Apakah Makan dan Minum saat Imsak Masih Diperbolehkan? Ini Penjelasannya

Apakah benar bahwa imsak menandai awal puasa? Mari kita simak penjelasan para ulama mengenai hukum makan setelah waktu imsak.

Andre Kurniawan Kristi
Oleh Andre Kurniawan Kristi - Reporter
Apakah Makan dan Minum saat Imsak Masih Diperbolehkan? Ini Penjelasannya
Ilustrasi menu sahur, buka puasa. (Image by freepik) (© 2025 Liputan6.com)

Setiap tahun saat bulan Ramadan tiba, istilah imsak selalu menarik perhatian umat Islam. Banyak yang beranggapan bahwa imsak menandakan berakhirnya waktu sahur dan dimulainya ibadah puasa. Namun, apakah benar setelah imsak seseorang sudah dilarang untuk makan dan minum?

Kebingungan ini sering kali muncul, terutama di Indonesia, di mana imsak biasanya dikumandangkan beberapa menit sebelum adzan subuh. Sebagian orang langsung menghentikan makan sahur saat mendengar imsak, sementara yang lain memilih untuk terus makan hingga adzan subuh berkumandang. Situasi ini menimbulkan pertanyaan besar tentang kapan sebenarnya batas akhir sahur yang tepat.

Para ulama memiliki beragam pendapat mengenai imsak dan batas waktu sahur. Berdasarkan berbagai dalil dalam Al-Qur'an dan hadis, terdapat penjelasan yang mendetail mengenai kapan waktu puasa sesungguhnya dimulai. Berikut ini adalah hukum mengenai makan setelah imsak dan tujuan dari penetapan waktu imsak itu sendiri. Dalam konteks tersebut, penting bagi umat Muslim untuk memahami dengan jelas kapan mereka harus berhenti makan dan minum agar ibadah puasa dapat dilaksanakan dengan benar.

Apa yang Dimaksud dengan Imsak dan dari Mana Asalnya?

Secara etimologis, kata imsak berasal dari "al-imsak" yang berarti menahan diri. Dalam praktik puasa, istilah ini merujuk pada waktu di mana seseorang dianjurkan untuk mulai menahan diri dari makan dan minum sebelum waktu subuh tiba.

Menurut Agus Supriadi, Lc., M.H.I, seorang dosen di Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang, istilah imsak mulai dikenal luas sejak zaman Turki Usmani dan Mesir pada sekitar tahun 1400-an. "Biasanya waktu imsak digunakan untuk membersihkan diri atau mulut dari sisa-sisa makanan setelah sahur. Bisa dengan berkumur atau juga menyikat gigi," jelasnya, dikutip dari malangkota.go.id.

Di Indonesia, Kementerian Agama telah menetapkan waktu imsak sebagai pengingat bagi umat Muslim untuk bersiap menjalani puasa. Umumnya, waktu imsak ditetapkan sekitar 10 hingga 15 menit sebelum adzan subuh. Namun, timbul pertanyaan, apakah imsak berarti bahwa seseorang sudah tidak diperbolehkan untuk makan dan minum lagi? Hal ini menjadi penting untuk dipahami agar pelaksanaan puasa dapat dilakukan dengan baik dan benar.

Referensi dari Al-Qur'an dan Hadis Mengenai Waktu Terakhir untuk Sahur

Dalam Surah Al-Baqarah ayat 187, Al-Qur'an secara tegas menetapkan batas akhir waktu sahur: "Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar." (QS. Al-Baqarah: 187). Ayat ini menjelaskan bahwa seseorang masih diperbolehkan untuk makan dan minum hingga tiba waktu fajar atau subuh.

Selain itu, hadis Nabi Muhammad SAW juga memperkuat pemahaman ini. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda: "Bilal biasa mengumandangkan adzan di malam hari. Makan dan minumlah sampai kalian mendengar adzan Ibnu Ummi Maktum." Dari hadis tersebut, kita dapat menarik kesimpulan bahwa waktu puasa dimulai saat adzan subuh dikumandangkan, bukan pada saat imsak.

