Tim Penyelidik PBB untuk Pembunuhan Jamal Khashoggi Tiba di Turki

Senin, 28 Januari 2019 19:00 Reporter : Hari Ariyanti
Tim Penyelidik PBB untuk Pembunuhan Jamal Khashoggi Tiba di Turki jamal khashoggi. ©Sky News

Merdeka.com - Penyelidik PBB untuk kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi tiba di Istanbul, Turki pada hari Senin (28/1) waktu setempat. Tim penyelidik kemudian akan berusaha memasuki konsulat Arab Saudi, tempat dimana Khashoggi diperkirakan dibunuh dan dimutilasi.

Agnes Callamard, pelapor khusus PBB untuk eksekusi, memimpin penyelidikan dan memulai misi selama sepekan di Turki. Kedatangan mereka ke Turki atas undangan pemerintah. Demikian dilansir dari Al Jazeera, Senin (28/1).

Callamard mengatakan pekan lalu bahwa dia belum menerima balasan dari pihak berwenang Arab Saudi terkait permintaan pihaknya untuk memasuki konsulat. Tim ini juga berencana mengunjungi Arab Saudi sebagai bagian upaya investigasi.

Khashoggi, kolumnis di The Washington Post tinggal di Amerika Serikat dan dibunuh pada 2 Oktober lalu di konsulat Arab Saudi di Turki. Dia mendatangi konsulat untuk mengurus dokumen pernikahannya. Sampai saat ini jenazahnya belum ditemukan.

Callamard juga mengapresiasi penyelidikan yang dilakukan Arab Saudi. Salah seorang juru bicara jaksa penuntut umum Saudi mengatakan ada 11 tersangka telah didakwa dan dibawa ke pengadilan untuk kasus ini, lima di antaranya terancam hukuman mati.

"Saya beranggapan penyelidikan ini sebagai langkah penting, di antara sejumlah lainnya, demi mengungkap kebenaran dan pertanggungjawaban formal atas pembunuhan kejam Khashoggi," kata Callamard.

Dia menambahkan, pihaknya akan mencari tahu siapa negara dan individu yang bertanggung jawab dengan pembunuhan Khashoggi. Tim juga telah meminta bukti dari negara lainnya, termasuk AS.

Turki meminta Arab Saudi mengekstradisi mereka yang diduga terlibat pembunuhan untuk diadili di pengadilan Turki, namun permintaan ini ditolak Riyadh. Akhir tahun lalu, Turki menginformasikan AS atas temuan penyelidikan jaksa penuntut umum Turki. Turki berulang kali menyatakan pembunuhan Khashoggi diperintahkan oleh tingkat tertinggi pemerintah Saudi.

Kejam dan Brutal

Agen Intelijen AS meyakini pembunuhan Khashoggi atas perintah putra mahkota Kerajaan Arab Saudi, Muhammad bin Salman atau MBS. Pasalnya, Khashoggi kerap mengkritik kebijakan MBS dalam tulisan-tulisannya. Tubuh Khashoggi dipotong-potong dan dibawa ke lokasi yang tak diketahui.

Riyadh membantah keterlibatan MBS dalam pembunuhan tersebut. Pihak berwenang Arab Saudi belum merespons permintaan Callamard untuk mengakses konsulat.

Selama kunjungannya, Callamard dijadwalkan bertemu Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu dan jaksa penuntut Turki yang menyelidiki kasus tersebut.

"Investigasi Callamard penting karena dia mengatakan dia melakukan ini atas kemauannya sendiri. Tak ada otoritas di PBB atau negara anggota mana pun, menurut pemahamannya, menuntut penyelidikan independen saat ini," Stefanie Dekker dari Al Jazeera, melaporkan dari Istanbul.

"Kejahatan ini sangat kejam dan brutal, karena itulah dia memutuskan memulai investigasi," lanjutnya. [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini