Menanam berbagai jenis tanaman di pekarangan rumah bukan hanya sekadar untuk sayur-sayuran atau rempah-rempah. Saat ini, semakin banyak pemilik rumah yang mulai mempertimbangkan untuk menanam tanaman buah dan hias guna memperindah dan memberikan manfaat tambahan bagi lahan mereka. Penggunaan pekarangan untuk jenis tanaman ini tidak hanya dapat meningkatkan keindahan visual, tetapi juga menyediakan sumber pangan segar serta membantu memperbaiki kualitas udara di sekitar tempat tinggal.
Memilih jenis tanaman buah dan hias yang sesuai menjadi langkah penting untuk memaksimalkan fungsi pekarangan. Bahkan di lahan yang terbatas, terdapat banyak varietas yang dapat tumbuh dengan baik dan memberikan hasil yang melimpah. Dari buah-buahan yang nikmat hingga bunga-bunga yang menawan, setiap pilihan memiliki ciri khas tersendiri yang dapat disesuaikan dengan kondisi pekarangan dan selera pemilik rumah. Lalu, apa saja tanaman buah dan hias yang cocok di pekarangan rumah? Melansir dari berbagai sumber, Selasa (26/8), simak ulasan informasinya berikut ini.
Advertisement
1. Stroberi
Stroberi adalah salah satu buah yang sangat diminati untuk ditanam di halaman rumah, bahkan oleh mereka yang baru memulai. Tanaman ini dikenal cukup mudah untuk dibudidayakan dan dapat tumbuh dengan baik di berbagai media, termasuk pot atau wadah. Selain itu, kemampuannya untuk berfungsi sebagai penutup tanah yang menarik saat tidak berbuah juga menambah nilai estetika pada pekarangan.
Menurut Times of India, stroberi adalah buah yang paling sederhana untuk dibudidayakan dalam pot dan oleh karena itu merupakan pilihan ideal untuk taman balkon. Hal ini menunjukkan bahwa stroberi sangat fleksibel bahkan untuk lahan yang terbatas. Dengan perawatan yang tepat, tanaman tahunan berbatang rendah ini dapat menghasilkan buah yang manis dan segar.
- Sinar Matahari: Stroberi memerlukan sinar matahari penuh, setidaknya enam jam sinar matahari langsung setiap hari.
- Tanah: Tanaman ini lebih menyukai tanah yang sedikit asam (pH 5.5-6.8) dengan drainase yang sangat baik. Campurkan kompos matang untuk mendapatkan nutrisi dan drainase yang optimal.
- Penyiraman: Lakukan penyiraman secara teratur agar tanah tetap lembap, namun hindari genangan air.
- Pemupukan: Berikan pupuk dua kali setahun untuk stroberi yang berbuah pada bulan Juni atau musim semi, atau setiap dua minggu untuk stroberi yang berbuah sepanjang tahun.
- Pemangkasan: Hapus sebagian sulur (runner) sepanjang musim untuk mendorong pertumbuhan buah yang lebih besar.
Advertisement
2. Jeruk Kerdil
Pohon jeruk kerdil merupakan pilihan yang sangat baik untuk taman rumah yang memiliki lahan terbatas, karena pohon ini dapat dengan mudah ditanam di dalam wadah atau pot. Varietas ini dapat tumbuh sepanjang tahun jika dirawat dengan baik, menghasilkan buah yang lezat, daun hijau yang cerah, serta bunga yang harum, sehingga menambah keindahan pekarangan.
Rockledge Gardens menyebutkan bahwa pohon jeruk kerdil dibudidayakan menggunakan batang bawah kerdil, yang membatasi pertumbuhan pohon hingga sekitar 50% dari ukuran normalnya. Hal ini menjadikannya pilihan yang praktis untuk taman kecil atau teras. Selain menghasilkan buah, aroma bunga jeruk yang menyegarkan juga dapat menciptakan suasana yang nyaman di sekitar rumah.
- Sinar Matahari: Tanaman jeruk memerlukan setidaknya enam hingga delapan jam paparan sinar matahari langsung setiap harinya.
- Tanah: Gunakan media tanam pot yang umum atau campuran khusus 'kaktus dan jeruk' yang menyediakan drainase yang baik.
- Penyiraman: Lakukan penyiraman ketika lapisan tanah sejauh 3 inci di bagian atas terasa kering, pastikan air dapat mengalir keluar dari dasar pot.
- Pemupukan: Tanaman jeruk yang ditanam dalam wadah adalah pemakan nitrogen yang tinggi; pilih pupuk dengan rasio NPK 2-1-1 atau 3-1-1.