Pandangan Para Ulama Menyatakan bahwa Imsak Ditujukan untuk Kehati-hatian, bukan Sebagai Larangan

Para ulama sepakat bahwa imsak bukanlah batasan wajib untuk berhenti makan, melainkan lebih kepada langkah kehati-hatian agar tidak terlambat hingga waktu subuh tiba. Syaikh 'Abdul Aziz bin Baz, yang merupakan mantan ketua Komisi Fatwa Arab Saudi, menjelaskan bahwa tidak ada bukti yang mewajibkan seseorang untuk berhenti makan 15 menit sebelum subuh. "Yang sesuai dengan dalil adalah menahan diri dari makan dan minum saat terbit fajar," ujarnya.

Hal ini sejalan dengan pendapat Imam Al-Mawardi dalam kitab Iqna', di mana beliau menyatakan, "Lebih baik berimsak sedikit lebih awal sebelum terbitnya fajar agar puasa lebih sempurna, namun bukan sebagai kewajiban."

Apakah Puasa Menjadi Batal jika Makan Setelah Imsak?

Berdasarkan penjelasan para ulama dan dalil yang ada, makan setelah imsak tidak akan membatalkan puasa. Selama adzan subuh belum berkumandang, seseorang masih diperbolehkan untuk menyelesaikan sahur. Hal ini sejalan dengan hadis Rasulullah SAW: "Jika salah seorang di antara kalian mendengar adzan sedangkan sendok terakhir masih ada di tangannya, maka janganlah dia meletakkan sendok tersebut hingga dia menyelesaikannya." (HR. Abu Daud, Hasan Shahih). Hadis ini menegaskan bahwa jika adzan sudah berkumandang sementara seseorang masih dalam keadaan makan, ia diizinkan untuk menghabiskan suapan terakhirnya sebelum benar-benar memulai puasa.

Namun, dalam kitab Al Majmu', Imam Nawawi rahimahullah menjelaskan, "Kami katakan bahwa jika fajar terbit sedangkan makanan masih ada di mulut, maka hendaklah dimuntahkan dan ia boleh teruskan puasanya. Jika ia tetap menelannya padahal ia yakin telah masuk fajar, maka batallah puasanya." Dengan demikian, penting bagi setiap orang yang berpuasa untuk memperhatikan waktu adzan dan memastikan bahwa mereka tidak mengonsumsi makanan setelah fajar terbit. Ini menunjukkan betapa pentingnya memahami waktu-waktu yang diperbolehkan dalam menjalankan ibadah puasa.

Imsak bukanlah Sinyal untuk Memulai Puasa

Dari berbagai sumber dan pendapat para ulama, dapat disimpulkan bahwa imsak tidaklah menjadi batas akhir untuk sahur. Waktu imsak ditetapkan sebagai peringatan agar seseorang lebih berhati-hati dalam menyelesaikan sahurnya sebelum waktu subuh tiba.

Bagi mereka yang masih makan saat imsak, tidak perlu merasa khawatir. Seseorang masih diperbolehkan untuk makan dan minum hingga adzan subuh dikumandangkan. Namun, sebaiknya sudah bersiap untuk berhenti makan beberapa saat sebelum subuh demi menjaga kehati-hatian.

Pertanyaan dan Jawaban Mengenai Imsak dan Sahur

Q: Apakah sahur harus dihentikan saat imsak?

A: Tidak, sahur masih bisa dilakukan hingga adzan subuh berkumandang. Hal ini menunjukkan bahwa waktu untuk sahur tidak terputus hanya karena imsak.

Q: Apakah makan setelah imsak akan membatalkan puasa?

A: Tidak, selama makan dilakukan sebelum adzan subuh, puasa tetap dianggap sah. Ini penting untuk diketahui agar tidak ada kesalahpahaman mengenai waktu sahur dan puasa.

Q: Apa tujuan dari adanya waktu imsak?

A: Waktu imsak ditetapkan sebagai peringatan agar umat Muslim tidak melewatkan waktu sahur. Dengan adanya imsak, diharapkan orang-orang lebih berhati-hati dan siap untuk menjalankan puasa.

Q: Dari mana asal-usul waktu imsak?

A: Imsak berasal dari tradisi pada masa Turki Usmani dan Mesir yang bertujuan untuk memberikan kehati-hatian sebelum waktu subuh tiba. Tradisi ini masih dipertahankan hingga kini untuk menjaga kesucian ibadah puasa.

Rekomendasi