Santa Claus akan membagi-bagikan hadiah untuk anak-anak yang penurut di hari Natal. Dia akan masuk lewat cerobong asap dan meninggalkan sekotak kado, sebelum terbang kembali bersama kereta salju yang ditarik oleh Rudolph si rusa. Itulah mitos tentang Natal yang populer di film maupun buku fiksi.
Namun lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya. Setiap negara mungkin mengenal mitos-mitos yang berbeda mengenai hari lahir Isa Almasih. Dilansir TopTenz, berikut ini kami tampilkan deretan mitos seputar Natal yang familiar di sejumlah negara.
Advertisement
Belsnickel adalah sosok kurus berbaju bulu dengan lonceng dan topeng menutup wajah. Di Eropa zaman pertengahan, dia dikenal layaknya Sinterklas atau Santa Claus.
Belsnickel akan memberikan hadiah berupa mainan atau permen kepada anak-anak yang bersikap baik sepanjang tahun. Dalam beberapa cerita, anak-anak yang nakal akan diculiknya, lalu dibawa ke hutan untuk mendapatkan hukuman. Namun dia juga akan menawarkan kesempatan kedua untuk menjadi anak yang baik, dengan imbalan tarian atau nyanyian bagi si Belsnickel.
Advertisement
Di Islandia, ada mitos tentang Gryla yang sudah dikenal sejak zaman pagan kuno. Gryla dalah troll gunung yang sangat menakutkan dengan tiga belas ekor menggantung di belakangnya. Gryla selalu marah karena rasa lapar akan daging anak-anak yang tak kunjung terpuaskan.Setiap Natal dia turun gunung untuk mencari anak-anak yang nakal. Ketika dia menemukan mereka, dimasukkannya anak-anak itu ke dalam karung, kemudian dibawa pulang untuk direbus hidup-hidup.
Advertisement
Bisa dikatakan La Befana adalah Santa Claus-nya Italia. Dalam perayaan Epiphany, sosok wanita renta ini akan berkeliling dengan sapu terbangnya mencari anak-anak. Jika bertemu anak yang baik, dihadiahinya anak itu dengan permen. Jika anak nakal yang ditemuinya, La Befana akan memberikan segenggam batu bara. Sementara para pemilik rumah akan meninggalkan segelas anggur di depan pintu untuk si penyihir Natal.Dongeng mengenai La Befana bermula di abad tiga belas. Konon saat itu rumah sang penyihir didatangi orang-orang majus dari timur yang hendak menuju Bethlehem untuk menyambut kelahiran Yesus. Mereka mengetuk pintu rumah La Befana untuk menanyakan arah sekaligus mengajak si penyihir untuk turut serta. La Befana menolak bergabung, lalu berubah pikiran begitu para tamunya sudah pergi. Kemudian dia meninggalkan permen di setiap pintu rumah yang memiliki anak kecil, berharap akan bertemu Yesus di salah satunya.
Advertisement
Legenda Frau Perchta sangat terkenal, khususnya di Jerman dan Austria. Penyihir Natal ini juga dikenal dengan sebutan 'penyobek perut', karena suka mengiris perut seseorang malas atau melakukan terlalu banyak perbuatan buruk dalam setaun, kemudian mengambil isinya. Organ perut yang dicuri digantinya dengan sampah. Frau Perchta juga dikatakan suka memotong lidah anak-anak yang berbohong, dan jika dia menemukan pekerjaan pemintal setengah jadi, dia akan membakarnya. Dia diikuti oleh sekelompok setan yang menyiksa orang-orang jahat, namun dia juga dikatakan melindungi orang-orang baik dari roh-roh jahat itu.Dalam beberapa cerita rakyat, Frau Perchta digambarkan sebagai wanita cantik yang mengenakan pakaian serba putih, tetapi dalam versi yang lebih gelap, ia dikatakan sebagai wanita tua jelek dengan hidung panjang melengkung dan mengenakan kain rombeng. Dia akan mengunjungi rumah-rumah selama 12 hari antara Natal dan Epiphany untuk memastikan masing-msing keluarga menghabiskan waktu berkualitas bersama.
Advertisement
Di Austria, Hungaria, dan Jerman ada sebuah tradisi Natal yang sedikit menyeramkan. Penduduk di sana memercayai bahwa jika ada anak-anak yang tidak bisa berperilaku baik sepanjang tahun menjelang Natal, maka pada tanggal 24 Desember nanti mereka akan diculik oleh Krampus, si monster Natal yang datang langsung dari neraka. Dengan kostum yang menyeramkan seperti monster sungguhan, monster-monster ini akan berparade bersama dengan Santa Klaus pada malam 25 Desember untuk menghibur umat yang merayakan Natal beramai-ramai di jalanan.