- Suhu: Jeruk menyukai suhu yang hangat dan kelembapan yang tinggi. Jika suhu malam hari turun di bawah 7°C, sebaiknya pindahkan tanaman ke dalam ruangan.
Advertisement
3. Pohon Ara
Pohon ara menjadi pilihan favorit bagi banyak orang untuk ditanam di taman rumah karena perawatannya yang relatif mudah. Tanaman ini tumbuh dengan baik tanpa memerlukan perhatian yang berlebihan, sehingga sangat sesuai untuk para pemula dalam berkebun.
Selain itu, pohon ara dapat beradaptasi dengan berbagai kondisi iklim dan menghasilkan buah yang lezat, yang menambah nilai guna pada halaman rumah. Salah satu keunggulan lainnya adalah kemampuannya untuk ditanam dalam pot, yang memudahkan pengendalian ukuran tanaman, sehingga sangat ideal untuk taman kecil atau teras.
- Sinar Matahari: Pastikan pohon ara mendapatkan lokasi yang hangat dan terang, dengan paparan sinar matahari penuh selama empat hingga delapan jam setiap hari.
- Tanah: Meskipun pohon ara tidak terlalu pilih-pilih tentang jenis tanah, pastikan tanah memiliki drainase yang baik.
- Penyiraman: Lakukan penyiraman secara teratur, terutama di musim panas. Siram tanaman secara menyeluruh dan biarkan tanah mengering di antara sesi penyiraman.
- Pemupukan: Berikan pupuk seimbang di musim semi setelah buah pertama muncul. Hindari penggunaan pupuk yang mengandung nitrogen tinggi.
- Pemangkasan: Lakukan pemangkasan pada akhir musim dingin untuk merapikan dan membentuk pohon agar tumbuh dengan baik.
Advertisement
4. Jambu Air
Jambu air merupakan jenis tanaman buah yang ideal untuk ditanam di halaman rumah, terutama karena perawatannya yang sederhana dan kemampuannya untuk berbuah dengan cepat. Tanaman ini mampu tumbuh di berbagai jenis tanah dan memiliki ketahanan terhadap perubahan cuaca, termasuk kondisi kering, sehingga menjadikannya pilihan yang tangguh untuk berbagai lingkungan.
Selain itu, jambu air juga memiliki berbagai manfaat, tidak hanya sebagai buah yang dapat dikonsumsi, tetapi juga dalam masakan dan pengobatan herbal. Kemudahan dalam penanaman dari biji juga menjadi salah satu keunggulan dari tanaman ini.
- Penanaman: Jambu air sangat mudah tumbuh dan dapat ditanam dari biji.
- Kondisi Tumbuh: Tanaman ini dapat tumbuh subur di berbagai kondisi, termasuk kondisi kering.
- Hama: Penting untuk menjaga tanaman dari hama ulat agar buah tidak rusak saat dipanen.
Advertisement
5. Mawar
Mawar merupakan jenis bunga yang klasik dan selalu mampu mempercantik serta memberikan aroma harum di halaman rumah. Sebagai salah satu tanaman hias yang paling diminati di seluruh dunia, mawar terkenal dengan keindahan bunga yang menawarkan berbagai warna dan aroma yang mempesona. Kehadiran mawar dapat secara signifikan meningkatkan daya tarik visual pekarangan.
Agar bunga mawar tumbuh dengan baik dan menarik, perawatannya memerlukan perhatian khusus, terutama dalam hal paparan sinar matahari dan kualitas nutrisi tanah. Selain itu, pemangkasan juga sangat penting untuk mempertahankan bentuk tanaman dan mendorong proses pembungaan.
- Sinar Matahari: Mawar memerlukan setidaknya enam jam sinar matahari langsung setiap harinya.
- Tanah: Tanam mawar di tempat yang cerah dengan drainase yang baik, tanah yang kaya akan nutrisi, dan pH sekitar 6.5.
- Penyiraman: Penyiraman yang dalam dan merata sangat penting; pastikan tanah tetap lembap tetapi hindari membasahi daun.
- Pemupukan: Berikan pupuk pada mawar secara teratur. Bubuk kopi bisa menjadi pupuk alami yang sangat baik.
- Pemangkasan: Pangkas semak mawar di awal musim semi untuk mempertahankan bentuk dan mendorong pertumbuhan baru.
Advertisement
6. Lavender
Lavender merupakan tanaman asal Mediterania yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki aroma yang khas dan menyegarkan. Tanaman ini memerlukan banyak sinar matahari dan tanah yang cepat kering agar dapat tumbuh dengan baik.
