Gunakan bahasa isyarat untuk komunikasi

Karena kultur yang berbeda, pemuda ini jadikan bahasa isyarat sebagai media komunikasi untuk bertransaksi.

Anang Panca Kurniawan
Oleh Anang Panca Kurniawan - Reporter
Gunakan bahasa isyarat untuk komunikasi
Communication. ©2014 Merdeka.com/tekara.com

Karena pelanggannya kebanyakan dari luar negeri, Fachrur Rochman mengaku sempat kesulitan jika sedang bertransaksi. Kendalanya, apalagi kalau bukan pada bahasa dan kultur budaya.

Dari penyebutan bahan gaharu, misalnya. Pembeli dari Malaysia biasa menyebutnya dengan nama ''kayu gaharu buaya. Sementara pembeli dari China menyebut bahan ini dengan 'kayu mata Buddha'.

Selain itu, diakui Rochman, bahasa yang mereka gunakan juga sangat unik. Bahkan pada awalnya, ia sering kesulitan ketika berkomunikasi dengan mereka. Karena itu, ia pun sering meminta kepada customer untuk menggunakan bahasa Inggris sebagai media komunikasi.

sumber

"Tetapi, karena nggak semuanya bisa bahasa Inggris, jadinya saya menggunakan video call untuk berinteraksi. Dari situ saya jadi bisa memahami bahasa isyarat mereka," cerita Rochman.

Meski sudah merangkul banyak pelanggan, Rochman mengaku bahwa itu menimbulkan tanggung jawab yang lebih besar lagi. Karena, sedikit melakukan kesalahan, pelanggan bisa berpaling ke toko online.

Sementara untuk ke depannya, mahasiswa ITS ini berencana membangun online shop lain yang masih berkaitan dengan Artkios miliknya. Semisal, online shop untuk reseller dan website yang menyediakan informasi toko onlinenya. Dengan begitu, online shop miliknya bisa tersaji secara lengkap.

"Untuk itu, saya selalu menanamkan optimisme pada diri saya bahwa usaha yang saya geluti ini akan sukses. Selain juga jujur, tak mudah menyerah, pelayanan yang baik, dan selalu berdoa," tutupnya.

Rekomendasi