Warga Amerika, Jerman, Inggris, gabung pasukan Kurdi lawan Turki di Suriah

Kamis, 25 Januari 2018 18:30 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
Warga Amerika, Jerman, Inggris, gabung pasukan Kurdi lawan Turki di Suriah tentara asing dukung pasukan kurdi di suriah. ©Youtube

Merdeka.com - Kantor Pers milisi Kurdi, YPG, merilis video menampilkan enam sukarelawan, salah satunya orang Inggris, yang siap berperang melawan pasukan Turki di Afrin, Suriah.

"Kami siap dan sudah dipersenjatai oleh YPG untuk berperang melawan teroris Turki. Ini bukan sesuatu yang tak terduga. Ini sudah berlangsung lama, Turki membantu (ISIS) melawan Kurdi," kata sukarelawan asal Amerika, dilansir dari laman Al Araby, Rabu (24/1).

Kelompok terdiri dari 20 orang ini diberi nama Tabura Sehid Rubar. Salah satu relawan keturunan Inggris-China bernama Huang Lei (24) mengaku pernah ke Suriah tahun 2015 untuk melawan ISIS.

"Ada keinginan dari para pejuang asing yang berperang di Raqqa dan yang berjuang di Deir az-Zour untuk pergi ke Afrin," kata pejabat senior SDF, pasukan oposisi Suriah, Redur Xelil.

Xelil menolak mengatakan kapan para pejuang asing itu berangkat ke Afrin. Namun dia mengaku mereka masuk dalam puluhan orang yang berperang melawan Turki.

"Ada orang Amerika, Inggris, Jerman, beberapa dari Eropa, Asia dan Amerika," kata Xelil.

Meskipun para pejuang asing sudah terlibat dalam perang Suriah selama bertahun-tahun, ini menandai bentuk keterlibatan yang berbeda, dan mengharuskan para tentara asing menyerang negara berdaulat dan anggota NATO.

Turki mulai melakukan Operasi Ranting Zaitun, lewat serangan udara dan darat untuk menggempur pasukan Kurdi, YPG, sejak Sabtu lalu.

Baca juga:
Ambigu sikap AS di tengah konflik Turki vs Kurdi di Suriah
Turki tangkap 150 orang karena sebar 'propaganda teroris' soal serangan ke Kurdi
Ratusan milisi Kurdi tewas di tangan tentara Turki, Trump langsung telepon Erdogan
Serangan Israel dan Turki makin memperpanjang konflik Suriah
Para pemain kunci dalam konflik Turki vs Kurdi di Suriah

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini