Jaga ekosistem, wisatawan ke Gunung Kidul dibatasi

Ada beberapa destinasi wisata segmen yang hanya orang tertentu yang datang.

Muchlisa Choiriah
Oleh Muchlisa Choiriah - Reporter
Jaga ekosistem, wisatawan ke Gunung Kidul dibatasi
gua hutan purba di gunung kidul. ©2013 Merdeka.com/arie basuki

Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengkaji pengembangan kawasan wisata eksklusif. Kajian tersebut salah satunya dengan membatasi jumlah pengunjung untuk beberapa destinasi wisata di wilayah ini.

Seperti dilansir Antara, Kepala Bidang Pengembangan Produk Wisata Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Hary Sukmono di Gunung Kidul mengatakan bahwa pihaknya mendukung pemkab memiliki wacana untuk membatasi jumlah pengunjung di sejumlah destinasi wisata yang ada.

"Ke depan akan dilakukan pembatasan selain untuk menjaga ekosistem. Misalnya, Gua Pindul lebih eksklusif sehingga ekosistem di sana lebih terjaga," kata Hary, Minggu (31/1).

Hary mengungkapkan, bahwa pembatasan itu perlu komitmen semua pihak untuk melaksanakannya. Sehingga harus ada koordinasi lintas sektoral untuk mengkaji lokasi di mana saja yang akan dijadikan kawasan eksklusif.

Menurut dia, sebenarnya destinasi wisata di Gunung Kidul sudah ada yang eksklusif, seperti Gua Jomblang yang mewajibkan pengunjung membayar tiket lebih tinggi daripada pergi ke lokasi wisata lainnya. Dengan tingginya harga tiket, secara tidak langsung membatasi kunjungan.

"Ada beberapa destinasi wisata segmen yang hanya orang tertentu yang datang," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan, Pembangunan Daerah (Bappeda) Gunung Kidul Syarif Armunanto mengungkapkan bahwa pemkab masih melakukan kajian untuk jumlah kunjungan wisata. Ke depan, menurut Syarif, tidak semua wisata di Gunung Kidul bersifat massal.

"Bukan membatasi kunjungan wisatawan, melainkan destinasi wisata untuk segmen tertentu," jelasnya.

Hal ini menurut Syarief bukan lain guna menjaga ekosistem destinasi wisata yang sebagian besar merupakan wisata alam. "Ekosistem bisa terjaga dan memberikan nilai lebih," tutupnya.

Rekomendasi