Masa Depan Kepemimpinan di Era Digital dan AI, Kunci Sukses bagi Pemimpin Masa Kini

Mengawali 2025, AMA Malang menggelar seminar berjudul The Future of Leadership: Kunci Sukses Memimpin di Era Digital dan AI bersama Haryo Ardito.

Titah Mranani
Oleh Titah Mranani - Reporter
Masa Depan Kepemimpinan di Era Digital dan AI, Kunci Sukses bagi Pemimpin Masa Kini
Seminar AMA Malang (merdeka.com)

Perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI), semakin mengubah lanskap bisnis dan kepemimpinan. Untuk menghadapi tantangan ini, para pemimpin harus memiliki visi, strategi, serta kemampuan beradaptasi yang tinggi.

Seminar bertajuk The Future of Leadership: Kunci Sukses Memimpin di Era Digital dan AI yang berlangsung di Hotel Tugu Malang (7/2/2025), disampaikan oleh Haryo Ardito, seorang business coach dan trainer, membahas berbagai aspek penting dalam kepemimpinan modern.

Peran AMA dalam Pengembangan Kepemimpinan

Dalam seminar ini, Cornelis Sutiono selaku Presiden AMA Malang menyoroti peran Asosiasi Manajemen Indonesia (AMA) dalam membangun dan mengembangkan kepemimpinan di Indonesia. AMA telah tersebar di 14 kota, termasuk AMA Malang yang telah berdiri selama hampir 30 tahun. Keberadaan AMA memberikan kontribusi besar dalam mencetak pemimpin berkualitas melalui berbagai pelatihan dan seminar yang relevan dengan perkembangan zaman.

Kepemimpinan dan Filosofi Yin-Yang dalam Feng Shui

Sebagai pembuka, dalam seminar kali ini Drs. Hariadi, seorang Geomancer Feng Shui, juga berbicara mengenai filosofi yin-yang yang berhubungan erat dengan empat musim di Tiongkok. Dalam konteks kepemimpinan, keseimbangan yin-yang dapat diterapkan dalam memahami dinamika organisasi dan individu di dalamnya. Shio dalam astrologi Tiongkok juga dikaitkan dengan musim dan dapat memberikan wawasan tambahan dalam memahami karakter seseorang dalam kepemimpinan.

Seminar AMA Malang
Seminar AMA Malang merdeka.com

Menentukan Visi dan Misi: Kunci Sukses dalam Kepemimpinan

Pada seminar terkait Leadership ini, Haryo Ardito menekankan pentingnya memiliki visi dalam menjalankan bisnis. Ia mengibaratkan hal ini seperti lagu anak-anak Bintang Kecil, yang mengajarkan bahwa kita harus memiliki gambaran masa depan yang jelas. Menentukan tujuan yang spesifik dan konkrit menjadi langkah awal dalam meraih kesuksesan.

Haryo mengajak peserta untuk berkata, "Saya ingin sukses!! Suatu hari nanti saya harus sukses!! Saya punya tabungan 100 juta!!" Namun, ia juga mengingatkan bahwa banyak impian masa kecil yang tidak terwujud karena tidak dikonkretkan. Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa mimpi harus diwujudkan dalam tindakan nyata.

"Kita harus menghindari kata-kata 'terserah' dalam menentukan tujuan. Jika Anda mengatakan 'terserah', berarti Anda menyerahkan hidup Anda kepada orang lain. Padahal, hidup ada di tangan kita sendiri," ungkapnya.

Strategi dalam Meningkatkan Produktivitas dan Profitabilitas

Dalam bisnis, keberhasilan tidak hanya bergantung pada impian semata, tetapi juga pada strategi konkret untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan. Haryo memperkenalkan konsep Plan-Do-Check-Act (PDCA), yaitu:

Plan (Perencanaan): Menentukan sasaran dalam bentuk angka dan satuan yang konkret.

Do (Pelaksanaan): Melatih keterampilan seperti motivasi, komunikasi, kerja sama tim, pemecahan masalah, dan pengambilan keputusan.

Check (Evaluasi): Menilai hasil dan mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki.

Act (Tindakan): Mengimplementasikan perbaikan berdasarkan evaluasi.

Ia juga menekankan bahwa gaya kepemimpinan yang efektif harus visioner, melayani, rendah hati, tegas, mampu mendelegasikan tugas, serta bersifat demokratis.

Kualitas yang Harus Dimiliki Seorang Pemimpin

Menurut Haryo, seorang pemimpin sejati tidak hanya fokus pada aspek teknis, tetapi juga harus meningkatkan keterampilan hubungan manusia (human relations skills). Salah satu kunci dalam kepemimpinan adalah memahami karakter orang-orang yang dipimpin dan memastikan mereka berada di posisi yang tepat (right man on the right job).

