Mitos kerbau bertanduk emas penjaga Telaga Dringo

Reporter : Ya'cob Billiocta | Senin, 19 Desember 2016 11:14
Mitos kerbau bertanduk emas penjaga Telaga Dringo
Telaga Dringo. ©2016 Merdeka.com/Ya'cob

Merdeka.com - Telaga Dringo merupakan salah satu destinasi wisata yang wajib anda kunjungi jika melancong ke Dieng, Jawa Tengah. Keindahan alamnya tak terbantahkan. Penyebutan Telaga Dringo berasal dari nama Dlingo, yaitu tumbuhan sebangsa rerumputan menyebarkan bau wangi yang banyak ditemukan di bibir telaga.

Dapatkan diskon Rp 300,000 untuk tiket libur Natal & Tahun baru-mu"Dlingo merupakan rerumputan yang banyak ditemukan di sekitar telaga. Baunya wangi. Tapi kalau musim kemarau tak ada, lantaran kadang telaga kering. Kan air di telaga ini juga dipakai warga untuk pengairan," kata salah satu penjaga Telaga Dringo, Roji saat berbincang dengan merdeka.com.

Untuk menjaga keasrian telaga, Roji tak segan tegas kepada wisatawan yang nekat turun ke dekat danau meski hanya sekadar berfoto. Aturan ini juga berlaku unuk warga sekitar.

Suatu waktu, dia pernah berhadapan dengan kelompok wisatawan yang ingin melihat lebih dekat telaga. Kelompok tersebut bahkan membawa surat izin polisi, namun Roji tetap melarangnya.

"Surat polisi itu kan cuma izin mas. Sementara untuk apa-apanya di sini ya tetap dari saya. Banyak Dlingo di bawah rusak karena terinjak mas," tuturnya.

Mitos yang berkembang di masyarakat sekitar, bahwa di tengah telaga hidup seekor kerbau bertanduk emas. Hewan sahabat petani ini diceritakan sebagai penjaga telaga. Karenanya warga sekitar meyakini bahwa bala akan tiba jika telaga tak dirawat.

Namun memang belum ada warga yang pernah melihat langsung kerbau bertanduk emas.

Selain mitos tersebut, yang menarik dari Telaga Dringo adalah keberadaan 10 makam di puncak Bukit Cemeti di sisi kanan telaga. Katanya makam-makam tersebut merupakan peristirahatan penyebar agama Islam di sana.

"Makamnya ditemukan delapan tahun lalu saat warga mencangkul. Tiba-tiba cangkulnya menyentuh rangka," tutur Roji.

Namun belum diketahui detail 10 makam tersebut. Warga sekitar juga mengaku tak mengetahui asal usulnya. Dahulu waktu pertama kali ditemukan, 10 kerangka sempat dilakukan rukyat oleh seorang ahli agama.

Di Telaga Dringo terdapat dua spot camping, di Bukit Stlompak dan Bukit Cemeti. Dengan membayar Rp 15.000 per orang, wisatawan bisa berkemah sambil menunggu sunrise yang pasti dijamin indah.

Telaga Dringo merupakan salah satu tujuan wisata dari program Jelajah Merdeka 1.000 Danau, hasil kerja sama merdeka.com dengan Portrait of Indonesia. Program ini untuk menjelajah dan mengeksplorasi danau-danau cantik yang menjadi surga tersembunyi di Indonesia.

[hrs]

Rekomendasi Pilihan

KUMPULAN BERITA
# JELAJAH MERDEKA# Travel

Komentar Anda



BE SMART, READ MORE