Menikmati langit abu-abu di Istana Benrath

Pesona Istana Benrath tak hilang sedikit pun, meski langit saat itu tampak abu-abu.

Destriyana
Oleh Destriyana - Reporter
Menikmati langit abu-abu di Istana Benrath
Istana Benrath. ©2014 Merdeka.com/Destriyana

Pesona Istana Benrath tak hilang sedikit pun, meski langit saat itu tampak abu-abu. Situs ini memang cukup populer di kalangan wisatawan Eropa, karena dinilai memiliki arsitektur khas Barok yang masih terjaga. Istana ini awalnya didirikan untuk Pangeran Palatine Charl Theodor dan istrinya Countess Palatine Elisabeth Auguste dari Sulzbach. Di balik bangunan super megah ini, terselip nama Nicolas de Pigage yang diketahui telah mendesain istana dan taman di sekelilingnya. Bertempat di pinggiran Dusseldorf, Nordrhein-Westfalen, pembangunan istana dimulai pada 1755 dan selesai pada 1770. Karena istana ini dianggap punya nilai sejarah tinggi, otoritas setempat telah mengajukannya sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.

Rumah kaca atau konservatori

Bangunan sentral corps de logis didirikan sebagai kediaman Pangeran Palatine dan istrinya, sementara maisons de cavaliere dijadikan tempat tinggal bagi para pelayan. Jika Anda berjalan ke sisi utara Istana Benrath, Anda akan menemukan sebuah kolam melingkar yang disebut Schlossweiher (kolam istana), sedangkan di sisi selatannya, terdapat sebuah kolam persegi panjang yang disebut Spiegelweiher (kolam kaca).

Bagian depan bangunan utama corps de logis dari Istana Benrath

Kini, bangunan utama corps de logis difungsikan sebagai museum dan kadang-kadang juga dipakai sebagai tempat konser musik. Keindahan istana ini juga semakin dipercantik dengan adanya sebuah taman persegi bergaya Barok dengan dua lorong diagonal yang bersimpangan dan sebuah lorong melingkar. Maka tak heran, jika kemudian istana ini diajukan sebagai salah satu Situs Warisan Dunia yang perlu dilestarikan.

Bagian depan bangunan utama corps de logis dari Istana Benrath

Taman di kawasan Istana Benrath

Rekomendasi