Rahasia Bikin Tato Henna yang Aman, Tangan dan Kaki Jadi Lebih Cantik dan Indah

Menggunakan henna perlu beberapa trik supaya hasil tampilan yang cantik dan tetap aman di kulit.

Titah Mranani
Oleh Titah Mranani - Reporter
Rahasia Bikin Tato Henna yang Aman, Tangan dan Kaki Jadi Lebih Cantik dan Indah
Ilustrasi Pakai Henna (© 2023 merdeka.com)

Tato henna telah lama menjadi alternatif populer bagi mereka yang ingin menghiasi tubuh dengan gambar artistik tanpa komitmen jangka panjang. Terbuat dari bahan alami, tato henna umumnya dianggap aman dan bahkan sering digunakan dalam upacara adat berbagai budaya.

Meski tato henna tergolong aman karena sifatnya yang temporer, penggunaannya pada kulit tetap memerlukan perhatian khusus agar tidak menimbulkan reaksi buruk. Berikut adalah informasi lengkap seputar tato henna, dari bahan pembuatnya hingga potensi risiko dan cara-cara untuk menghindari efek samping yang merugikan.

Apa Itu Tato Henna dan Apakah Benar-benar Aman?

Henna berasal dari dedaunan tanaman Lawsonia inermis yang dikeringkan dan dihaluskan menjadi bubuk. Bubuk ini kemudian dicampur dengan air untuk membuat pasta yang diaplikasikan pada kulit, memberikan warna alami yang khas, seperti cokelat kemerahan atau oranye.

Dalam beberapa kasus, produk henna juga dijual dalam warna lain, seperti hitam atau biru, yang biasanya mengandung tambahan bahan kimia agar warna terlihat lebih pekat dan tahan lama.

Tidak seperti tato permanen yang melibatkan tinta dan jarum khusus, tato henna bersifat sementara dan umumnya akan memudar dalam 2-4 minggu. Hal ini membuat tato henna menarik bagi mereka yang ingin tampil beda tanpa harus berkomitmen pada tato permanen.

Namun, meskipun penggunaan henna sebagai pewarna kulit cukup populer, baik FDA di Amerika Serikat maupun BPOM di Indonesia sebenarnya mengatur penggunaannya secara terbatas, terutama karena beberapa produk henna berpotensi menyebabkan reaksi alergi.

Ilustrasi Pakai Henna
Ilustrasi Pakai Henna © 2023 merdeka.com

Risiko dan Efek Samping Tato Henna pada Kulit

Tato henna memiliki risiko yang mungkin tidak disadari banyak orang. Sebagian orang mengalami reaksi alergi serius setelah menggunakan henna, seperti dilaporkan oleh FDA. Gejala yang dilaporkan termasuk kemerahan, lecet, dan luka pada kulit, bahkan ada yang mengalami perubahan warna kulit serta jaringan parut. Hal ini diduga terjadi karena adanya zat tambahan pada beberapa produk henna untuk menghasilkan warna yang lebih intens dan tahan lama.

Salah satu bahan tambahan yang sering ditemukan pada henna adalah pewarna kimia p-phenylenediamine (PPD), yang sering terdapat dalam pewarna rambut. PPD ini dianggap sebagai salah satu penyebab utama reaksi alergi pada kulit setelah penggunaan henna. Dr. Laksmi Duarsa, SpKK, seorang dokter spesialis kulit, menyarankan agar selalu melakukan tes kulit terlebih dahulu sebelum menggunakan henna.

"Oleskan sedikit pasta henna pada area kecil kulit yang tertutup, seperti lengan bagian dalam, dan biarkan selama 2-3 jam. Jika tidak muncul reaksi seperti gatal atau kemerahan, Anda bisa melanjutkan menggunakannya," ujar Dr. Laksmi. Namun, jika muncul reaksi negatif, seperti iritasi atau kemerahan, sebaiknya segera hentikan penggunaan henna dan bersihkan dengan air mengalir dan sabun.

Tips Aman Memakai Tato Henna untuk Menghindari Risiko Alergi

Agar tetap aman saat menggunakan tato henna, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  1. Lakukan Tes Kulit Terlebih Dahulu: Tes kulit sangat penting untuk memastikan henna tidak menyebabkan iritasi. Aplikasikan sedikit pada area kecil dan tunggu reaksinya.
  1. Gunakan Produk Henna Alami: Sebaiknya pilih produk henna alami yang tidak mengandung zat tambahan seperti PPD. Henna dengan pewarna alami cenderung lebih aman dan tidak berisiko tinggi.
  1. Hindari Produk dengan Warna Selain Cokelat atau Merah: Henna yang mengklaim warna hitam, biru, atau hijau kemungkinan besar mengandung pewarna sintetis yang berpotensi menyebabkan alergi.
  1. Hati-hati dengan Harga yang Terlalu Murah: Produk henna yang murah sering kali mengandung bahan tambahan untuk memperkuat warna, sehingga meningkatkan risiko alergi. Prioritaskan kualitas agar kesehatan kulit tetap terjaga.
Ilustrasi Pakai Henna
Ilustrasi Pakai Henna © 2023 merdeka.com

Tato Henna Tidak Dianjurkan untuk Orang dengan Defisiensi G6PD

Meski tato henna terlihat aman dan menarik, bagi mereka yang memiliki defisiensi G6PD, penggunaannya dapat berbahaya. Defisiensi G6PD adalah kondisi genetik di mana tubuh tidak memiliki cukup enzim glucose-6-phosphate dehydrogenase. Enzim ini berperan penting dalam menjaga stabilitas sel darah merah. Pada orang dengan kondisi ini, penggunaan henna berisiko memicu hemolisis atau kerusakan sel darah merah yang cepat, sehingga dapat menyebabkan anemia hemolitik.

Gejala anemia hemolitik antara lain kelelahan, sesak napas, dan kulit serta mata yang tampak kuning. Pada beberapa kasus, orang dengan defisiensi G6PD mungkin tidak menyadari kondisinya karena gejala sering kali tidak muncul sejak awal. Namun, kontak dengan bahan-bahan tertentu, termasuk henna, bisa memicu kondisi ini menjadi serius.

Menjaga Kesehatan Kulit dan Tubuh dengan Bijak

Penggunaan tato henna memang dapat menambah keindahan dan keunikan pada penampilan. Namun, penting untuk memperhatikan kualitas produk dan meminimalkan risiko efek samping. Hindari penggunaan henna tanpa melakukan tes kulit, dan jika memiliki kondisi kesehatan tertentu, konsultasikan terlebih dahulu dengan ahli medis.

Kesehatan kulit adalah bagian penting dari kecantikan, dan perawatan yang tepat harus menjadi prioritas. Ingatlah, “Cantik bukan hanya dari luar, tapi juga dari dalam,” dan menjaga kesehatan kulit serta tubuh secara keseluruhan adalah langkah terbaik untuk tampil menawan.

Rekomendasi