdebu, tanah, atau lantai. Meskipun tidak memiliki kaki, jejak ini menjadi petunjuk penting keberadaan mereka.

Jejak yang ditinggalkan umumnya berbentuk pola 'S' atau coretan menyamping, tergantung pada jenis gerakan ular. Pola lintasan yang berulang di suatu area dapat menunjukkan bahwa tempat tersebut dekat dengan sarang atau lokasi aktivitas ular.

Jejak ini sering kali mengarah ke celah tertentu yang dapat dijadikan tempat persembunyian bagi ular. Di musim hujan, jejak ini menjadi lebih mudah dikenali karena tanah yang basah dapat menyimpan jejak lebih lama, sehingga memudahkan identifikasi. Apabila Anda mencurigai adanya aktivitas ular di dalam rumah, Anda bisa menaburkan tepung di area yang diyakini akan dilalui ular. Jika setelah beberapa waktu terdapat jejak di tepung tersebut, ini bisa menjadi bukti adanya ular.

3. Kotoran Ular

7 Ciri-Ciri Jalur Ular di Halaman Rumah Setelah Hujan, Begini Cara Menemukannya
Ular Cincin Emas di Halaman Rumah (created by AI) © 2025 Liputan6.com

Kotoran ular memiliki karakteristik unik yang membedakannya dari kotoran hewan pengerat maupun serangga lainnya, sehingga menjadikannya sebagai indikator penting untuk mengetahui keberadaan reptil tersebut. Feses ular umumnya berbentuk silinder atau gumpalan, berwarna gelap, dan sering kali memiliki ujung putih yang menunjukkan adanya urea, mirip dengan kotoran burung.

Selain itu, kotoran ular juga sering kali tampak menyerupai kotoran burung, di mana terdapat cairan berwarna kuning dan putih yang mengandung urea.

Di dalam kotoran ular, biasanya ditemukan sisa-sisa mangsa seperti tulang kecil, bulu, atau rambut, yang menjadi pembeda antara kotoran ular dan kotoran hewan lainnya. Kehadiran kotoran ini dapat menjadi petunjuk adanya aktivitas ular di sekitar rumah, terutama jika kotoran tersebut ditemukan di tempat-tempat yang jarang terjamah atau di lubang-lubang terbuka yang berfungsi sebagai sarang.

4. Bau Aneh/Khas

Ular sembunyi di dapur.
Ular sembunyi di dapur. /Ilustrasi MetaAI

Secara umum, ular tidak memiliki aroma yang khas. Namun, terdapat beberapa spesies yang dapat memproduksi bau tertentu. Misalnya, ular tikus dapat mengeluarkan bau yang menyengat, terutama ketika merasa terancam atau terganggu.

Bau ini sering kali diibaratkan seperti aroma timun atau bau musky yang kuat, dan lebih mudah tercium di tempat yang lembap, gelap, dan jarang dijangkau, seperti gudang, loteng, atau ruang bawah tanah. Tempat-tempat ini diduga menjadi lokasi persembunyian ular.

Selain itu, bau amis atau aroma tanah lembap juga bisa menjadi petunjuk keberadaan ular, terutama jika tercium di area yang jarang dibuka atau dibersihkan. Bau busuk yang berasal dari bangkai mangsa yang tidak ditemukan juga dapat menandakan adanya ular yang memangsa hewan di dalam rumah.

5. Suara Aneh

7 Ciri-Ciri Ada Ular Bersarang di Rumah, Waspada Sebelum Terlambat
Ular Piton di Plafon Rumah © 2025 Liputan6.com

Ular memiliki kemampuan untuk mengeluarkan berbagai jenis suara yang dapat menandakan keberadaannya, sehingga mendengarkan suara-suara tersebut bisa menjadi petunjuk yang sangat berharga. Suara desisan merupakan sinyal khas yang dikeluarkan oleh ular ketika merasa terancam, dan ini bisa menjadi indikasi adanya sarang ular di sekitar rumah.

