Israel dan Hamas menyepakati gencatan senjata pada Rabu (22/11) dan mulai berlaku pada Kamis (23/11).
Pesawat tempur Israel melancarkan serangan udara di ibu kota Suriah, Damaskus, pada Rabu (22/11) sore, menurut laporan media pemerintah, SANA. Pengeboman ini dilakukan tidak lama setelah Israel dan Hamas sepakat untuk gencatan senjata di Jalur Gaza, Palestina.
Sumber: The Cradle
Advertisement
“Sekitar pukul 15.15 sore ini, musuh Zionis melancarkan serangan udara dengan dua rudal dari arah Golan Suriah yang diduduki, menargetkan beberapa titik di sekitar kota Damaskus,” kata sumber militer kepada SANA.
Foto: X/@abdalhadealani
“Pasukan pertahanan udara kami merespons agresi tersebut, menembak jatuh salah satu rudal, dan kerugiannya terbatas pada kerugian material.”
Foto: X/@abdalhadealani
Advertisement
Dikutip dari The Cradle, serangan Israel menargetkan situs sekitar kawasan Sayyidah Zainab. Di kawasan ini terdapat makam cucu Nabi Muhammad, Zainab bin Ali bin Abi Thalib. Di kompleks ini juga ada masjid yang didedikasikan untuk Zainab bernama Masjid Sayyidah Zainab.
Israel telah menargetkan Suriah berkali-kali sejak agresinya dimulai di Gaza pada 7 Oktober. Menyusul serangan pesawat tak berawak di kota pelabuhan Eilat di Israel selatan pada 9 November, Israel mengumumkan menargetkan kelompok yang diduga bertanggung jawab di Suriah.
Dalam sebuah pernyataan keesokan harinya, tentara Israel mengatakan mereka akan meminta pertanggungjawaban pemerintah Damaskus "atas segala serangan yang berasal dari wilayahnya."
Pesawat tempur Israel juga mengebom beberapa situs militer di Suriah selatan pada 8 November. Serangan Israel melanda Suriah sebulan sebelumnya. Pada 23 Oktober, pesawat tempur Israel menonaktifkan bandara Damaskus dan Aleppo untuk kedua kalinya pada bulan itu.
Sementara itu, peristiwa ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan regional, khususnya dengan serangan rutin oleh kelompok perlawanan Irak terhadap pangkalan AS di Suriah dan Irak, yang bersatu di bawah koalisi yang bertujuan untuk menghadapi Washington atas dukungannya terhadap agresi Israel di Gaza.
"Pasukan AS telah diserang sekitar 66 kali sejak 17 Oktober. Tiga puluh dua kali di Irak, dan 34 kali di Suriah," jelas Pentagon dalam pernyataannya.
Advertisement