6 Fiksi bertema anti-bullying yang perlu kamu baca

Rabu, 10 Januari 2018 00:04 Reporter : Tantri Setyorini
Fiksi bertema bullying. © Twitter/Kay Scrugglesen

Merdeka.com - Bullying tampaknya sudah menjadi masalah yang sosial yang serius di dunia modern. Tak bisa dianggap sebagai keisengan. Penindasan baik di dunia nyata mapun maya merupakan 'senjata' yang sangat berbahaya untuk menyakiti seseorang.

Dampaknya bullying bisa jauh lebih buruk dari depresi. Dan fenomena yang bikin miris ini menyusup dalam lingkaran sosial kaum muda. Tak sedikit remaja atau anak-anak yang mengalami trauma, depresi akut, atau bahkan mencoba bunuh diri karena bullying. Sesuatu yang dari luar terlihat sepele.

Untuk memahami bahaya bullying, tak ada salahnya jika kita mencoba menyelami kisah para korban dari cerita rekaan beberapa penulis berikut. Meskipun fiktif, para penulis telah melakukan riset mendalam untuk mewujudkan cerita yang bisa mewakili realitas fenomena bullying, para pelaku, berikut korbannya.

By The Time You Read This, I'll Be Dead - Julie Anne Peters

Fiksi bertema bullying Goodreads


Buku ini menceritakan tentang hari-hari terakhir Daelyn Rice setelah dia memutuskan untuk bunuh diri. Daelyn muak menjadi sasaran ejekan dan pelecehan dari seluruh sekolah. Bahkan pihak sekolah seakan menutup mata dan tak mempercayainya, karena tak sedikit dari anak-anak yang suka menindasnya tergabung dalam komite anti-bullying di sekolah.

Orangtua Daelyn juga gagal menjembatani jarak emosional di antara mereka dan sang anak. Akibatnya Daelyn lebih memilih mati muda. Dia sudah mencoba mengakhiri hidupnya berkali-kali, dengan berbagai cara. Upaya terakhir membuat tenggorokan Daelyn rusak sehingga dia kehilangan kemampuan bicara.

Sayangnya ketika Daelyn sudah benar-benar yakin upaya bunuh dirinya yang terakhir bakal berhasil, muncul Santana si cowok aneh yang tak bosan-bosan mengajaknya berteman.

Julie Anne Peters menulis buku ini dengan bantuan CJ Botts, penulis buku-buku panduan dalam menghadapi bullying. Melalui buku ini kita akan memahami pentingnya komunikasi antara anak dan orangtua untuk mendeteksi dampak bullying sejak dini.

13 Reasons Why - Jay Asher

Fiksi bertema bullying Goodreads


13 Belas orang, 13 alasan yang membuat Hannah Baker memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. Dua minggu setelah kematian Hannah, beberapa orang anak mendapatkan kotak misterius yang dikirim secara berantai. Di dalamnya adalah kaset yang berisi pengakuan Hannah mengenai 13 orang yang membuat Hannah mencapai titik terendah di dalam hidupnya. Nama Clay Jensen termasuk di dalamnya.

Melalui alur mundur, kita bisa menyimak satu per satu 'hal kecil' yang membentuk membentuk bola salju raksasa dan menghancurkan psikologi Hannah. Dan kita akan menyadari bahwa hal-hal kecil atau kata-kata sambil lalu yang kita ucapkan bisa berdampak besar bagi seseorang., bahkan meskipun kita tidak memiliki maksud buruk di baliknya

Novel ini sudah diadaptasi menjadi drama televisi yang sangat populer. Turut diproduksi oleh penyanyi Selena Gomez.

Unfriend You: Masihkah Kau Temanku? - Dyah Rinni

Fiksi bertema bullying Goodreads


Kali ini buku karya penulis lokal, Dyah Rinni yang menggambarkan bullying dari sisi pelaku dengan cukup baik. Adalah Katrissa, cewek cupu yang karena suatu hal berhasil masuk ke dalam geng populer Aura dan Milani. 'Kenaikan kasta' ini membuatnya serasa menjadi selebriti di sekolah. Namun ada harga mahal yang harus dibayarnya untuk menjadi salah satu cewek populer.