Selain suara desisan, ada juga suara gesekan atau suara merayap yang berasal dari dalam dinding, loteng, atau di bawah lantai yang dapat menjadi tanda keberadaan ular. Meskipun suara ini mungkin terdengar samar dan sulit dibedakan dari suara hewan pengerat, kita perlu waspada jika suara tersebut muncul di tempat yang tidak biasa atau pada waktu yang tidak lazim, seperti saat malam hari ketika suasana rumah sepi.

Suara kodok yang berteriak atau merintih di malam hari juga bisa menjadi pertanda bahwa kodok tersebut sedang menjadi sasaran mangsa ular, mengingat kodok sering kali menjadi makanan ular. Selain itu, suara seperti kertas yang berkerut atau goresan yang bergerak perlahan mirip dengan suara amplas juga dapat menandakan keberadaan ular.

6. Berkurangnya Hewan Pengerat atau Mangsa Lain

7 Ciri-Ciri Ada Ular Bersarang di Rumah, Waspada Sebelum Terlambat
Ular Piton di Plafon Rumah © 2025 Liputan6.com

Apabila Anda mendapati populasi tikus, katak, atau cicak di rumah berkurang secara signifikan tanpa alasan yang jelas, hal ini bisa menandakan adanya predator, seperti ular, yang memangsa mereka. Ular merupakan pemangsa alami bagi tikus dan hewan pengerat lainnya, sehingga keberadaan mereka sering kali dipicu oleh ketersediaan makanan ini di dalam rumah.

Selain itu, perubahan perilaku hewan pengerat, seperti semakin jarang terlihat atau bersembunyi lebih dalam, juga bisa menjadi pertanda adanya ular di sekitar. Penemuan sisa-sisa mangsa, seperti tulang, bulu, atau rambut, dapat menjadi indikasi keberadaan ular yang lebih jelas.

7. Penemuan Telur Ular atau Lubang/Celah Mencurigakan

8 Cara Membedakan Sarang Ular Kecil dan Ular Besar di Pekarangan Rumah
Ilustrasi sarang atau lubang ular. [Foto: Gemini] © 2025 Liputan6.com

a. Penemuan Telur Ular

Menemukan telur ular menjadi indikasi bahwa ada sarang ular di sekitar rumah. Ciri fisik telur ular yang unik membedakannya dari telur hewan lainnya.

  1. Telur ular berbentuk memanjang dan lonjong, berbeda dengan telur ayam yang bulat sempurna.
  2. Permukaan telur ular lembut, sedikit berpori, dan mudah pecah jika terkena kuku manusia.
  3. Telur ular dapat memiliki warna yang berbeda-beda, seperti putih, coklat, atau hijau, tergantung pada jenis ular.
  4. Ukuran telur ular dapat bervariasi, tetapi umumnya lebih kecil dari telur ayam.
  5. Telur ular sering ditemukan dalam kelompok, biasanya terdiri dari lima hingga enam telur sekaligus, karena ular memiliki kantong telur.
  6. Setelah bertelur, induk ular tidak mengerami telurnya, melainkan meninggalkannya di tempat yang tersembunyi, hangat, dan lembap, seperti di bawah pot bunga, tumpukan kayu, sudut gelap rumah, atau bekas sarang tikus.
  7. Umumnya, penetasan telur terjadi pada awal musim hujan.

b. Lubang atau Celah Mencurigakan

Ular tidak menggali lubang sendiri, melainkan memanfaatkan lubang yang ditinggalkan oleh hewan lain seperti tikus atau tupai untuk berlindung.

  1. Lubang atau celah yang terdapat di dinding, lantai, atau halaman, terutama yang tampak aneh, jarang disentuh, atau memiliki tepi licin akibat sering dilalui ular, harus diwaspadai sebagai kemungkinan sarang.
  2. Beberapa lubang mungkin menunjukkan tepi yang licin, disebabkan oleh seringnya dilewati oleh ular.
  3. Ular dapat masuk melalui celah sekecil 1/4 inci, sehingga setiap celah kecil harus diperhatikan dengan serius.
  4. Tempat lembap, sejuk, dan gelap seperti ruang bawah tanah, gudang, atau loteng menjadi lokasi favorit ular untuk bersembunyi dan bersarang.
Rekomendasi