Selain memberikan efek menenangkan, lavender juga dikenal mampu mengusir serangga pengganggu seperti nyamuk, sehingga menjadi pilihan yang praktis untuk taman. Setelah tumbuh dengan baik, lavender termasuk dalam kategori tanaman yang tahan terhadap kekeringan, sehingga perawatannya menjadi lebih sederhana.
- Sinar Matahari: Tanam lavender di tempat yang mendapatkan sinar matahari penuh, minimal enam jam sinar matahari langsung setiap harinya.
- Tanah: Lavender tumbuh paling optimal di tanah yang memiliki drainase baik, seperti tanah berpasir atau berkerikil, dan sebaiknya hindari penggunaan tanah liat yang berat.
- Penyiraman: Tanaman yang masih baru memerlukan penyiraman secara teratur, tetapi setelah tanaman ini mapan, lavender dapat bertahan tanpa banyak air.
- Pemupukan: Umumnya, lavender tidak memerlukan pemupukan karena tanaman ini lebih menyukai tanah yang rendah akan nutrisi.
- Pemangkasan: Lakukan pemangkasan di akhir musim panas atau awal musim gugur setelah tanaman selesai berbunga untuk menjaga kesehatan dan bentuknya.
Advertisement
7. Bougenville
Bougainvillea, yang dikenal juga sebagai bunga kertas, merupakan tanaman hias yang sangat diminati untuk mempercantik pekarangan rumah. Tanaman ini menampilkan warna yang cerah dan menarik, serta tumbuh dengan baik di Indonesia berkat iklim tropis yang mendukung.
Kehadiran bougainvillea mampu memberikan nuansa warna yang mencolok pada lanskap rumah. Selain itu, daya tahan bougainvillea terhadap kekeringan setelah tumbuh dewasa menjadikannya pilihan ideal untuk taman yang mendapatkan sinar matahari langsung.
- Sinar Matahari: Bougainvillea memerlukan paparan sinar matahari penuh agar dapat berbunga secara optimal.
- Tanah: Tanaman ini lebih menyukai tanah yang memiliki sistem drainase yang baik.
- Penyiraman: Setelah beradaptasi, bougainvillea cukup tahan terhadap kekeringan, tetapi tetap memerlukan penyiraman secara teratur saat musim kemarau panjang.
- Pemangkasan: Melakukan pemangkasan secara rutin dapat membantu menjaga bentuk tanaman dan mendorong pembungaan yang lebih banyak.
Advertisement
8. Apel
Apel bisa direkomendasikan sebagai tanaman buah untuk pekarangan rumah di Indonesia dengan beberapa catatan khusus.
- Sudah ada varietas apel tropis
Meskipun apel identik dengan daerah dataran tinggi atau iklim subtropis, Indonesia punya varietas yang bisa beradaptasi di iklim tropis, seperti Apel Manalagi, Apel Anna, dan Apel Rome Beauty yang banyak ditanam di Malang. Suhu idealnya berkisar 15–25°C, sehingga daerah dataran tinggi lebih sesuai, tetapi dengan teknik tabulampot apel masih bisa tumbuh subur di pekarangan rumah tropis. Varietas ini tahan terhadap suhu yang relatif hangat, asal ditanam di daerah dengan ketinggian cukup (umumnya >700 mdpl).
- Bisa ditanam secara tabulampot (tanaman buah dalam pot)
Dengan teknik tabulampot, apel tidak membutuhkan lahan luas dan bisa ditanam di pekarangan rumah. Metode ini juga membuat pertumbuhan lebih terkendali serta lebih cepat berbuah (sekitar 2-3 tahun setelah tanam).
- Nilai gizi dan ekonomi tinggi
Apel kaya vitamin, serat, dan antioksidan sehingga bermanfaat bagi kesehatan keluarga. Selain itu, bila dirawat dengan baik, pohon apel bisa menghasilkan buah yang bernilai jual tinggi.
- Estetika pekarangan
Pohon apel memiliki tajuk rapi dengan daun hijau segar, sehingga bisa sekaligus mempercantik pekarangan rumah. Saat berbunga, apel juga terlihat indah.
- Mudah dipelihara dengan perawatan yang tepat
Apel tropis membutuhkan sinar matahari penuh (6-8 jam per hari), penyiraman teratur, serta pemangkasan rutin agar pertumbuhannya optimal. Dengan teknik budidaya yang sesuai, pohon apel dapat tumbuh baik di pekarangan rumah.