Skandal terbesar di China lenyapkan mimpi playboy dari Harvard
Merdeka.com - Bo Guagua sudah mendekati semua yang diinginkannya. Ganteng, kaya, serta menuntut ilmu di sekolah elit. Bo Guagua kini mengenyam pendidikan di Harvard Kennedy School of Government di Cambridge, Amerika Serikat. Dia mengambil pendidikan pascasarjana di kampus yang juga pernah menjadi tempat belajar Agus Harymurti Yudhoyono serta Yenny Wahid itu. Dengan modal seperti itu, wajar jika gadis-gadis cantik mendekatinya.
Bo Guagua berusia 24 tahun. Usia matang sebagai seorang remaja. Sekolah elit dan latar belakang pendidikannya membuat koneksi mudah didapat. Masa depannya sudah pasti cerah. Belum kalau bicara bahwa dia adalah keturunan pejuang revolusioner China.
Namun, semua itu datang sebelum tewasnya seorang ekspatriat asal Inggris, Neil Heywood di sebuah hotel di Chongqing, November tahun lalu. Peristiwa itu terjadi jauh dari lokasi Bo Guagua berada, di kompleks kampus paling bergengsi dunia, Harvard.
Pada mulanya, semua aman-aman saja. Sebelum kemudian kasus ini menggemparkan China. Gu Kailai yang tak lain adalah ibunda Bo Guagua dituding terlibat pembunuhan berencana terhadap Heywood. Ayah Guagua yaitu Bo Xilai, politisi cemerlang China pun ikut terseret kasus ini. Bo Xilai sudah dicopot dari kedudukan di Politbiro Partai Komunis China.
Dalam situasi seperti inilah, mimpi-mimpi Bo Guagua seakan lenyap. Kedua orangtuanya sudah menjadi tahanan di China. Masa depannya makin kabur. Pilihannya tinggal sedikit, kembali ke China yang berarti bukan siapa-siapa lagi, mencari suaka di Amerika Serikat, atau opsi lainnya.
Jumat pekan lalu, dia dikabarkan sudah tidak ada lagi di apartemennya di Cambridge. Seseorang dengan seragam petugas membawanya keluar. Saksi mata menyebut, dia tampak tenang saat masuk dalam mobil SUV yang membawanya keluar kompleks.
Tidak ada lagi yang tahu, di mana Bo Guagua berada. Yang tersisa, tinggal reputasinya sebagai playboy dan anak muda yang gila pesta. Foto-fotonya dengan beragam wanita kerap muncul di dunia maya.
Dia pernah ketahuan menyetir Ferrari bersama anak diplomat Amerika Serikat di jalanan Beijing. Pendidikan sarjana diselesaikannya di Balliol College, Oxford, salah satu sekolah elit di Inggris. Selama di Oxford, dia dikenal tukang pesta. Konon, diplomat China kerap menengok kampus Oxford untuk mengecek catatan akademik Bo Guagua. Pada 2010, telat setahun dari rencana, dia lulus dari Oxford dengan nilai tinggi di bidang politik, filsafat, dan ekonomi. Reputasinya meroket sebagai jago debat.
Dari Oxford, dia masuk Harvard mengambil studi kebijakan publik. Rencananya dia bakal lulus Mei 2012. Sebelum lulus, tiba-tiba datang pukulan hebat dari kampung halamannya. Pukulan yang tidak hanya bakal menyulitkan situasinya, tetapi juga membuat geger seantero China.
Kakek Bo Guagua, Bo Yibo, adalah pejuang revolusi China. Ibunya, wanita dengan karier cemerlang, tapi kini dalam tahanan. Bapaknya, seorang politisi ambisius, sudah dicoret dari eselon tertinggi pimpinan Partai Komunis China. Kini, Bo Guagua, anak muda kelahira 17 Desember 1987 itu seperti yatim piatu. (mdk/tts)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya