Saat Lebaran, momen berkumpul dengan keluarga, menikmati hidangan khas, dan berbincang hingga larut malam menjadi hal yang tak terpisahkan. Namun, tidak semua cerita dalam keluarga sederhana seperti suasana di meja makan yang ramai dengan tawa anak-anak. Terkadang, terdapat luka, perbedaan pandangan, atau rasa rindu yang tak kunjung terjawab.
Menonton drama keluarga dapat menjadi cara yang reflektif untuk memahami dinamika tersebut. Terlebih lagi, jika cerita yang disajikan mengandung kejujuran dan kedalaman emosi yang jarang kita temui dalam percakapan sehari-hari.
Beberapa drama Asia berikut tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga mampu menggugah perasaan kita tentang makna rumah dan keluarga. Lima judul yang dipilih ini memiliki kekuatan cerita yang luar biasa, menggambarkan berbagai konflik keluarga dalam nuansa budaya Asia yang hangat. Sangat pas untuk dinikmati saat Lebaran, ketika kita merindukan rumah dan arti kebersamaan.
Advertisement
The Farewell (2019)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8465824/original/066936300_1783593036-120054.656-untitled-1.jpg)
Film ini mengisahkan tentang Billi, yang diperankan oleh Awkwafina, seorang penulis muda yang tinggal di New York. Setelah menerima berita bahwa neneknya, Nai Nai, tidak memiliki banyak waktu lagi untuk hidup, Billi memutuskan untuk kembali ke Tiongkok. Yang menarik, keluarganya memilih untuk menyembunyikan informasi mengenai kondisi kesehatan neneknya.
Sebagai gantinya, mereka merencanakan sebuah pernikahan palsu sebagai alasan untuk berkumpul untuk terakhir kalinya. Cerita ini menggambarkan pertemuan antara budaya Timur dan Barat, serta menunjukkan pengorbanan yang dilakukan demi kebahagiaan orang-orang terkasih. Dalam film ini, penonton dapat melihat bagaimana cinta keluarga dapat mengatasi berbagai tantangan, termasuk perbedaan budaya dan cara pandang terhadap kehidupan.
Advertisement
House of Hummingbird
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8465825/original/089609500_1783593036-120101.801-untitled-1.jpg)
Berlatar di Korea Selatan, film ini menceritakan kisah Eun Hee, seorang remaja perempuan yang hidup dalam keluarga yang tidak harmonis. Ia mengalami perasaan terasing, baik dari keluarganya yang tidak peduli maupun dari lingkungan yang tidak memahami dirinya. Namun, kehidupan Eun Hee mulai berubah ketika ia bertemu dengan seorang guru seni yang menunjukkan kepedulian padanya. Film ini secara halus menggambarkan perjalanan masa remaja yang penuh luka, meskipun minim dialog, setiap adegannya sarat akan makna yang mendalam.
Advertisement
CURTAIN UP!
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8465826/original/007948300_1783593038-120107.195-untitled-1.jpg)
CURTAIN UP! merupakan sebuah film dokumenter asal Amerika yang mengangkat tema kehidupan anak-anak Asia-Amerika yang terlibat dalam sebuah klub teater di New York. Dalam film ini, anak-anak tersebut berhadapan dengan berbagai tekanan terkait identitas serta harapan budaya yang diberikan oleh keluarga mereka.
Film ini sangat menggugah, karena menampilkan ketulusan anak-anak dalam mengungkapkan rasa takut dan cita-cita mereka. Panggung kecil yang menjadi tempat latihan mereka berfungsi sebagai ruang aman untuk mengeksplorasi dan memahami jati diri mereka yang sesungguhnya.
Advertisement
Tetap semangat, anak-anak! (2016)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8465827/original/009296200_1783593038-120113.330-untitled-1.jpg)
Tiga anak laki-laki dari suku Sqoyaw di Taiwan menjadi fokus utama dalam film ini. Mereka tinggal di daerah pegunungan yang dikelilingi oleh berbagai tantangan dalam kehidupan keluarga, seperti perceraian orang tua dan masalah alkoholisme. Meskipun menghadapi kesulitan tersebut, mereka tetap melanjutkan aktivitas bermain, bercanda, dan saling mendukung satu sama lain.
Film ini menggambarkan keindahan masa kecil yang sarat dengan harapan, meskipun realitas kehidupan orang dewasa sering kali tidak bersahabat. Dalam konteks ini, film ini berhasil menunjukkan pentingnya persahabatan dan kebersamaan di tengah kesulitan yang ada.
Advertisement
Minari
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8465828/original/028790700_1783593039-120119.566-untitled-1.jpg)
MINARI menceritakan kisah perjuangan sepasang suami istri asal Korea Selatan yang berusaha membangun kehidupan baru di pedesaan Amerika demi meraih impian mereka. Jacob dan Monica menghadapi berbagai tantangan, termasuk konflik dalam keluarga dan penyesuaian dengan budaya baru, semua demi masa depan yang lebih baik bagi anak-anak mereka.
Kehadiran nenek yang datang dari Korea menjadi sumber kehangatan dan dukungan bagi keluarga ini. Film ini dengan indah menggambarkan dinamika antar generasi, harapan, serta kerinduan akan tanah air yang sangat menyentuh hati. Untuk informasi lebih lanjut, jangan lewatkan artikel tentang rekomendasi film lainnya di Kapanlagi.com. Jika tidak sekarang, kapan lagi, KapanLagi?
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8465823/original/015994400_1783593036-120039.093-5-drama-asia-tentang-keluarga-yang-mengajarkan-arti-pulang-pas-ditonton-saat-lebaran-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8036555/original/005474300_1780878444-Singkong_Goreng_Merekah.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9373680/original/062603800_1791971881-Depositphotos_231704242_S.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2934497/original/028769300_1570608162-WhatsApp_Image_2019-10-08_at_8.29.34_AM__3_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9375351/original/039724400_1792140789-Citraland-Waterpark-Pekanbaru-Tickets-afbf120b-b887-41ef-8556-bd94dfd3d475.webp)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9375143/original/023469700_1792132513-4fbf08da-296d-466e-97cb-01510d63f190.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9374323/original/019445800_1792046750-HL.jpg)