Sempat Hilang Ratusan Tahun, 'Pulau Hantu' Muncul Lagi di Laut Kaspia Secara Misterius Lalu Kembali Lenyap

Pulau ini telah mengalami beberapa kali kemunculan lalu lenyap kembali.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Sempat Hilang Ratusan Tahun, 'Pulau Hantu' Muncul Lagi di Laut Kaspia Secara Misterius Lalu Kembali Lenyap
Sempat Hilang Ratusan Tahun, 'Pulau Hantu' Muncul Lagi di Laut Kaspia Secara Misterius Lalu Kembali Lenyap (Merdeka.com)

'Pulau Hantu' yang aneh muncul kembali di Laut Kaspia secara tiba-tiba pada 2023 setelah hilang berabad-abad. Pulau ini, yang terbentuk di puncak gunung lumpur tepian Kumani, muncul kembali pada awal tahun 2023, dan mulai menghilang pada akhir 2024.

Fenomena misterius ini telah memikat para ahli geofisika, terutama karena keberadaannya yang hanya sesaat, seperti dikutip dari Daily Galaxy, Selasa (28/1).

Pulau pertama kali didokumentasikan pada Mei 1861, ketika pertama kali muncul di permukaan Laut Kaspia. Namun, pulau tersebut menghilang pada tahun berikutnya. Sepanjang abad ke-20, pulau ini muncul dan menghilang setidaknya enam kali lagi, dengan masing-masing kejadian berlangsung kurang dari dua tahun.

Kemunculan kembali pulau ini terkait dengan aktivitas gunung lumpur bawah laut yang membentuknya. Ketika gunung berapi meletus, letusan tersebut mendorong sejumlah besar lumpur ke permukaan, sehingga menciptakan daratan sementara. Namun, pada tahun 2023, kemunculan pulau ini terjadi tanpa adanya letusan gunung bawah laut sehingga membuatnya semakin misterius.

Citra satelit dari NASA menangkap kemunculan terakhir pulau itu pada awal tahun 2023, saat pulau itu muncul sekitar 20 kilometer di lepas pantai Azerbaijan. Pada akhir tahun 2024, sebagian besar pulau telah terkikis atau tenggelam, hanya menyisakan pecahannya saja. Meskipun kemunculannya kembali terlihat dalam data satelit, kemunculan pulau ini sebagian besar tidak diketahui.

Kemunculan kembali pulau ini pada 2023 memberikan para ilmuwan kesempatan langka untuk mempelajari gunung lumpur dan interaksinya dengan lingkungan sekitarnya. Sifat sementara dari formasi ini menimbulkan tantangan dan peluang unik untuk penelitian, karena formasi ini memberikan gambaran sekilas tentang kekuatan geologis yang kuat yang berperan di bawah permukaan bumi.

Pada awal 2025, pulau hantu ini hilang kembali, melanjutkan siklusnya yang telah berlangsung selama berabad-abad. Meskipun pulau ini mungkin hilang dari pandangan, kemungkinan besar pulau ini akan muncul kembali di masa depan.

Rekomendasi