Wasiat Terakhir Paus Fransiskus, Ingin Mobilnya Diubah Jadi Klinik Kesehatan Keliling Untuk Anak-Anak di Gaza

Sehari sebelum wafat, Paus Fransiskus menyerukan gencatan senjata di Gaza.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Wasiat Terakhir Paus Fransiskus, Ingin Mobilnya Diubah Jadi Klinik Kesehatan Keliling Untuk Anak-Anak di Gaza
Wasiat Terakhir Paus Fransiskus, Ingin Mobilnya Diubah Jadi Klinik Kesehatan Keliling Untuk Anak-Anak di Gaza (Merdeka.com)

Salah satu “mobil Paus” milik paus Fransiskus akan dijadikan unit layanan kesehatan keliling untuk anak-anak dan dikirim ke Jalur Gaza, Palestina. Menurut laporan media resmi Vatikan, salah satu mobil milik Paus Fransiskus akan dialihfungsikan menjadi klinik kesehatan keliling untuk anak-anak di Gaza, memenuhi salah satu wasiat terakhirnya.

Sebelum kematiannya bulan lalu, Paus Fransiskus mempercayakan mobil Paus yang ia gunakan selama ziarahnya ke Yerusalem pada 2014 kepada jaringan bantuan Katolik Caritas Yerusalem. Hal tersebut untuk membantu situasi kemanusiaan mengerikan yang tengah terjadi di Gaza.

Fransiskus meminta agar kendaraan tersebut digunakan untuk membantu anak-anak yang terluka dan kekurangan gizi di Gaza.

Caritas mengubah kendaraan tersebut menjadi klinik kesehatan keliling dengan melengkapinya dengan peralatan medis untuk diagnosis, pemeriksaan, dan perawatan anak-anak, serta perlengkapan penyelamat jiwa lainnya.

Selain itu, mobil tersebut akan dilengkapi staf dokter dan petugas medis. Kabarnya, klinik baru di atas roda itu akan dikirim ke masyarakat yang tidak memiliki akses ke fasilitas layanan kesehatan yang berfungsi, hingga akses yang aman ke Gaza tersedia.

“Ini bukan sekedar kendaraan. Mobil ini merupakan pesan bahwa dunia tidak melupakan anak-anak di Gaza,” kata Peter Brune, Sekretaris Jenderal Caritas Swedia seperti dikutip CNN pada Senin (5/5).

Perdamaian dunia merupakan pesan inti selama masa kepausan Fransiskus. Ia menyerukan gencatan senjata untuk perang Rusia-Ukraina dan Israel-Hamas pada beberapa kesempatan. Seruan terakhir yang ia katakan terjadi pada Minggu Paskah, sehari sebelum kematiannya.

Reporter Magang: Devina Faliza Rey

Rekomendasi