Staf Kemlu RI Ditemukan Meninggal dengan Kepala Terbungkus Lakban di Kamar Indekosnya di Jakarta

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia mengonfirmasi bahwa nama pria yang meninggal dunia adalah Arya Daru Pangayunan.

Khairisa Ferida
Oleh Khairisa Ferida - Reporter
Staf Kemlu RI Ditemukan Meninggal dengan Kepala Terbungkus Lakban di Kamar Indekosnya di Jakarta
Juru Bicara Kemlu RI Rolliansyah (Roy) Soemirat dalam pernyataan pers di Kemlu RI, Kamis (24/4/2025). (Liputan6.com/Benedikta Miranti) (© 2025 Liputan6.com)

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) telah memastikan bahwa jenazah seorang pria yang ditemukan di kamar indekos di kawasan Gondangdia Kecil, Menteng, Jakarta Pusat, merupakan staf dari Kemlu RI. "Benar, salah satu staf Kemlu, Saudara Arya Daru Pangayunan, telah meninggal dunia di tempat tinggalnya di Gondangdia," ungkap Juru Bicara Kemlu RI, Rolliansyah Soemirat, yang biasa dipanggil Roy, dalam pesan singkat kepada media pada Selasa (8/7/2025).

Roy juga menyampaikan, "Kemlu RI mengucapkan bela sungkawa yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan. Almarhum Arya Daru Pangayunan meninggalkan seorang istri dan dua orang anak." Ia menambahkan bahwa saat ini Kemlu RI telah menyerahkan penanganan kasus ini kepada pihak berwenang dan akan terus memberikan dukungan yang diperlukan selama proses berlangsung. Sebelumnya, dilaporkan bahwa pria yang meninggal tersebut bernama ADP (39) dan ditemukan dengan kepala terbungkus lakban di dalam kamar indekosnya.

"Saya tidak bisa menyatakan itu diplomat, tetapi berdasarkan keterangan saksi di lokasi kejadian, beliau adalah PNS Kementerian Luar Negeri," jelas Rezha dalam keterangannya pada hari yang sama. Rezha juga menyebutkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan keluarga korban. Saudara ipar korban sudah tiba di Jakarta, sementara istrinya masih dalam perjalanan dari Yogyakarta menuju Jakarta.

Hasil visum luar

"Yang jelas, kerabatnya sudah ada di Jakarta, yaitu saudara ipar, tetapi untuk istrinya sendiri masih dalam perjalanan dari Yogyakarta ke Jakarta, mungkin masih di pesawat," tambahnya. Saat ini, polisi masih menyelidiki penyebab kematian korban.

Meskipun kepala korban ditemukan terbungkus lakban, hasil visum luar tidak menunjukkan adanya tanda-tanda pembunuhan atau kekerasan pada tubuhnya. "Visum luar tidak menemukan tanda-tanda kekerasan," kata Rezha.Jenazah korban kini telah dibawa ke Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta (RSCM) untuk dilakukan autopsi. Polisi juga masih memeriksa rekaman CCTV dan saksi-saksi di sekitar lokasi indekos. "Karena yang bisa memastikan apakah ini pembunuhan atau bukan, tentu harus dilihat dari hasil autopsi juga," imbuh Rezha.

Rekomendasi