Candi Prambanan, Keagungan Hindu Abad ke-9 yang Abadi dalam Ingatan dan Legenda Jawa

Sejarah dan keindahan Candi Prambanan, warisan Hindu abad ke-9 yang sarat makna budaya, legenda, dan keagungan arsitektur Jawa.

Shalsha Ardya
Oleh Shalsha Ardya - Reporter
Candi Prambanan, Keagungan Hindu Abad ke-9 yang Abadi dalam Ingatan dan Legenda Jawa
Ilustrasi candi prambanan. (Photo by Eugenia Clara on Unsplash) (@ 2023 merdeka.com)

Candi Prambanan, atau dikenal pula dengan nama Rara Jonggrang dalam bahasa Jawa, merupakan kompleks candi Hindu yang berasal dari abad ke-9 Masehi. Terletak di dekat Bokoharjo, pada Pulau Jawa, Indonesia, Candi Prambanan menjadi candi Hindu terbesar di Indonesia sekaligus salah satu yang terbesar di Asia Tenggara.

Keindahan dan keagungannya menjadikan Prambanan sebagai monumen kepercayaan terhadap Trimurti Hindu, Brahma sang pencipta, Wisnu sang pemelihara, dan Siwa sang perusak. Arsitektur Prambanan mengikuti tradisi Hindu yang berdasarkan pada Vastu Shastra, mencerminkan konsep kosmos Hindu melalui rancangan dan tata letaknya yang megah.

Namun di balik kemegahannya, Prambanan ditinggalkan oleh masyarakat Jawa hanya sekitar satu abad setelah selesai dibangun, sekitar tahun 950 Masehi. Meskipun waktu dan bencana alam telah merusak bangunannya, masyarakat Jawa tidak pernah melupakan reruntuhan Prambanan. Situs ini terus hidup dalam legenda dan cerita rakyat, menjadikannya bagian penting dari identitas budaya Jawa.

Dilansir dari World History, penelitian dan upaya restorasi terhadap Candi Prambanan dimulai secara serius pada awal abad ke-20, dan pada tahun 1991, kompleks candi ini resmi ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Kini, Prambanan menjadi salah satu tujuan wisata sejarah yang paling banyak dikunjungi di Indonesia.

@sewadronejogjaofficial

CANDI PRAMBANAN adalah bangunan candi bercorak agama Hindu terbesar di Indonesia yang dibangun pada abad ke-9 Masehi. Candi yang juga disebut sebagai Rara Jonggrang ini dipersembahkan untuk Trimurti, tiga dewa utama Hindu yaitu dewa Brahma sebagai dewa pencipta, dewa Wisnu sebagai dewa pemelihara, dan dewa Siwa sebagai dewa pemusnah * fly with official permission #candiprambanan #prambanan #candi #wonderfulindonesia #wonderfuljogja #jogja24jam #explorejogja #pesonajogja #jogjaistimewa #jogja #jogjaku #yogyakarta #yogyakartaistimewa #fyp #fypシ゚viral #fypage #beranda #berandatiktok #berandafyp #viralvideo #videoviral #xybca #lfl #pesonajogja #prambanan

♬ Wonderland Indonesia - Mami Casanovi

Candi Prambanan terletak sekitar 17 kilometer timur laut dari Kota Yogyakarta, dekat perbatasan antara Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Provinsi Jawa Tengah. Reruntuhan candi ini sendiri berada sekitar 0,5 kilometer di selatan desa Prambanan.

Masa pembangunan Candi Prambanan dan candi-candi sekitarnya masih diselimuti misteri dan legenda. Pengaruh budaya dan agama dari anak benua India mulai masuk ke wilayah yang kini menjadi Indonesia sejak sekitar abad ke-1 Masehi. Pengaruh ini berkembang pesat sejak sekitar tahun 400 Masehi.

Para pedagang Hindu dan Buddha menetap di wilayah ini, menikah dengan penduduk lokal, dan menjalin hubungan dagang jarak jauh antara masyarakat Jawa, India kuno, dan Asia Tenggara lainnya. Seiring waktu, masyarakat Jawa menggabungkan budaya dan ajaran agama dari India kuno dengan budaya lokal mereka.

Sebagian sejarawan meyakini bahwa pembangunan Candi Prambanan dimulai atas perintah Raja Rakai Pikatan (memerintah sekitar tahun 830–860 M), antara tahun 840 hingga 850 Masehi. Ia diperkirakan mengawasi langsung pembangunan dan desain kompleks utama candi, sementara bangunan lainnya dilanjutkan oleh para raja penerus seperti Rakai Kayuwangi (850–898 M), Balitung (899–911 M), Daksha (910–919 M), dan Tulodong (919–924 M).

Di masa itu pula, sungai yang mengalir dekat candi dialihkan agar mengalir melewati kompleks Prambanan. Rakai Pikatan dan para penerusnya berasal dari Dinasti Sanjaya yang memeluk agama Hindu, dan merupakan pesaing dari Dinasti Sailendra yang menganut Buddha, dalam perebutan kekuasaan di Kerajaan Medang atau Mataram di Jawa Tengah.

Perlu dicatat bahwa Dinasti Sailendra membangun Candi Borobudur, sebuah mahakarya agama Buddha yang berjarak hanya 19 kilometer dari Prambanan. Hal ini membuat sebagian ilmuwan menafsirkan pembangunan Prambanan sebagai tanggapan artistik, politik, dan religius langsung terhadap Borobudur serta dominasi Dinasti Sailendra.

Bahkan disebutkan bahwa istri Rakai Pikatan, Putri Pramodhawardhani (sekitar tahun 820–860 M), merupakan putri Raja Samaratungga (memerintah 812–833 M), raja yang diyakini mengawasi pembangunan Borobudur.

