Kenalan dengan Alap-alap Capung, Spesies Burung Pemangsa Terkecil di Dunia
Merdeka.com - Black thighed falconet (Microhierax fringillarius) atau alap-alap capung adalah spesies burung kecil yang tak dapat disepelekan. Meskipun ukurannya kecil, predator ini mampu menangkap mangsa dengan tubuh seukuran atau lebih besar dirinya.
Dilansir Oddity Central (27/4/2023), unggas dari genus Microhierax adalah burung pemangsa terkecil di dunia. Selain alap-alap capung, alap-alap dahi putih (Microhierax latifron) atau bornean falconet juga memegang gelar sebagai burung pemangsa terkecil di dunia.
Menurut keterangan di Singapore Bird Project, alap-alap capung hanya memiliki panjang 15 hingga 17 cm. Rentang sayapnya mencapai 27 hingga 32 sentimeter, sementara bobotnya hanya beberapa gram.
Predator Imut yang Berjiwa Sosial

ilustrasi burung alap-alap capung © Wikimedia Commons/anukma
Jika melihat penampilannya saja, mungkin alap-alap capung tampak kurang menakutkan. Penampilannya bahkan terlalu imut untuk ukuran satwa predator. Namun di balik penampilannya yang lucu, alap-alap capung adalah pemburu yang cukup ganas. Penampilannya yang mirip burung lovebird menyembunyikan keganasannya saat berburu.
Makanan utama alap-alap capung adalah serangga seperti ngengat, kupu-kupu, capung, dan belalang kayu. Namun, hewan ini juga dikenal sebagai pemangsa burung kecil, kadal, dan bahkan hewan kecil seperti kelelawar.
Alap-alap capung "memindai" buruannya dari tempat yang memiliki pandangan yang baik. Sembari terbang mengejar mangsa, mereka juga menangkap serangga yang masuk dalam radius jangkauannya.
Alap-alap capung juga dapat mengejutkan mangsa yang bersembunyi di dalam dedaunan untuk menghindari predator darat. Fakta unik lain tentang burung alap-alap capung, predator kecil ini bersifat sosial dan sering berburu dalam kelompok yang berisi hingga sepuluh ekor burung.
Spesies yang Perlu Diperhatikan Kelestariannya
Menurut keterangan di situs The National Parks, burung alap-alap capung berasal dari Brunei Darussalam, Myanmar, Thailand, Malaysia, Singapura, dan Indonesia. Spesies ini sangat adaptif dan tampaknya toleran terhadap gangguan habitat.
Walaupun begitu, tidak ada data resmi tentang kepadatan populasi dan penilaian populasi bervariasi. Meskipun belum terhitung langka, International Union for Conservation of Nature and Natural Resources memasukkan alap-alap capung sebagai spesies yang perlu diperhatikan.
Secara keseluruhan, alap-alap capung adalah predator kecil nan mematikan yang mampu memburu mangsa dengan ukuran tubuh lebih besar dari dirinya. Perilaku sosial dan adaptabilitasnya membuat spesies ini menarik untuk dipelajari. Spesies ini menjadi bukti bahwa penampilan bisa menipu dan makhluk terkecil sekali pun bisa menjadi predator yang paling berbahaya.
(mdk/tsr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya