Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ribuan warga Singapura demo anti-pemerintah

Ribuan warga Singapura demo anti-pemerintah Unjuk rasa di Singapura. ©cogitasia.com

Merdeka.com - Lebih dari seribu warga Singapura menggelar unjuk rasa hari ini di Taman Speakers' Corner. Mereka menentang rencana parlemen yang akan mengesahkan aturan peningkatan jumlah penduduk.

Situs asiaone.com melaporkan, Sabtu (16/2), para pengunjuk rasa membawa payung dan mengenakan topi dalam demonstrasi itu. Panitia telah menyiapkan sebanyak 12 alat pengeras suara.

Demonstrasi itu juga diikuti mantan pejabat oposisi dan anggota partai.

Orasi pertama dibuka oleh anggota Partai Solidaritas Nasional Ravi Philemon. Dia mengatakan rakyat tak bisa menerima rencana peningkatan pekerja asing dari 900 ribu menjadi satu juta pekerja setiap sepuluh tahun.

"Unjuk rasa ini untuk menolak peningkatan jumlah penduduk menjadi 6,9 juta warga. Saya ingin menunjukkan dukungan," kata seorang pengunjuk rasa bernama Mike Tan.

Rakyat Singapura menolak proposal diajukan pemerintah yang ingin menaikkan jumlah penduduk sebanyak 36 persen dengan sekitar 2,5 juta pekerja asing. Alasan pemerintah adalah mereka ingin menaikkan angka kelahiran dan menopang pertumbuhan ekonomi. Kini penduduk Singapura berjumlah 5,3 juta jiwa. Mereka juga berunjuk rasa memprotes biaya hidup semakin tinggi dan melambungnya angka imigrasi.

Aksi demonstrasi termasuk jarang terjadi di Singapura, salah satu negeri terkaya dan termahal di Asia. Terlebih lagi di masa Perdana Menteri Lee Kuan Yew, ayah dari perdana menteri sekarang, Lee Hsien Loong. Hampir semua media Singapura juga pro pemerintah.

Unjuk rasa itu menjadi yang terbesar sejak kemerdekaan Singapura pada 1963. (mdk/fas)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP