Para penggemar sastra dunia tentu sudah tidak asing lagi dengan nama-nama Charles Dickens, C.S. Lewis, J.R.R. Tolkien, dan Ernest Hemingway. Dulu, para sastrawan ini ternyata sering hang out bersama kawan-kawan sesama penulis untuk berdiskusi ataupun sekadar minum bir di bar dan kafe favorit. Siapa sajakah mereka dan di mana tempat mereka biasa berkumpul? Berikut ini informasinya dilansir dari Buzz Feed.
Advertisement
Pub The Eagle and Child di Oxford, Inggris
Pub ini sebetulnya adalah milik University of Oxford yang juga sering dikunjungi orang-orang di luar lingkup akademisi kampus tersebut. Perkumpulan penulis The Inklings yang terdiri dari J.R.R. Tolkien, C.S. Lewis, dan beberapa penulis lain yang seangkatan dengan mereka, sering berkumpul di sini. Sejak tahun 1933 sampai awal 1950-an, para sastrawan ini 'menguasai' Rabbit Room, sebuah ruangan eksklusif di pub ini, untuk saling mengkritik karya satu sama lain. Kini, jika Anda berkunjung ke pub ini, Anda akan menemukan banyak memorabilia sastrawan legendaris Inggris terpajang di ruangan Rabbit Room.
Advertisement
Kafe Vesuvio di San Fransisco
Penulis legendaris Amerika seperti Jack Kerouac, Allen Ginsberg, dan Neal Cassady, sering sekali berbincang-bincang di kafe Vesuvio ini. Bahkan, gang kecil di belakang kafe ini pun akhirnya diberi nama Kerouac, sebagai bentuk penghargaan atas karya-karya hebat Jack Kerouac pada zamannya.
Advertisement
Kafe White Horse Tavern di New York City
Kafe ini dibuka secara resmi untuk pertama kalinya pada tahun 1880, dan menjadi tempat berkumpulnya para kuli kapal layar hingga tahun 1950-an. Setelah itu, kafe ini mulai menjadi tempat hang out para sastrawan Amerika dari berbagai keturunan seperti, Dylan Thomas, James Baldwin, Anais Nin, Norman Mailer. White Horse Tavern kemudian melegenda sebagai tempat meninggalnya Dylan Thomas, setelah menenggak 8 sloki wiski terakhirnya.
Advertisement
Bar El Floridita di Havana, Kuba
El Floriditas menjadi salah satu tempat tercantik di dunia pada tahun 1940-an dan akhirnya menarik perhatian penulis sekelas Ernest Hemingway. Ini merupakan bar favoritnya selama 20 tahun hidup di Kuba, dan minuman favoritnya adalah Daquiri dingin. Di dalam salah satu tulisannya yang berjudul Islands In The Stream, Ernest juga memasukkan identitas bar ini sebagai penguat tulisannya. Jika kini Anda mengunjungi El Floridita, Anda akan menemukan banyak pajangan dan foto-foto lawas Ernest Hemingway yang hingga kini masih menarik banyak pengunjung.
Advertisement
Bar Caoursel di Hotel Monteleone, New Orleans
Beberapa sastrawan Amerika yang gemar berkumpul di bar ini adalah Tennessee Williams, William Faulkner, Ernest Hemingway, Eudora Welty, dan Truman Capote. Karena seringnya mereka berkumpul di sini pada tahun-tahun 1930-1980-an, akhirnya terbentuklah The Friends of the Library Association pada tahun 1999, yang bermarkas di bar ini. Isu yang masih saja beredar hingga saat ini adalah bahwa sebetulnya Truman Capote bahkan lahir di hotel ini, meskipun pihak hotel yang mengakui bahwa ibu Truman sempat tinggal di sini saat masih mengandung.
Advertisement
Kafe Kennedy's di Dublin, Irlandia
Samuel Beckett, James Joyce, dan Oscar Wilde adalah beberapa nama legendaris di dunia sastra yang sempat menjadi pengunjung setia kafe ini. Dulunya kafe ini adalah sebuah toko kelontong yang didirikan oleh Oscar Wilde muda.
Advertisement
Kafe Les Deux Magots di Paris, Prancis
Kafe yang satu ini adalah tempat berkumpulnya para aktivis sastra dan cendekiawan terkenal Prancis pada awal abad 20-an. Para penulis yang sering hang out di tempat ini antara lain adalah Simone de Beauvoir, Jean-Paul Sartre, Albert Camus, dan Ernest Hemingway. Kursi-kursi pengunjung yang ditata apik di luar cafe menghadirkan daya tarik tersendiri bagi para turis yang lewat.
Advertisement
Kafe Antico Caffe Greco di Roma, Italia
John Keats, Charles Dickens, Henrik Ibsen, Hans Christian Andersen, Mary Shelley, Lord Byron, dan Maria Zambrano, adalah beberapa penulis legendaris yang sering menghabiskan waktu mereka di kafe yang cantik ini. Pertama kali dibuka pada tahun 1760, pasangan penulis Shelley menjadikan tempat ini sebagai saksi meluncurnya ide-ide sastra brilian untuk karya mereka. Hingga kini, kafe Antico Caffe Greco masih menjadi favorit tokoh-tokoh seni kebanggaan Italia.
Advertisement
Kafe La Rotonde di Paris, Prancis
Sepertinya, Paris adalah kota yang memiliki daya tarik yang kuat bagi para sastrawan Eropa zaman dulu. Beberapa nama kawakan seperti, Gertrude Stein, T.S. Eliot, dan F. Scott Fitzgerald, pernah menjadikan kafe La Rotonde sebagai markas perkumpulan mereka. Tempat ini juga terkenal karena disebutkan Ernest Hemingway dalam salah satu tulisannya, The Sun Also Rises. Kafe ini sekarang masih ditutup untuk perbaikan, dan akan dibuka kembali pada bulan Maret nanti.
Kafe manakah yang paling menarik perhatian Anda?