Tren kuliner Korea kini memang semakin digandrungi, terlebih karena banyaknya drama Korea yang menampilkan berbagai sajian lezat yang bikin ngiler. Popularitas makanan Korea yang makin meningkat juga ikut membuka peluang usaha baru. Bagi yang sering bereksperimen dengan berbagai sajian khas Korea, ada kesempatan lebar untuk mengembangkan usaha kulinernya sendiri, lho.
Hal ini juga yang dilakukan Alan. Iseng mencoba membuat kimchi khas Korea, ternyata malah menjadi awal dari perjalanannya mengembangkan boskimchi di Semarang. Intip ceritanya lebih lanjut, yuk!
Advertisement
Berawal Coba-Coba Saat Masih Jadi Mahasiswa
Perjalanan boskimchi diawali pada tahun 2018, di mana saat itu Alan masih berstatus sebagai mahasiswa. Iseng membuat kimchi, ternyata hasilnya disukai oleh teman-teman dekatnya.
“Kemudian terinspirasi untuk menjual kimchi homemade karena masih jarang yang menjual kimchi homemade di Semarang. Lalu Juni 2018, saya dibantu partner berdua membuka pre order pertama kimchi,” cerita Alan saat diwawancarai tim ManisdanSedap.
Menginjak tahun 2020, Alan mulai aktif memasarkan kimchi produksinya di marketplace yang saat itu sedang dalam masa pandemi. Nama boskimchi dipilih untuk usahanya yang dianggap mengandung doa dan harapan di masa depan.
“Nama Boskimchi merupakan doa yang saya tuangkan dalam nama supaya di kemudian hari dapat menjadi ‘bos’ untuk produsen Kimchi, dan hopefully produk makanan Korea yang lain,” jelasnya.
Advertisement
Deretan Produk Kimchi yang Mengutamakan Kualitas Bahan Baku
Alan bercerita bahwa di awal mengembangkan boskimchi, mereka hanya menjual 1 produk saja yaitu Kimchi Sawi Putih yang saat ini tetap jadi andalan. Seiring berjalannya waktu, varian kimchi yang ditawarkan pun semakin beragam seperti Kimchi Lobak, Kimchi Timun, Kimchi Daun Bawang, Kimchi Kucai, Kimchi Lokio, dan Kimchi Perilla.
Karena kimchi merupakan menu khas Korea, hal ini pun mempengaruhi bahan baku yang digunakan. “Beberapa bahan contoh bubuk cabai memang harus asli Korea, untuk bahan sayur dan bumbu lainnya bisa kami sesuaikan dengan produk lokal. Yang penting bahan baku harus yang berkualitas dan segar,” lanjut Alan.
Alan pun menjelaskan bahwa teknik pembuatan kimchi sebenarnya sederhana dan minim pengolahan. Namun, hal ini membuatnya sangat bergantung pada kualitas bahan baku yang digunakan. “Jadi kami menjaga agar proses produksi tetap bersih karena faktor kebersihan akan sangat mempengaruhi produk akhirnya juga, karena proses fermentasi melibatkan bakteri baik,” ungkap Alan.
Produk boskimchi ini sudah pernah dikirim ke berbagai kota di Indonesia, bahkan sampai Aceh dan Papua. Untuk menyiasati proses pengiriman di suhu ruang, ia membagi produknya menjadi fermented kimchi dan fresh kimchi.
“Untuk yang fermented itu sudah difermentasi di suhu ruang 1 hari dan kulkas 1 hari, minimal ini jadi gold standardnya untuk waktu fermentasi boskimchi. Kalau yang fresh itu diproduksi di hari yang sama untuk menyiasati pengiriman luar kota dengan ekspedisi di suhu ruang. Jadi pas banget waktu sampai sudah bisa langsung dikonsumsi customer,” jelas Alan.
Kimchi sendiri sebenarnya bisa bertahan hingga 3 bulan di dalam kulkas. Namun, Alan menyarankan buat yang nggak terlalu suka asam sebaiknya dihabiskan dalam waktu 1 bulan saja.
Advertisement
Tantangan Memasarkan dan Menjaga Kualitas Produk
Selama mengembangkan boskimchi, Alan pun menghadapi berbagai tantangan dalam memasarkan maupun menjaga kualitas produk.
“Untuk memasarkan produk yang lebih luas lagi, salah satu solusinya adalah lewat marketplace dan dikirim ke luar kota. Dengan membuka pengiriman ke luar kota artinya harus merancang kemasan dan sistem produksi yang mendukung agar barang aman dan tetap segar sampai di tangan konsumen, mengingat karakteristik dari Kimchi yang basah dan cukup beresiko untuk dikirim dengan ekspedisi,” lanjut Alan.
Seiring dengan usahanya yang masih terus berjalan, Alan pun memiliki harapan untuk bisa terus mengembangkan usaha kuliner tersebut. Salah satunya adalah mengenalkan produk kimchi yang lebih luas lagi.
“Harapan saya untuk kedepannya agar bisa menyediakan dan mengenalkan lebih luas lagi sajian kimchi yang tidak hanya enak tetapi juga memiliki segudang manfaat tentunya dengan harga yang terjangkau. Tidak terbatas di Kota Semarang saja tetapi ke seluruh Indonesia,” pungkasnya.
Harapan Alan untuk memasarkan usaha kulinernya lebih luas lagi pun mendapatkan dukungan dari ManisdanSedap.com. Platform kuliner ini merupakan bagian dari KLY (KapanLagi Youniverse) sebagai Digital Media Network yang menaungi Liputan6.com, Merdeka.com, KapanLagi.com, Dream.co.id, Brilio.id, Fimela.com, Bola.com, Bola.net, dan Otosia.com.
ManisdanSedap.com hadir untuk membantu para pencinta kuliner dalam melakukan pre order menu favorit mereka. Namun, nggak hanya itu saja karena platform ini juga memberikan dukungan kepada para seller UMKM lokal. Hal ini karena ManisdanSedap.com berperan sebagai ‘etalase’ online dari produk yang dijual, sehingga memperluas promosi produk mereka.
Dilengkapi juga dengan fitur tombol pemesanan, tinggal klik saja maka kamu akan terhubung langsung ke nomor WhatsApp untuk melakukan pemesanan. Transaksi juga dilakukan di luar platform, sehingga lebih mudah dan nggak pakai ribet!