Ini Wally, Anak Buaya yang Jadi Hewan Pendukung Emosional di Pennsylvania

Selasa, 29 Januari 2019 13:00 Reporter : Tantri Setyorini
Ini Wally, Anak Buaya yang Jadi Hewan Pendukung Emosional di Pennsylvania Wally, si buaya pendukung emosional. ©2019 York Daily Record/Ty Lohr

Merdeka.com - Belakangan peran hewan peliharaan sebagai pendukung emosional semakin disoroti. Tak sedikit pasien gangguan stres pascatrauma yang mengandalkan anjing atau kucing sebagai sahabat dan bentuk terapi psikis.

Tak hanya anjing dan kucing, beberapa spesies hewan yang lebih tak umum sebagai peliharaan pun mulai dijadikan hewan pendukung emosional. Misalnya saja bebek, babi, sapi, kura-kura, ular, hingga laba-laba. Sementara pusat komunitas masyarakat di Pennsylvania malah menggunakan 'jasa' seekor buaya liar sebagai hewan pendukung emosional.

Dilansir Oddee, Joie Henney memperkenalkan Wally si buaya anakan sebagai hewan pendukung emosional. Joie adalah mantan pembawa acara berburu dan memancing Joie Henney's Outdoor yang ditayangkan dari tahun 1989 hingga 2000 di beberapa stasiun televisi Amerika Serikat.

Wally, si buaya pendukung emosional ©2019 York Daily Record/Ty Lohr


Joie membawa Wally ke Pusat Komunitas Glatfelter yang berada di York, Pennsylvania. Dia ingin agar hewan tersebut bisa memberikan bantuan psikis kepada para manula yang tinggal di komunitas tersebut. Menurutnya hewan itu sama sekali tidak berbahaya. Didekati kucing saja ketakutkan.

"Dia seperti anjing," kata Joie. "Dia ingin dicintai dan dibelai."

Spesies buaya Florida itu diselamatkan Joie sekitar 3 tahun yang lalu karena tempat penampungannya selama ini harus dihancurkan untuk pembangunan. Sekarang buaya berusia 14 bulan itu sudah menjadi bagian dari keluarganya.

"Dia seperti anjing kecil," kata Joie. "Dia akan mengikuti kami di sekieliling rumah."

Joie juga memiliki buaya lain bernama Scrappy yang tinggal di kolam ruang tamunya. Wally dan Scrappy hobi ngemil tikus dan ayam beku sambil menonton televisi atau bersantai di sofa.

"Mereka bukan [hewan pendukung emosional] untuk semua orang," kata Joie. "Tapi apa yang bisa saya katakan. Saya memang tidak normal." [tsr]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini