Mengapa Perceraian Semakin Meningkat? Ini 5 Faktor yang Mempengaruhinya

Sekitar 40% pernikahan berakhir perceraian, dengan 1 juta pasangan berpisah setiap tahun, menurut studi Psychosomatic Medicine 2015.

Edelweis Lararenjana
Oleh Edelweis Lararenjana - Reporter
Mengapa Perceraian Semakin Meningkat? Ini 5 Faktor yang Mempengaruhinya
ilustrasi pasangan bertengkar/photo created by yanalya - www.freepik.com (© 2025 Liputan6.com)

Perceraian saat ini tidak lagi dianggap sebagai hal yang tabu, karena semakin banyak orang yang menyadari bahwa mereka tidak perlu tetap dalam ikatan pernikahan yang membuat mereka menderita.

Berbagai faktor berkontribusi pada fenomena ini; selain alasan yang sudah jelas, baik pria maupun wanita kini lebih mengutamakan kesehatan mental mereka.

Menurut sebuah studi yang diterbitkan dalam Psychosomatic Medicine pada tahun 2015, sekitar 40% pernikahan berakhir dengan perceraian, dan setiap tahun sekitar 1 juta pasangan memilih untuk bercerai, sebagaimana dilaporkan oleh Times of India pada Senin (3/2/2025).

Dengan demikian, berikut adalah beberapa alasan yang mendasari semakin banyaknya pasangan yang gagal dalam pernikahan yang dilansir Merdeka.com.

1. Perselingkuhan

Hati-hati! 7 Tabiat Buruk Ini Sering Jadi Penyebab Retaknya Rumah Tangga
mimpi berantem dengan teman Ilustrasi dibuat AI © 2025 Liputan6.com

Perselingkuhan merupakan salah satu penyebab utama terjadinya perceraian. Ketika seseorang memilih untuk berpisah demi memenuhi kebutuhan pribadi, baik itu secara seksual maupun emosional, hal ini dapat memicu kehancuran dalam hubungan pernikahan.

Memperbaiki kepercayaan yang telah rusak bukanlah hal yang mudah. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Psikologi Pasangan dan Keluarga pada tahun 2013 menunjukkan bahwa banyak individu yang bercerai menganggap perselingkuhan sebagai faktor penting yang memengaruhi keputusan mereka untuk berpisah.

2. Segala Bentuk Tindakan Pelecehan

Ternyata Ada 6 Pasang Zodiak yang Sebaiknya Tidak Menjalin Hubungan Cinta
ilustrasi pasangan cinta/Photo by H Thnh © 2025 Liputan6.com

Pelecehan fisik jelas tidak dapat diterima, namun banyak orang yang tidak menyadari bahwa pelecehan emosional juga sama sekali tidak bisa ditoleransi.

Kebutuhan untuk mengontrol, tuntutan tanpa memberikan dukungan, perilaku yang tidak bertanggung jawab, gaslighting, serta ledakan kemarahan adalah bentuk-bentuk pelecehan emosional. Mereka yang menyadari situasi ini mulai mengambil langkah untuk melindungi diri mereka dengan mengajukan gugatan cerai.

3. Kurangnya kasih sayang

8 Cara untuk Mengetahui Orang yang Toxic, Jangan Menyesal Nantinya
ilustrasi pasangan bertengkar/photo created by yanalya - www.freepik.com © 2025 Liputan6.com

Kita sering kali lupa untuk mengungkapkan "Aku mencintaimu" kepada pasangan setelah menikah. Seiring waktu, kita menerima kasih sayang secara otomatis dan perlahan-lahan mengurangi perhatian yang diberikan kepada pasangan, yang menjadi salah satu penyebab utama perceraian.

Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Sex & Marital Therapy pada tahun 2020, dari survei terhadap 2.371 perceraian, hampir setengah dari responden menyatakan bahwa kurangnya cinta dan keintiman menjadi masalah utama. Ketidaktersediaan secara emosional juga menjadi alasan yang valid untuk perceraian.

4. Perbedaan Kebutuhan di Kamar Tidur

88 Kata-Kata untuk Pacar yang Marah, Cocok Jadi Rayuan dan Permintaan Maaf
88 Kata-Kata untuk Pacar yang Marah, Cocok Jadi Rayuan dan Permintaan Maaf @ 2024 merdeka.com

Seiring berjalannya waktu, seringkali kita menghadapi perbedaan dalam kebutuhan seksual.

Banyak pasangan yang mulai mempertimbangkan pernikahan terbuka, sementara yang lebih umum adalah perbedaan dorongan seksual. Ketidakcocokan dalam hal ini dapat menjadi pemicu perpecahan antara Anda dan pasangan.

5. Menghina Pasangan

Ilustrasi pacar marah, minta maaf
<p>Ilustrasi pacar marah, minta maaf. (Image by drobotdean on Freepik)</p> @ 2023 merdeka.com

Setiap pasangan pasti memiliki kekurangan, dan kita semua menyadari hal itu.

Penting bagi kita untuk menerima pasangan dengan segala kelebihan dan kekurangan yang dimiliki. Namun, masalah akan timbul ketika kita mulai memandang pasangan kita sebagai orang yang lebih rendah.

Ini adalah pertanda red flag. Sikap merendahkan seperti tatapan sinis, ejekan, dan hinaan dapat sangat merusak hubungan dan sering kali berujung pada perceraian.

Rekomendasi