"Kalo Anda mampu memberikan direction kepada orang, berarti Anda memiliki jiwa leader. Dan Anda bisa menunjukkan bahwa Anda juga bisa melakukan apa yang bawahan Anda lakukan," ujarnya.

Lebih lanjut, seorang pemimpin yang baik harus dapat mengembangkan timnya hingga mereka bisa menggantikan peran sang pemimpin. "Sebagai leader harus punya kemampuan people development sampai orang tersebut bisa menggantikan Anda atau reproduction. Maka Anda akan mendapatkan respect dari orang yang Anda pimpin," tambahnya.

Seminar AMA Malang
Seminar AMA Malang merdeka.com

Model Kepemimpinan Jack Welch: 4E + 1P

Haryo juga mengangkat konsep kepemimpinan dari Jack Welch yang dikenal sebagai 4E + 1P:

Energy (Energi): Seorang pemimpin harus memiliki energi tinggi untuk memimpin timnya.

Energize (Memberikan Energi): Mampu memotivasi dan menginspirasi tim.

Edge (Keberanian Mengambil Keputusan): Berani mengambil keputusan sulit.

Execute (Eksekusi): Mampu menjalankan strategi dengan efektif.

Passion (Hasrat): Memiliki gairah tinggi agar tidak mudah menyerah.

Kepemimpinan Transformasional dan Siklus Hidup Organisasi

Haryo juga menyoroti kepemimpinan dalam konteks transformasional. Salah satu contoh nyata adalah PT Kereta Api Indonesia (KAI), yang berhasil melakukan transformasi besar-besaran sehingga layanan transportasi menjadi lebih nyaman dan efisien.

Dalam siklus hidup organisasi, ada tahap stabilitas yang bisa menjadi zona nyaman. Jika dibiarkan, hal ini dapat menyebabkan kemunduran atau bahkan kehancuran perusahaan. "Saat berada di posisi stabil, kita harus meremajakan diri, menciptakan tantangan baru, sehingga kita terus belajar dan berkembang," ujarnya.

Ia juga mengutip pepatah, "Kita tidak perlu hebat untuk memulai. Tapi jika ingin jadi hebat, kita harus memulai."

AI dan Perubahan Mindset dalam Kepemimpinan

Seiring dengan perkembangan AI, para pemimpin harus memiliki change mindset agar bisa beradaptasi dengan perubahan. "Yang penting kita tahu dunia berubah dengan cepat, jadi Anda harus mengikuti supaya kita bisa tahu tools apa yang bisa berguna buat kita," jelas Haryo.

Kemampuan dalam menguasai search engine juga menjadi penting agar seorang pemimpin dapat menemukan solusi atas berbagai permasalahan yang dihadapi.

Sunjoyo, yang merupakan Vp Coorporate & Business AMA Malang, bertanya mengenai cara menyikapi karyawan yang sudah menggunakan AI dan bagaimana memotivasi mereka untuk terus berkembang.

Haryo menanggapi, "AI itu tools, saat pekerja ada target, anak buah harus didorong untuk menggunakan AI supaya bisa lebih baik dan lebih cepat. Jika sudah menemukan efisiensi kerja, kita bisa memberikan target yang lainnya. Leader harus punya awareness terhadap perkembangan teknologi."

Menghadapi Tantangan dalam Kepemimpinan

Ketika ditanya apakah AI menjadi ancaman bagi pemimpin atau pebisnis, Haryo menjawab bahwa manajemen dan kepemimpinan harus terus berkembang seiring waktu. "Pebisnis yang menguasai AI akan lebih unggul dibanding yang lain. Harus update dan upgrade. Teruslah beradaptasi dengan perkembangan zaman," tegasnya.

Mengenai tantangan dalam memimpin anak buah yang sulit menghadapi tekanan, Haryo menyarankan agar merekrut individu yang memiliki motivasi tinggi. "Jangan rekrut anak muda yang terjebak di zona nyaman, tapi rekrut anak muda yang ingin maju," tutupnya.

Seminar ini memberikan wawasan mendalam tentang kepemimpinan di era digital dan AI. Para pemimpin masa kini harus memiliki visi, kemampuan adaptasi, serta keterampilan strategis untuk terus berkembang dan membawa timnya menuju kesuksesan. Dengan pendekatan yang tepat, AI bukanlah ancaman, melainkan peluang besar bagi pemimpin untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing di dunia bisnis yang terus berubah.

Rekomendasi