Sekilas pandang, tak ada yang berbeda dari Buzim. Hanya sebuah kota kecil di daerah perbukitan Bosnia. Namun yang menjadikan kota ini unik, hingga menjadi pembicaraan dunia adalah penduduknya. Sebab, kota ini memiliki populasi orang kembar di atas rata-rata.Dari 20.000 penduduk yang menghuni kota ini, 200 pasang di antaranya adalah anak kembar. Tak heran kalau Buzim mengikrarkan diri sebagai 'kota kembar'. Dilansir Reuters, fenomena kembar di kota ini mulai menjadi perhatian khalayak ketika masa perang sipil Bosnia. Saat itu, Nedzib Vucelj, seorang jurnalis lokal kebingungan mencari kereta bayi khusus untuk pasangan anak kembar yang baru dilahirkan istrinya. Ketika Vucelj hendak meminjam pada salah satu tetangga yang punya anak kembar, ternyata kereta bayi milik mereka sudah dipinjam keluarga lain."Saat itulah saya menyadari betapa banyaknya jumlah anak kembar di sini," tutur Vucelj seperti dilansir Daily Mail.Setelah itu, Vucelj menelusuri keberadaan anak kembar di kota itu. Hasil yang dia dapatkan cukup mengejutkan. Pada masa perang sipil Bosnia saja ada 20 pasang anak kembar yang dilahirkan. Vucelj juga melacak jumlah pasangan kembar asal Buzim yang sudah bermigrasi lewat Facebook. Dari sana dia menemukan 200 pasang saudara kembar. Jumlah tersebut belum termasuk anak kembar yang tidak terdaftar di catatan resmi pemerintah.
Photo source: www.technologijos.ltJumlah anak kembar di kota itu tentunya mengundang tanda tanya para peneliti. Sejumlah spekulasi diajukan untuk menjelaskan fenomena tersebut. Namun penjelasan yang diyakini penduduk lokal cukup sederhana. Pada dasarnya kebanyakan penduduk Buzim memang memiliki gen kembar. Dan lokasi Buzim yang terisolir menjadikan pembauran populasi di sana cukup sulit. Akibatnya jumlah anak kembar di sana terus bertambah dari tahun ke tahun.
"Kebanyakan warga lokal menikahi satu sama lain, karena ini adalah komunitas yang patriarkal dan tradisional," tutur Agan Bunic, walikota Buzim.Sekarang pemerintah kota Buzim berencana mengembangkan fenomena anak kembar di sana sebagai potensi wisata. Bunic berharap dalam waktu beberapa tahun ke depan mereka bisa mengadakan pertemuan akbar kembar bersaudara dari seluruh Bosnia.
Advertisement