Pernah dengar tentang castrato? Castrato adalah salah satu kategori suara pria dalam musik klasik yang setara dengan sopran, mezzo-soprano, atau contralto. Yang membedakan penyanyi castrato dengan penyanyi klasik lain adalah suara tinggi mereka yang diperoleh melalui prosedur castratism di usia dini.
Dikebiri agar suara tak 'pecah'Menurut Religious Tolerance.org, castratism adalah praktik pengebirian terhadap para penyanyi pria saat mereka belum mencapai pubertas. Tujuannya adalah untuk mempertahankan kualitas suara penyanyi dengan mencegah perubahan fisiologis pada laring. Pasalnya para musisi ini biasanya kesulitan untuk menyanyikan nada-nada tinggi begitu memasuki usia remaja.Selain itu, pengebirian mengakibatkan seseorang kurang hormon testosteron dan mempengaruhi pertumbuhan tulang mereka. Orang-orang yang dikebiri ini biasanya memiliki tulang rusuk yang lebar, sehingga mereka memiliki kekuatan napas yang luar biasa saat bernyanyi. Jangkauan vokal mereka pun lebih tinggi dibandingkan dengan para penyanyi dewasa.Para penyanyi yang menjalani castratism disebut castrato. Beberapa di antaranya yang paling menonjol adalah Senesino, Farinelli, dan Carlo Scalzi. Menurut The World of the Castrato, castrato terakhir yang suaranya didokumentasikan adalah Alessandro Moreschi. Dia bertugas sebagai penyanyi di paduan suara Kapel Sistina sebelum meninggal pada tahun 1922.
Advertisement
Masa kejayaan castrato, 'gara-gara' Paus
Menurut artikel The Castrati yang dipublikasikan di Stereo Review pada tahun 1966, para castrato pertama kali muncul pada abad 16 di Italia. Mereka umumnya dipekerjakan sebagai penyanyi di gereja-gereja Italia. Dilansir The Guardian, kabarnya Paus Klemens VIII mulai mempekerjakan para castrato karena terpesona dengan suara malaikat mereka. Sejak itu, para orang tua yang memiliki anak bersuara merdu mulai meminta prosedur kebiri dan mengirim anak mereka untuk menjalani pelatihan sebagai castrato.Dalam perkembangannya, para castrato mulai merambah dunia opera dan meraih kesuksesan besar. Pada tahun 1720-an dan 1730-an, diperkirakan lebih dari 4.000 anak laki-laki dikebiri setiap tahun untuk menjalani pelatihan sebagai castrato. Menurut JS. Jenkins melalui artikel "The Lost Voice: A History of the Castrato" yang dipublikasikan di Journal of Pediatric Endocrinology & Metabolism kebanyakan dari mereka berusia antara 7 atau 9 tahun dan berasal dari keluarga miskin. Para orang tua berharap anak mereka bisa mengangkat derajat keluarga dengan menjadi castrato. Meskipun ada pula beberapa penyanyi anak-anak yang berinisiatif menjalani kebiri untuk menjaga suara mereka.Namun hanya sebagian kecil dari anak laki-laki yang dikebiri tadi berhasil menjadi castrato. Mereka yang gagal membangun karir sebagai penyanyi di paduan suara gereja atau opera biasanya kesulitan mendapat tempat di masyarakat. Praktik castratism mengalami kemunduran pada akhir abad 18 dan resmi dilarang di Italia pada tahun 1870. Walaupun begitu, profesi castrato masih terdengar sampai awal abad 20 ketika Alessandro Moreschi mangkat.