Di sini kita akan mengikuti pergulatan batin Katrissa yang harus menulikan mata hatinya demi mempertahankan eksistensi. Ikut membully atau jadi yang dibully. Tak hanya Katrissa, tokoh-tokoh antagonis lain pun menunjukkan sisi lain yang membuat kita sadar kalau tindakan bullying pun sebenarnya adalah bentuk pertahanan diri bagi pribadi-pribadi dengan latar belakang disfungsional yang seharusnya ditangani dengan lebih manusiawi. Bukannya dihadapi dengan cyber-bullying massal lewat jejaring sosial yang sering kita jumpai belakangan ini.

Speak - Laurie Halse Anderson

Fiksi bertema bullying Goodreads


Salah satu karya terbaik ini benar-benar layak dibaca untuk mereka yang ingin melihat bullying dari sisi lain. Speak menceritakan Melinda Sordino, siswi teladan dan populer yang berubah 180 derajat dalam semalam. Melinda mendadak jadi objek kebencian semua murid sejak aksinya menelepon polisi yang membuat pesta musim panas kacau.

Melinda tidak pernah sanggup menceritakan alasan di balik tindakannya yang menyebabkan sejumlah murid ditangkap. Dia bahkan hampir tak bernah bicara lagi. Sementara kediaman Melinda justru membuatnya semakin tenggelam dalam depresi.

Novel pemenang berbagai penghargaan literasi ini dituturkan dengan alur maju-mundur yang penuh kejutan. Dan di sini kita diajak untuk memahami tentang pentingnya menyuarakan pendapat dan bahaya penghakiman massal.

Novel ini sudah pernah difilmkan dengan bintang Kristen Stewart yang masih remaja. Di Indonesia diterbitkan dengan judul Sst!... Ada Apa dengan Melinda?

Yaqui Delgado Wants to Kick Your Ass - Meg Medina

Fiksi bertema bullying Goodreads


Novel kontroversial peraih penghargaan ini terinspirasi dari pengalaman masa remaja sang penulis, Meg Medina. Ceritanya tak beda jauh dengan novel-novel serupa bertema bullying. Dibumbui dengan bahasa yang dianggap vulgar untuk menonjolkan realitas bullying di Amerika Serikat.

Tokoh utama cerita adalah Piddy Sanchez, seorang remaja berdarah latin yang tiba-tiba menjadi sasaran bullying oleh Yaqui Delgado. Piddy tak mengenal Yaqui sedikit pun. Apalagi kekasih Yaqui yang bahkan tak pernah dia dengar namanya.

Penindasan emosional dan fisik, masalah keluarga di rumah, dan krisis identitas menjadi sederet masalah yang harus dihadapi Piddy. Tak hanya memetik pesan moral, pembaca bakal ikut bertumbuh bersama Piddy yang semakin dewasa karena keputusan-keputusan besarnya.

Stargirl - Jerry Spinelli

Fiksi bertema bullying Goodreads


Buku yang di Indonesia diterbitkan dengan label teenlit ini memang tergolong ringan untuk dibaca, namun terasa begitu memikat. Tentang Stargirl Caraway, murid baru yang kepribadiannya benar-benar menonjol seperti bintang terang. Segala hal dalam diri Stargirl menunjukkan betapa eksentrik dirinya.

Keunikan Stargirl awalnya membuat gadis itu menonjol. Dan Leo Borlock pun terpesona kepadanya. Namun lama-kelamaan dia dipandang sebagai cewek aneh. Orang-orang mulai menjauhinya dan Leo harus ikut-ikutan kalau dia tak mau kehilangan teman-temannya.

Novel ini memberikan pesan moral bahwa menjadi berbeda itu sama sekali bukan dosa. Dan menjadikan seseorang sebagai 'alien' hanya karena dia menolak menjadi sama merupakan satu bentuk bullying.

Itulah sederet buku fiksi bertema kesadaran terhadap bullying yang bisa menjadi bahan bacaanmu di akhir minggu nanti. [tsr]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.