Meski demikian, sebagian sejarawan lainnya melihat Dinasti Sanjaya dan Sailendra sebagai bagian dari satu keluarga besar yang sama. Patronase terhadap agama Hindu atau Buddha dianggap sebagai hasil dari keyakinan pribadi raja yang sedang memerintah pada masa itu.

@martsha04

Pov watching the legend of roro jonggrang for the first time + view candi prambanan yg super cantik 😍 #rorojonggrang #prambanan #ramayanaballet #explorejogja #jogjaistimewa #candiprambanan @Ramayana Prambanan

♬ suara asli - LYRICS - 𝐈'𝐌 ƒιηє.LYRICS

Salah satu kisah rakyat paling terkenal dari Candi Prambanan adalah legenda Rara Jonggrang. Kisah ini menceritakan seorang putri cantik yang dikutuk menjadi batu oleh Bandung Bondowoso, pangeran yang ingin menikahinya.

Rara Jonggrang memberikan syarat mustahil: membangun seribu candi dalam semalam. Saat hampir selesai, ia menggagalkannya dengan tipu daya. Marah karena merasa dikhianati, Bandung mengutuknya menjadi arca. Masyarakat percaya bahwa patung Dewi Durga di candi utama adalah wujud Rara Jonggrang.

Legenda ini memperkuat aura mistis Prambanan dan menjadi bagian dari warisan budaya Jawa yang terus hidup hingga kini. Cerita tersebut juga menunjukkan bagaimana sejarah dan mitos berpadu dalam kehidupan masyarakat setempat.

Sumber-sumber kuno Khmer menyebutkan bahwa Raja Jayavarman II (memerintah 802–835 M), pendiri Kekaisaran Khmer (802–1431 M), menghabiskan sebagian besar hidupnya di Jawa. Ia ditunjuk oleh Raja Samaratungga sebagai gubernur Indrapura, yang kemudian berkembang menjadi ibu kota Champa sekitar tahun 875 M. Dikatakan bahwa Jayavarman mengunjungi Borobudur dan Prambanan, dan dari sanalah ia terinspirasi untuk membangun Angkor Wat dalam skala yang jauh lebih besar.

Hal ini sangat mungkin terjadi, mengingat Dinasti Sailendra dan Sanjaya memiliki pengaruh budaya dan politik yang kuat di kawasan Asia Tenggara melalui kekuasaan maritim mereka di wilayah yang kini menjadi bagian dari Jawa, Sumatra, Semenanjung Malaya, hingga Kamboja bagian selatan pada abad ke-8 hingga ke-10 M.

Letusan dahsyat Gunung Merapi pada abad ke-10 M serta banyaknya gempa bumi diyakini telah mengurangi daya tarik Prambanan sebagai tempat ibadah dan ziarah bagi umat Hindu. Kehancuran Prambanan sangat mirip dengan nasib Candi Borobudur yang juga sempat ditinggalkan.

Ketika pusat kekuasaan politik di Jawa berpindah dari bagian tengah ke bagian timur di bawah pemerintahan Raja Mpu Sindok (sekitar tahun 928 M), Prambanan pun kehilangan pengaruhnya secara politik maupun budaya. Dinasti Sanjaya telah berhasil mengambil alih kekuasaan dari Dinasti Sailendra, dan menguasai hampir seluruh Pulau Jawa. Pergeseran kekuasaan ini, ditambah dengan bencana alam, membuat Prambanan perlahan-lahan ditinggalkan dan akhirnya menjadi reruntuhan.

Namun, Prambanan tak pernah benar-benar hilang dari hati masyarakat. Reruntuhannya tetap dikenang, diceritakan dalam dongeng, dan dianggap sakral. Bahkan dalam kondisi runtuh sekalipun, aura Prambanan tetap memikat, seakan menyimpan energi masa lalu yang tak lekang oleh waktu.

@boedjangtampan

Candi Prambanan Golden Hour #jogja #wisatajogja #candiprambanan #candiprambananjogjaindonesia #traveltiktok #travel

♬ som original - Eldritch Echoes

Barulah pada awal abad ke-20, upaya serius untuk menggali, meneliti, dan memulihkan kemegahan Prambanan mulai dilakukan. Restorasi besar-besaran dilakukan oleh arkeolog Belanda, dan dilanjutkan oleh para ahli dari Indonesia setelah kemerdekaan. Upaya ini membuahkan hasil nyata ketika pada tahun 1991, UNESCO menetapkan Prambanan sebagai Situs Warisan Dunia.

Kini, Prambanan menjadi salah satu ikon pariwisata sejarah Indonesia. Ribuan wisatawan lokal maupun mancanegara datang setiap tahun untuk menyaksikan kemegahan arsitekturnya, mempelajari warisan budaya yang kaya, atau sekadar mengagumi panorama matahari terbit dan terbenam di balik siluet candi.

Lebih dari sekadar situs arkeologi, Prambanan adalah simbol kejayaan masa lalu, pengingat akan toleransi beragama, dan cermin bagaimana budaya luar mampu berpadu harmonis dengan budaya lokal. Ia adalah kisah yang terus hidup, dibisikkan oleh angin yang menyusuri relief-relief batu, oleh doa yang dipanjatkan diam-diam, dan oleh decak kagum yang tak pernah berhenti terdengar di pelatarannya.

Candi Prambanan, dengan segala kemegahan dan misterinya, tidak hanya milik masa lalu, tetapi juga warisan untuk masa depan. Sebuah peninggalan luhur yang terus berdiri meski diterpa zaman, tetap menjulang dalam keheningan yang megah.

Rekomendasi